Bahaya Kurangnya Konsumsi Garam

garam laut kasar

garam laut kasar

Anda pastinya sudah mengetahui tentang bahaya konsumsi garam secara berlebihan. Namun, mengkonsumsi garam dalam jumlah yang terlalu sedikit juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita.  Bahkan bahaya kurangnya konsumsi garam hampir sama dengan bahanya terlalu banyak mengkonsumsi garam.

Ada sebuah penelitian terbaru yang telah dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension. Telah diketahui bahwa 90% populasi di dunia rata-rata mengkonsumsi garam sebanyak 2645 sampai 2945 mg.

Para penelitian melakukan penelitian terhadap 275.000 orang responden. Para responden tersebut digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu golongan konsumsi garam berlebihan, golongan konsumsi garam sedang serta golongan konsumsi garam sedikit atau kurang dari kisaran yang dianjurkan.

Hasil analisa para peneliti menunjukkan hasil ang benar-benar diluar dugaan. Para peneliti menemukan bahwa, orang yang mengkonsumsi garam terlalu sedikit memiliki peningkatan mengalami resiko kematian serta penyakit kardiovaskular, jika dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi garam sedang.

garam meja

garam meja

Salah seorang peneliti yang juga seorang senior konsultan dari departemen penyakit dalam, infeksi dan reumatologi dari Copenhagen University di Denmark yang bernama Neil Graudal, menyatakan bahwa, orang yang tekanan darahnya normal maupun orang yang tidak beresiko tinggi seharusnya tidak perlu terlalu khawatir untuk mengkonsumsi garam.

Namun, tidak semua pakar maupun ahli kesehatan yang sepakat dengan temuan para peneliti tersebut. Seorang pakar kesehatan msyarakat global dari Tulane University of Public Health and Tropical Medicine yang bernama Paul K Whelton, mengatakan bahwa analisis tersebut masih memiliki batasan.

Contohnya, pengukuran konsumsi garam dalam penelitian tersebut merupakan hasil survei dan bukan dari hasil pengukuran secara langsung sehingga beliau merasa tidak percaya dengan semua itu.

Selain daripada itu, ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan seseorang untuk mengubah pola makan yang biasa ia lakukan. Hal seperti ini berlawanan dengan timbulnya penyakit tertentu yang disebabkan oleh pola makan.

Profesor Paul K Whelton lebih menekankan ada pentingnya membatasi asupan garam. Suatu lembaga kesehatan bernama Centers for Disease Control and Prevention atau yang disingkat CDC menyarankan agar mengkonsumsi garam sebaiknya kurang dari 2300 mg perhari bagi orang-orang yang beumur kurang dri 50 tahun. Sedangkan American Heart Association menyarankan agar mengkonsumsi garam kurang dari 1500 mg per hari.

Natrium atau yang biasa kita kenal dengan nama garam sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu jenis makanan yang berbahaya, khususnya bagi orang-orang yang mengidap penyakit hipertensi. Namun, masih ada banyak sekali perbedaan pendapat tentang kebenaran dari pembatasan garam yang dapat membuat tubuh jadi semakin sehat.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention atau CDC di Institute of medicine of the National Academies pada tahun 2013 telah menemukan bahwa membatasi konsumsi garam kurang dari satu sendok teh setiap hari ternyata tidak bermanfaat sama sekali.

Penelitian tersebut telah menemukan bahwa tidak ada bukti esensial  untuk membatasi konsumsi garam kurang dari 2300 mg per hari. Namun, penemuan ini masih berlaku sebatas bangsa Amerika saja. Penelitian ini juga membuat kesimpulan bahwa mengkonsumsi satu setengah sampai tiga sendok teh garam setiap hari tidak akan menimbulkan kerugian yang signifikan pada kesehatan seseorang.

makanan yang kaya garam

makanan yang kaya garam

Sampai saat ini, pemerintah di Amerika terus merendahkan batasan konsumsi garam. Selain itu produsen makanan di Amerika juga berusaha untu menghilangkan garam pada produk-produk yang mereka jual. Maka dari itu, penting sekali dilakukan sebuah penelitian yang berkaitan dengan pemahaman untung rugi mengurangi asupan garam.

Garam mudah sekali untuk ditemukan dalam berbagai makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Makanan-makanan yang mengandung garam, antara lain keripik, sup, minuman serta daging olahan. Maka dari, banyak dari para peneliti yang menganjurkan untuk mengurangi asupan garam yang justru membuat tubuh kita menjadi tidak nyaman jika dibandingkan dengan keuntungan kesehatan yang kita peroleh.

CDC lebih menyarankan untuk mengkonsumsi garam sebanyak 1500 mg saja per hari. 1500 mg sama dengan setengah sendok teh. Konsumsi garam sebanyak 1500 mg per hari dipercaya mampu mencegah resiko munculnya penyakit jantung serta hipertensi.

Namun pada kenyataannya, konsumsi garam yang kurang dari semestinya. Sebab, disinyalir bahwa kadar garam yang dibawah batasan normal justru dapat meningkatkan kadar trigliserida yang beresiko memicu munculnya resistensi insulin yang nantinya akan berdampak munculnya penyakit diabetes.

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan berbagai mitos serta salah pengertian yang berhubungan dengan asupan garam sehari-hari. Beberapa mitos yang muncul, adalah:

  • Sodium dan garam itu berbeda

Ini hanya mitos dan pengertian ini benar-benar salah. Garam terbuat dari sodium serta klorida. Padahal, banyak sekali makanan kemasan yang pada label kemasannya tercantum bahwa produk tersebut menggunakan sodium, malahan berani mengklaim bahwa produknya merupakan makanan rendah garam.

  • Muffin mengandung sedikit garam

Pada kenyataannya, banyak sekali jenis makanan yang mengandung garam. Berbagai jenis makanan mulai yang asin, manis maupun pahit, semuanya pasti mengandung garam. Bahkan roti maupun kecap juga masih menggunakan garam sebagai salah satu bahan bakunya.

  • Masakan rumahan banyak mengandung garam
makanan cepat saji

makanan cepat saji

Faktanya, kita hanya perlu menambahkan sedikit garam pada masakan yang kita masak maupun makanan yang kita makan di rumah. Justru makanan olahan seperti sosis maupun makanan-makanan yang dijual di luaran mengandung banyak sekali garam. Maka dari itu, sebaiknya batasi jajan atau mengkonsumsi makanan di luar, khususnya mengkonsumsi makanan yang dijual di restoran cepat saji.

1 comment for “Bahaya Kurangnya Konsumsi Garam

  1. Pingback: dwayne

Comments are closed.