Bahaya Detak Jantung Terlalu Cepat Serta Makanan Untuk Mencegah Detak Jantung Terlalu Cepat

organ jantung

organ jantung

Detak jantung yang terlalu cepat ketika seseorang sedang berisitirahat perlu untuk diwaspadai karena dapat meningkatkan resiko kematian mendadak. Resiko tersebut bahkan akan tetap tinggi meskipun secara fisik orang tersebut sehat serta fit.

Detak jantung ketika beristirahat adalah detak jantung permenitsaat seseorang sedang duduk maupun berbaring selama 10 menit.Seseorang yang ketika beristirahat detak jantungnya berkisar antara 60 sampai 100 detk jantung per menit masih dianggap normal.

Detak jantung ketika beristirahat dipengaruhi oleh sirkulasi hormonal, level aktivitas fisik dan sistem saraf otonomik.

Selama ini seseorang yang sangat aktif secara fisik umumnya memiliki detak jantung istirahat yang relatif rendah. Namun, para peneliti juga ingin mengetahui apakah detak jantung memiliki pengaruh pada resiko terjadinya kematian, terleps dari level olahraga atau kegiatan secara fisik yang dilakukan oleh seseorang.

Sebanyak 3000 responden pria yang ikut berpartisipasi dalam penelitian yang diberi nama Copenhagen Male Study. Para responden tetap dimonitor kesehatannya selama 16 tahun. Penelitian ini dimulai pada tahun 1971 untuk meneliti kesehatan kardivaskular paa responden yang semuanya berasal dari 14 perusahaan besar di Kopenhagen, Denmark.

Pada tahun 1971, semua responden diwawancarai oleh dokter tentang kesehatan serta gaya hidupnya, termasuk kebiasaan merokok serta berolahraga. Selain itu, para responden juga diuji secara fisik, antara lain seperti tes bersepeda untuk mengtahui level kardiorespiratori.

Para responden mengikuti tes kesehatan dilakukan lagi pada tahun 1986. Kali ini berupa tes pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, kadar gula darah dan kadar lemak darah. Selain itu para peneliti juga mengukur detak jantung ketika beristirahat.

serangan jantung

serangan jantung

Untuk mengetahui usia harapan hidup, para responden disurvei lagi 16 tahun kemudian. Dan ternyata sekitar 4 dari 10 orang responden telah meninggal dunia.

Para peneliti tidak merasa terkejut bahwa detak jantung ketika beristirahat sangat berkaitan dengan rendahnya aktivitas fisik, tekanan darah tinggi, berat badan serta meningkatnya kadar lemak darah.

Seseorang yang nilai detak jantung istirahatnya berkisar antara 51 sampai 80 denyutan per menit akan mengalami peningkatan resiko kematian mencapai 50%. Sedangkan seseorang yang nilai detak jantung istirahat antara 81 sampai 90 denyutan per menit memiliki resiko mengalami kematian mendadak dua kali lipat jika dibandingkan dengan seseorang yang denyut jantung istirahatnya lebih rendah. Jadi bisa dikatakan, semakin tinggi nilai denyutan seseorang maka makin tinggi juga resiko kematiannya.

Ketika faktor kebiasaan merokok juga ikut diperhitungkan, diketahui bahwa setip peningkatan detak jantung istirahat antara 12 sampai 27%  akan meningkatkan resiko kematian sebesar 20%.

Diantara begitu banyaknya kasus gangguan jantung yang ada, serangan jantung merupakan hal yang paling buruk yang dapat terjadi kapan saja. Detak jantung yang cepat atau tarkikardia merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko serangan jantung.

Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya saat kita melakukan aktivitas fisik, contohnya lari, jogging, bersepeda dan lain sebagainya. Namun, setelah kita selesai berolahraga serta beristirahat detak jantungnya masih kencang, maka sebaiknya kita perlu waspada.

Meskipun terjadi hal yang seperti ini, anda tidak perlu langsung panik jika anda memang mengalaminya. Konsultasikan dulu pada dokter ahli tentang kesehatan jantung anda serta utuk mengurangi kecepatan detak jantung anda.

Selain itu, anda juga bisa mengkonsumsi jenis makanan yang dapat mengurangi detak jantung yang terlalu cepat, seperti:

  • Pisang

Pisang kaya akan potasium. Potasium merupakan mineral yang baik dan efektif untuk mengurangi detak jantung yang terlalu cepat.

  • Tahu

Tahu merupakan jenis makanan yang kaya akan vitamin serta kalsium, sehingga baik sekali untuk kesehatan organ jantung. Selain itu, tahu juga baik bagi orang-orang yang ingin mengurangi berat badan.

  • Kismis

Kismis juga termasuk jenis makanan yang kaya akan potasium. Kismis merupakan salah satu jenis makanan yang merupakan obat alami untuk denyut jantung terlalu cepat.

  • Bayam
jus bayam

jus bayam

Bayam merupakan jenis sayurna yang tinggi magnesium. Kekurangan megnesium merupakan salah satu penyebab dari penyakit tarkikardia serta gangguan jantung yang lain. Maka dari itu konsumsilah bayam secara rutin untuk menjaga kesehatan jantung.

  • Almond

Kacang almond mengandung vitamin seta antioksidan yang dapat mencegah penyakit jantung dengan cara mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh. Almond juga mampu mengontrol nafsu makan sehingga sering dianggap sebagai camilan sehat.

  • Bawang putih

Bawang putih juga bak untuk kesehatan jantung, khususnya dalam hal mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah ke jantung yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada jantung. Bawang putih akan mengurangi kadar LDL dalam tubuh sehingga tidak terjadi penyumbatan pada pembuluh darah ke jantung. Selain itu, bawang putih juga kaya akan antioksidan yang dapat melawan berbagai radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

  • Tomat

Ada beberapa studi yang menyatakan bahwa tomat juga memiliki kemampuan untuk mengurangi resiko penyakit jantung. Selain itu tomat juga dapat mengurangi nyeri dada karena heartburn atau rasa panas seperti terbakar pada jantung.

  • Alpukat

Mineral seperti potasium digunakan oleh tubuh untuk mengatur aliran listrik  yang ada di dalam tubuh, termasuk pada organ jantung. Alpukat mengandung banyak sekali potasium yang nantinya akan membuat jantung selalu dalam keadaan sehat.

  • Ikan

Ikan laut seperti salmon, tuna maupun sarden memiliki kandungan lemak omega 3 yang banyak sekali. Lemak omega 3 baik sekali untuk menjaga kesehatan tubuh serta kesehatan jantung. Ikan salmon, tuna serta sarden juga efektif untuk mengurangi detak jantung yang terlalu cepat.