Bahaya Lain Dari Kurang Tidur

kurang tidur

kurang tidur

Orang-orang yang kurang tidur karena insomnia, gangguan tidur maupun karena begadang, ternyata lebih sensitive terhadap rasa sakit. Menurut sebuah penelitian tentang orang-orang yang kurang tidur, ditemukan bahwa mereka mengidap kepekaan terhadap rasa sakit.

Orang-orang yang mengalami kurang tidur, diminta untuk menjalani tes kepekaan terhadap rasa sakit, yaitu menjalani cold pressor test. Para peserta diminta untuk mencelupkan tangannya ke dalam air dingin.

Setelah itu para peserta ditanya tentang kebiasaan tidur, lamanya waktu tidur serta ada tidaknya gangguan tidur. Kemudian data-data tersebut dicocokkan dengan nyeri kronis atau rasa sakit yang muncul secara terus menerus dan berulang-ulang, serta berbagai factor lainnya yang dapat mengganggu tidur.

Hasilnya beberapa peserta dapat menahan rasa sakit karena dingin selama beberapa detik. Sementara beberapa peserta yang disinyalir mengalami kurang tidur karena insomnia maupun gangguan lainnya, tidak mampu menahan rasa sakit karena dingin dalam waktu yang cukup lama.

Semakin sering seseorang mengalami kurang tidur karena insomnia maupun begadang, maka orang tersebut akan semakin sensitive terhadap rasa sakit. Inilah sebabnya, mengapa orang-orang yang kurang tidur sering mengeluhkan rasa sakit yang seolah ada dimana-mana, seperti sakit kepala, sakit pada otot mata, otot bahu, pundak, tengkuk, punggung dan lain sebagainya.

Hasil dari penelitian ini sama dengan penelitian yang pernah dilakukan di tahun 2012 yang menyatakan bahwa orang tidurnya cukup  umumnya lebih tahan terhadap rasa sakit, jika dibandingkan dengan orang yang kurang tidur.

bahaya kesehatan karena kurang tidur

bahaya kesehatan karena kurang tidur

Rasa sakit dan tidur, sebenarnya sangat erat sekali hubungannya. Sayangnya kita masih belum bisa mengetahui secara pasti mekanisme atau cara yang menyebabkan rasa sakit dengan tidur sangat berkaitan.

Umumnya seseorang yang mengalami nyeri kronis serta kurang tidur akan diobati secara bersamaan. Mengatasi kurang tidur secara perlahan mampu mengurangi sensitivitas terhadap rasa sakit.

Ada tanda-tanda bahwa anda mengalami kurang tidur. Bila anda banyak mengkonsumsi makanan yang memiliki rasa manis, bisa jadi anda mengalami kurang tidur.

Kebanyakan orang-orang yang kurang tidur, baik karena insomnia, begadang maupun gangguan lainnya, akan lebih senang mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Hal seperti ini dipicu oleh tubuh anda yang membutuhkan lebih banyak energy. Sementara energy dihasilkan dari gula serta oksigen.

Menurut beberapa ahli kesehatan, kualitas tidur seseorang mampu mempengaruhi seleranya terhadap makanan yang dikonsumsinya. Ketika seseorang kurang tidur, maka tubuh akan memberikan signal berupa rasa kantuk. Rasa kantuk muncul sebagai tanda tubuh kita butuh istirahat. Rasa kantuk juga merupakan salah satu tanda bahwa tubuh kita membutuhkan gula serta oksigen.

Gula merupakan salah satu sumber energy, sedangkan oksigen diperlukan sebagai asupan organ otak. Tubuh memerlukan gula serta oksigen untuk bisa bekerja dengan optimal. Kekurangan gula serta oksigen akan menyebabkan seseorang merasakan kantuk yang luar biasa.

Ketika seseorang mengalami kurang tidur maka seluruh energy dalam tubuhnya seolah-olah seperti terkuras. Sehingga, ia akan mencari cara agar tubuhnya mendapatkan asupan energy, yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

Kandungan gula dalam makanan nantinya akan langsung diproses menjadi energy. Sehingga tubuh dapat bekerja kembali secara optimal.

Sedangkan untuk mengatasi masalah kekurangan oksigen, maka biasanya seseorang akan mengkonsumsi kopi. Kandungan kafein dalam kopi akan mengoptimalkan kemampuan darah untuk menangkap oksigen, yang nantinya akan disalurkan ke organ otak serta organ tubuh yang lainnya.

Selain selera makan yang berubah, kurnag tidur juga dapat menyebabkan seseornag cepat merasa lelah dan lemas. Sayangnya, kebanyakan orang akan menganggap hal seperti ini terjadi karena kekurangan vitamin serta mineral. Sehingga orang-orang berusaha mengatasinya dengan mengkonsumsi suplemen untuk mengatasi rasa lemas.

Sebenarnya yang sangat dibutuhkan adalah tidur. Tidur yang cukup akan membuat seseorang menjadi merasa lebih segar serta lebih bertenaga. Orang-orang yang tidurnya cukup kebanyakan tidak memerlukan hidangan manis maupun suplemen, karena energinya sudah cukup.

Kurang tidur serta kelelahan mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi lebih cepat marah. Kurang tidur mampu menyebabkan control diri serta kemampuan dalam berpikir menjadi kurang baik. Selain itu, orang yang kurang tidur juga tidak mampu menghadapi stress.

tanda kurang tidur

tanda kurang tidur

Semakin sedikit waktu tidur seseorang, maka semakin sulit bagi orang tersebut untuk berpikir jernih. Maka dari itu, orang yang kurang tidur juga lebih rentan mengalami depresi.

Saat seseorang mengalami kurang tidur, maka kemampuan untuk berpikir, mengingat maupun belajar akan mengalami gangguan. Hal ini nantinya akan menyebabkan suasana hati orang tersebut menjadi kacau, sehingga orang tersebut menjadi mudah tersinggung. Orang tersebut juga akan mengalami kesulitan dalam membuat keputusan.

Saat kita sedang dalam keadaan tidur, tubuh kita sedang menabung energy. Pada saat itu, terjadi juga proses perbaikan sel-sel tubuh. Bila proses perbaikan sel-sel tubuh mengalami gangguan, maka kondisi fisik maupun mental kita juga akan terganggu.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan adanya meningkatan aktivitas amigdala ketika kita mengalami kurang tidur. Amigdala merupakan bagian dari otak yang mengatur emosi.  Kurang tidur mampu memicu meningkatan emosi-emosi negative serta membuat kita tidak mampu untuk mengendalikan emosi-emosi negative tersebut.

Pada anak-anak, kurnag tidur juga mampu menganggu kestabilan emosi. Anak-anak yang kurang tidur serta kelelahan umumnya lebih sering marah atau yang biasa disebut tantrum,dibandingkan dnegan anak-anak yang tidurnya cukup.