Bagaimana Gula dan Tepung Dapat Menyebabkan Kegemukan

olah ragaSecara teori, mengurangi konsumsi makanan serta memperbanyak olahraga pastinya akan dapat menurunkan berat badan kita. Namun, pada kenyataannya yang terjadi tidaklah selalu seperti itu. Terkadang berat badan hanya turun beberapa kilo saja dan kemudian naik lagi.

Komentar para ahli di bidang obesitas di dalam Journal of the American Medical Association mengatakan, makan dalam jumlah sedikit dan memperbanyak olahraga tidak akan bermanfaat dalam jangka panjang. Maka dari itu, mereka menyarankan pada masyarakat untuk berhenti menghitung jumlah kalori saat berusaha untuk menurunkan berat badannya.

Mengurangi jumlah makanan serta memperbanyak olahraga tidak bermanfaat. Karena pada kenyataannya, hanya sedikit sekali orang yang dapat menurunkan berat badannya dengan cara mengurangi asupan makanan serta memperbanyak olahraga.

Malas serta rakus merupakan bagian dari kenaikan berat badan pada seseorang. Namun, pemikiran seperti itu mengesampingkan berbagai riset tentang faktor-faktor biologis dalam tubuh seseorang dalam mengendalikan berat badannya.

Para ahli obesitas tidak hanya membahas tentang peran faktor keturunan saja. Menurut para ahli obesitas, kita diharuskan untuk berhenti melihat masalah berat badan terpisah dari faktor-faktor biologis, seperti hormon, efek makanan yang kita makan, rasa lapar serta bukan hanya dari berapa banyak makanan yang kita konsumsi.

Lalu apa sebenarnya penyebab dari masalah kegemukan serta obesitas. Para ahli lebih setuju bila penyebab dari masalah kegemukan serta obesitas adalah dari konsumsi karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana terdapat pada gula serta tepung untuk pembuatan roti putih yang biasa kita makan sehari-hari. Selain itu, kita terlalu menghindari lemak karena terlalu takut terhadap bahayanya bagi tubuh kita.

buah alpukat

buah alpukat

Kita perlu untuk melupakan paradigma tentang rendah lemak. Makanan yang kaya akan lemak yang baik, seperti alpukat, minyak zaitun serta kacang-kacangan juga merupakan makanan berlemak yang dapat kita konsumsi untuk kesehatan kita.

Justru karena adanya karbohidrat sederhana yang dapat menaikkan kadar insulin dengan cepat sekali. Menurut para pakar kesehatan, insulin merupakan nenek moyang hormon anabolik. Sekita kita mengkonsumsi karbohidrat sederhana, akan terjadi peningkatan unsulin yang nantinya akan memicu sel lemak untuk menyerap kalori dalam tubuh.

Sebagai akibatnya terjadi kurangnya kalori serta gizi untuk memberikan energi yang cukup bagi tubuh kita. Maka, otak mengenali kondisi seperti ini serta meresponnya dengan memicu rasa lapar yang membuat sistem metabolisme dalam tubuh kita menjadi lebih lambat. Sehingga membuat kita ingin makan terus dalam jumlah yang lebih banyak.

Daripada kita menghitung kalori asupan makanan kita, sebaiknya kita lebih fokus pada kualitas makanan yang kita konsumsi. Bila kita terlalu sering menghitung jumlah kalori saja nantinya akan berpotensi menyebabkan bahaya pada diri kita karena jumlah kalori tidak memandang bagaimana kalori mempengaruhi kerja hormon serta metabolisme tubuh. Ujung-ujungnya, kita menjadi tidak mampu untuk menjalani diet yang kita lakukan untuk mengurangi kegemukan.

Begitu lidah kita merasakan makanan maupun minuman yang manis, maka indera pengecap akan mengirimkan pesan pada otak bahwa makanan maupun minuman ini sangat lezat. Kondisi seperti ini akan merangsang otak kita untuk memproduksi hormon dopamin yang nantinya akan membuat kita menjadi merasa senang serta nyaman.

gula kotak

gula kotak

Setelah makanan maupun minuman yang manis itu ditelan, gula akan memasuki pencernaan serta dilarutkan dengan cairan pencernaan yang nantinya dikirim ke usus kecil. Berbagai enzim dalam tubuh kita aka memecah gula menjadi dua jenis molekul, yaitu glukosa serta fruktosa.

Umumnya, gula tambahan yang terbuat dari tebu atau bit, mengandung glukosa serta fruktosa yang hampir seimbang. Sedangkan gula tambahan yang berasal dari sirup jagung mengandung lebih banyak fruktosa yang diproses daripada glukosa.

Mengkonsumsi gula terlalu sering nantinya akan memberikan pengaruh yang buruk pada tubuh kita, khususnya bagi anda yang memiliki gaya hidup kurang beraktivitas maupun kurang berolahraga.

Ingin tahu bagaimana reaksi tubuh kita pada glukosa serta fruktosa? Dibawah ini adalah reaksi tubuh kita terhadap glokusa serta fruktosa

Glukosa

  • Setelah ditelan, glukosa masuk ke dalam dinding usus kecil serta merangsang pankreas untuk mengeluarkan hormon insulin, yaitu hormon yang berfungsi untuk mengubah gula menjadi energi bagi tubuh kita.
  • Umumnya, makanan serta minuman yang mengandung banyak glukosa akan membanjuru tubuh, sehingga membuat kita ingin makan dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan kondisi seperti ini, maka otak kita akan melawannnya dengan cara melepaskan hormon serotonin yangjuga merupakan hormon pengatur tidur.  Akibatnya terjadi peningkatan secara drastis pada kadar gula darah.
  • Hormon insulin nantinya akan menghambat produksi leptin, hormon yang bertugas untuk memberikan sinyal pada otak bahwa kita sudah merasa kenyang. Semakin tingginya insulin maka kita menjadi semakin lapar, meskipun sudah makan dalam jumlag banyak. Dalam kondisi seperti ini, otak akan memerintahkan tubuh untuk menyimpan glukosa sebagai lemak perut.
  • Tingginya kadar insulin juga akan berdampak pada otak, yang nantinya akan memicu terjadinya Alzheimer. Selain itu, otak akan mengurangi produksi dopamin sehingga membuat kita menjadi ingin terus makan.
  • Organ pankreas akan memproduksi lebih banyak insulin sehingga sel-sel tubuh menjadi resisten. Semua glukosa pada akhirnya tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh dan beredar keseluruh tubuh melalui peredaran darah. Kadar gula darah pun menjadi tinggi dan lama kelamaan akan akan menyebabkan pradiabetes, atau bahkan bisa langsung menyebabka diabetes tanpa kita sadari.

Fruktosa

  • Setelah ditelan, fruktosa yann berbentuk molekul aka memasuki dinding usus kecil melalui peredaran darah yang nantinya akan mengirim fruktosa langsung ke organ liver.
  • Liver atau hati akan bekerja untuk memerabolisme fruktosa menjadi sesuatu yang dapat dipakai oleh tubuh. Namun, organ liver mudah lelah, khususnya bila kita terlalu sering mengkosumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula. Kelebihan froktusa dalam organ hati sering menyebabkan memicu terjadinya perlemakan hati.
  • Umumnya fruktosa ikut berperan dalam menurunkan kadar HDL atau kolesterol baik serta ikut meningkatkan produksi trigliserida, yaitu suatu jenis lemak yang dapat berpindah dari liver ke pembuluh darah. Hal seperti ini akan menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga memicu terjadinya penyakit jantung koroner serta stroke.
  • Liver akan mengirimkan sinyal darurat serta meminta rambahan produksi insulin. Padahal, pada saat itu pankreas juga ikut bekerja keras. Bila hal seperti ini terjadi secara terus menerus, maka akan menyebabkan peradangan pada pankreas yang nantinya menyebabkan kita mengalami diabetes.

Pola makan yang sehat tidak mengharuskan kita untuk menghindari semua makanan maupun minuman manis. Kita hanya perlu untuk menyiasatinya saja agar tidak terjadi masalah pada kesehatan kita dikemudian hari.

donatTerlalu banyak konsumsi makanan maupun minuman manis akan memberikan dampak yang berkepanjangan pada kesehatan kita. Tidak saja dapat menambah berat badan, selain itu juga dapat menyebabkan kita mengalami malnutrisi. Sebab, demi memuaskan keinginan untuk mengkonsumsi makanan maupun minuman manis, kita justru tidak mengurangi makanan maupun minuman yang baik dan bervitamin untuk tubuh kita.

Makanan maupun minuman manis memang membuat kita merasa lebih kenyang, namun sesungguhnya dengan mengkonsumsi makanan maupun minuman manis, bukan vitamin yang kita masukkan ke dalam tubuh kita, namun kita justru memasukkan kalori yang berlebihan dan berbahaya bagi tubuh kita.

Kita bisa melakukan beberapa cara seperti dibawah ini untuk menyiasati keinginan mengkonsumsi makanan manis dengan cara mengganti makanan manis dengan mengkonsumsi makanan yang lebih bernutrisi dan juga memiliki rasa manis yang lebih baik daripada gula.

  • Cokelat hitam
cokelat batangan

cokelat batangan

Bagi anda yang suka cokelat, beralihlah ke cokelat hitam yang mengandung 70% cocoa. Semakin tinggi kandungan cokelatnya maka semakin rendah pula kandungan gulanya. Cokelat merupakan jenis makanan yang kaya akan antioksidan. Cokelat susu justru mengandung banyak gula serta lemak susu. Maka dari itu, bacalah label pada kemasannya untuk mengetahui apa yang terkandung didalamnya. Cokelat sehat seharusnya lebih banyak mengandung cokelat bukan gula.

  • Kurma

Buah kurma memiliki rasa yang manis. Rasa manisnya hampir mirip dengan permen karamel. Mengkonsumsi buah kurma tentunya lebih menyehatkan daripada mengkonsumsi permen karamel.

  • Es krim buah

Semua orang suka es krim. Tapi sayangnya es krim mengandung banyak gula serta kalori. Ada baiknya untuk membuat es krim sendiri dari buah-buahan seperti pisang. Caranya bekukan pisang yang sudah matang lalu hancurkan dengan menggunakan blender dan ditambah dengan susu tanpa lemak. Anda bisa mengganti buah pisang dengan buah lainnya yang anda sukai.

  • Menggunakan gula stevia

Anda bisa mengganti gula yang biasa ada pakai dengan gula stevia. Gula stevia berasal dari tanaman yang dapat memberikan rasa manis dan rendah kalori. Gula biasa dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepatDengan cara mengurangi gula biasa secara bertahap, maka anda akan menjadi jauh lebih sehat.

  • Konsumsi buah segar

Mengkonsumsi buah-buahan segar seperti jeruk, pear, apel, stroberi dan lain sebagainya yang memiliki rasa manis alami akan lebih baik bagi kesehatan. Selain mendapatkan rasa manis yang alami, anda akan mendapatkan berbagai macam manfaat lain seperti vitamin, mineral serta serat yang baik untuk tubuh kita.

1 comment for “Bagaimana Gula dan Tepung Dapat Menyebabkan Kegemukan

  1. Pingback: jeff

Comments are closed.