Bahaya Lain Dari Terlalu Banyak Duduk Dan Cara Mengatasinya

terlalu banyak duduk

terlalu banyak duduk

Sudah banyak sekali penelitian yang menyatakan bahwa terlalu banyak duduk mampu meningkatkan resiko terserang berbagai macam penyakit. Terlalu banyak duduk tentunya akan membuat seseorang menjadi kurang gerak.

Dalam sebuah penelitian di Swedia, menunjukkan bahwa wanita yang terlalu banyak duduk memiliki resiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kanker payudara. Selain itu mereka juga akan meningkatkan resiko terserang kanker dinding rahim atau yang biasa disebut kanker endometrium.

Penelitian tersebut melibatnya 29.000 wanita di Swdia yang berusia 25 tahun sampai 65 tahun yang awalnya tidak mengidap kanker. kemudian para peneliti memeriksa kesehatan para wanita tersebut selama sekitar 25 tahun.

Para wanita tersbeut dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok pekerja kantor yang tidak pernah melakukan olahraga, kelompok pekerja kantor yang suka berolahraga serta kelompok wanita yang mengharuskan tubuhnya terus bergerak, berdiri serta berjalan.

Ternyata, kelompok wanita pekerja kantoran yang terlalu banyak duduk memiliki resiko sebesar 2,4 kali lebih rentan mengidap kanker endometrium serta kanker payudara sebelum mengalami menopause, dibandingkan dengan wanita yang lebih banyak berkerak secara aktif.

Hasil penelitian tersebut dapat memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan pada tahun 2014 yang menemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan resiko terserang kanker. bahkan dalam penelitian di tahun 2011, dari 230.000 kasus kejadian kanker payudara pertahun di Amerika, sekitar 49.000 kasus kanker payudara dialami oleh wanita yang tidak aktif bergerak.

Menurut penelitian, bergerak secara aktif mampu mengurangi tingkat molekul dalam darah yang berkaitan dengan terserang kanker.

obesitas pada remaja

obesitas pada remaja

Menurut beberapa ahli kesehatan, tubuh yang lebih aktif dalam bergerak mampu mengatasi berbagai gangguan kesehatan.  Terlalu banyak duduk snagat berkaitan dengan obesitas, diabetes serta kanker. orang yang mengalami obesitas dan tidak aktif dalam bergerak juga akan beresiko terserang kanker.

Namun, kanker masih bisa dicegah secara dini dengan cara mengubah kebiasaan. Kebiasaan seperti terlalu banyak duduk juga snagat berkaitan dengan peningkatan resiko terserang kanker usus besar. Namun masih belum ada penjelasan pasti tentang bagaimana hal tersebut bisa terjadi.

Menurut para ahli kesehatan, kabanyakan orang yang terlalu banyak duduk mengalami kanker usus besar. Sedangkan orang-orang obesitas yang memiliki pola makan yang buruk serta terlalu banyak duduk, justru mengdidap kanker usus, kanker prostat, kanker payudara, serta kanker uterus.

Umumnya hal tersebut disebabkan oleh obesitas itu sendiri. Lemak yang berlebihan akan membentuk protein yang justru memicu munculnya berbagai macam penyakit. Kelebihan makanan yang menumpuk di dalam perut ditambah dengan lemak yang berlebihan, tentunya akan semakin memperparah kondisi kesehatan.

Maka dari itu, lebih aktif dalam bergerak biasanya lebih disarankan untuk mencegah berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kanker. namun hal tersebut harus disertai dengan motivasi yang tinggi. Tanpa adnaya motivasi yang tinggi serta tanpa tujuan untuk menuju kehidupan yang lebih baik, maka nantinya akan muncul kegagalan.

Sebaiknya kurangi waktu untuk duduk dan perbanyak bergerak. Bergeraklah sesering mungkin serta melakukan berbagai aktivitas fisik yang sederhana. Untuk orang-orang yang terlanjur mengalami obesitas, sebaiknya ditambah dengan melakukan olahraga secara rutin disamping tetap aktif dalam bergerak.

Tujuannya untuk mengurangi penumpukan lemak yang merupakan penyebab dari berbagai gangguan kesehatan. Olahraga yang sangat disarankan adalah latihan kardio, seperti lari maupun berenang. Bersepeda maupun melakukan aerobic juga bisa mengurangi penumpukan lemak. Selain itu juga bisa melakukan latihan beban untuk membentuk otot-otot tubuhnya.

olahraga jalan kaki

olahraga jalan kaki

Jika anda merasa tidak punya waktu untuk itu semua, melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki juga bisa menjauhkan diri kita dari serangan penyakit kanker.

Ada sebuah penelitian  yang menunjukkan bahwa wanita yang rutin berjalan kaki memiliki resiko lebih rendah mengalami kanker payudara. Resiko untuk mengalami kanker payudara lebih kecil daripada wanita seumuran yang jarang melakukan olahraga.

Hal tersebut merupakan hasil dari riset yang melibatkan wanita yang telah menopause. Wanita yang telah menopause yang rutin jalan kaki selama 1 jam sehari memiliki resiko sebesar 14% lebih rendah terserang kanker payudara dibandingkan dengan wanita menopause yang jarang jalan kaki. Semakin rutin jalan kaki, maka semakin rendah resiko terserang kanker.

Jalan kaki selama 1 jam setiap hari mampu menurunkan resiko terserang kanker payudara bagi wanita. Semakin rutin berjalan kaki maka akan menurunkan resiko terserang kanker payudara sebanyak 25%. Terapi jalan kaki juga baik sekali untuk orang-orang yang mengalami obesitas.