Apakah Micin Berbahaya Buat Kesehatan ?

Belakangan ini sebagian besar dari masyarakat kita memiliki anggapan bahwa dengan mengonsumsi micin atau MSG (monosodium glutamat) bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh dan otak, misalnya jadi lebih mudah sakit atau bisa menjadi lebih bodoh atau telat mikir.

Selama ini micin sering digunakan sebagai bumbu penguat rasa masakan, terutama untuk jenis masakan yang gurih.

Monosodium glutamat atau micin merupakan bahan masakan yang mengandung sodium atau natrium, air dan glutamat dimana ketiga bahan ini merupakan zat gizi.

Sodium sama dengan natrium, sedangkan natrium ada pada garam.

Jadi natrium klorida adalah garam (NaCl) sedangkan natrium glutamat adalah micin.

Glutamat adalah asam amino non-esensial dimana tubuh bisa memproduksi zat ini yang berfungsi untuk metabolisme fungsi otot dan otak.

Dalam tubuh manusia terdapat 20% protein dimana 20% diantaranya merupakan kandungan glutamat.

Kandungan glutamat ini tidak hanya bisa diperoleh dari dalam tubuh saja, namun juga bisa diperoleh dari sayur, ikan, buah hingga ASI.

Biasanya micin dibuat dari ekstrasi singkong, lobak, tebu dan gandum.

Tetesan tebu atau singkong difermentasikan dengan menggunakan bakteri Brevi-bacterium lactofermentum kemudian ditambah dengan garam hingga bentuknya jadi mengkristal, maka dari itu jika diperhatikan dengan baik bentuk micin terlihat seperti bubuk kristal.

 

Apakah micin memiliki manfaat kesehatan ?

Dalam setiap 5 gr garam terdapat kandungan sodium sebesar 2 gr micin, sedangkan dalam setiap 5 gr micin hanya memiliki sodium sebesar 0,6 gr.

Maka dari itu dibandingkan dengan garam, micin lebih disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi karena kandungan sodiumnya lebih sedikit.

Apalagi glutamat berfungsi untuk menjadikan rasa makanan lebih gurih atau lebih enak sehingga penggunaan micin bisa berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan.

Manfaat lain dari micin yaitu bisa meningkatkan jumlah produksi cairan ludah serta meningkatkan produksi cairan lambung sehingga penggunaan micin bisa membuat Anda lebih mudah untuk menelan makanan serta mencernanya.

 

Lalu berapakah batas konsumsi micin yang diperbolehkan ?

USDFA (U.S Food and Drug Administration) memberi anjuran mengenai batas konsumsi dari micin yaitu 1,5 gr per hari.

Bila Anda masih merasa sulit mengira-ngira berapakah 1,5 gr micin itu maka perbandingannya yaitu dalam 1 porsi bakso (1 mangkok) biasanya menggunakan micin sebanyak 0,5 gr.

Berarti bisa dikatakan bahwa 1,5 gr sebanding dengan 3 porsi atau 3 mangkok bakso beserta kuahnya.

Sedangkan untuk setiap kemasan 5 gr dari produk micin biasanya  digunakan untuk setiap daging rendang 1 kg.

Fungsi dari natrium sama dengan fungsi dari garam pada natrium sedangkan glutamat bekerja seperti glutamat yang bekerja di dalam tubuh yang berfungsi sebagai metabolisme.

 

Apakah orang Luar Negeri menggunakan micin ? msg

Orang Amerika Serikat diketahui rata-rata setiap harinya menggunakan 12 gr glutamat (11 gram dari makanan, 1,0 gram dari mecin), sedangkan orang Jepang setiap harinya menggunakan 15,9 gr glutamat (14 gram dari makanan, 1,9 gram dari mecin).

Kajian Keamanan Glutamat dilakukan oleh 4 badan, diantaranya;
FAO dan WHO, European Food Safety and Authority, USDFA dan National Academy of Sciences.

 

Peraturan di Indonesia mengenai micin

Adapun pemerintah memberikan peraturan mengenai micin yang melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 722/ Menkes/ Per/ IX/ 88 Tgl. 20/09/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan (BTP): “MSG adalah BTP penguat rasa yang diizinkan dengan batas maksimum ‘secukupnya’ (sewajarnya sesuai dengan tujuan penggunaannya).

Berarti bisa dikatakan bahwa aturan konsumsi micin hampir sama dengan gula dan garam yaitu secukupnya saja dan jangan terlalu berlebihan.

 

Berarti amankah MSG bagi kesehatan ? micin

Vetsin, MSG atau micin yang merupakan penyedap masakan seringkali diartikan negatif seolah-olah micin merupakan produk yang bisa memberikan dampak kesehatan yang buruk dan tidak bermanfaat kecuali hanya menambah sedap masakan.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan terhadap micin, pada akhirnya diambil kesimpulan bahwa penggunaan micin terhadap makanan adalah aman asalkan tidak menggunakan micin secara berlebihan.

Sebenarnya bukan hanya penggunaan micin saya yang berbahaya jika dilakukan secara berlebihan.

Misalnya garam, jika Anda mengonsumsi garam secara berlebihan maka biasanya kepala Anda akan terasa pusing kemudian tekanan darah mengalami kenaikan.

Atau jika Anda mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan di pagi hari, maka biasanya Anda akan lebih mudah mengantuk di saat yang bersamaan.

Prof Ir Ahmad Sulaeman MS PhD yang merupakan pakar gizi dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan bahwa micin adalah mono-sodium glutamat yang walaupun kita tidak menggunakan micin sebagai penyedap masakan, tetap saja bahan-bahan yang digunakan (selain micin) mengandung asam glutamat.

 

Apakah glutamat aman dikonsumsi oleh orang yang sedang sakit ?

Jika diperhatikan dengan baik pada infus, terdapat komposisi L-glutamic acid.

Jadi apakah Anda masih bisa mengatakan bahwa micin bisa membuat seseorang menjadi bodoh ? Atau micin berbahaya ?

Tentu saja micin atau MSG bisa berbahaya bagi kesehatan jika Anda mengonsumsi 5 bungkus produk micin sekaligus.

Bisa saja rumah makan atau produk makanan mengaku bahwa produk makanan atau masakan yang dihasilkannya tidak menggunakan micin, namun tetap saja jika dilakukan penelitian akan ditemukan kandungan asam glutamat di dalamnya.

Asam glutamat pada produk makanan atau masakan (yang tidak menggunakan micin) tersebut bisa saja berasal dari daging merah, tomat, jamur serta sayur-sayuran.

Ahmad menekankan bahwa kenapa harus membenci glutamat, padahal walau tidak menggunakan micin tetap saja Anda akan mengonsumsi glutamat asam amino non-esensial yang ada pada protein

Micin terdiri dari sodium, glutamat dan air yang semuanya adalah zat gizi dan glutamat adalah salah satu asam amino non-esensial yang secara alami ada di dalam makanan yang berperan meningkatkan metabolisme, fungsi otak, dan otot.