Bahaya Makanan Karbohidrat Tinggi

makanan yang mengandung karbohidrat

makanan yang mengandung karbohidrat

Makan dalam jumlah yang berlebihan akan sangat berbahaya karena sangat berkaitan dengan kondisi kesehatan seseorang.

Seringkali tanpa sadar seseorang mengkonsumsi makanan lebih banyak dari porsi yang dianjurkan. Kondisi seperti stres juga dapat berpengaruh pada nafsu makan seseorang dan umumnya menjadi tidak selektif dalam apa yang dimakannya.

Mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang melebihi batas normal juga dapat berdampak pada kesehatan kita.

Masalah kesehatan seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes maupun stroke umumnya merupakan penyakit yang lebih disebabkan karena konsumsi karbohidrat yang berlebihan.

Penyakit jantung merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Banyak orang yang merasa khawatir bila dirinya terserang penyakit jantung.

Berbagai upaya akan dilakukan untuk mengurangi resiko terserang penyakit jantung. Rajin berolahraga khususnya senam jantung, memeriksa kondisi jantung secara rutin serta menjauhi makanan yang dapat memicu peningkatan resiko terserang penyakit jantung.

Sayangnya, orang-orang tersebut hanya membatasi asupan lemak saja karena jenis makanan ini dapat meningkatkan serangan jantung. Padahal, jenis makanan yang mengandung karbohidrat juga dapat memicu penyakit jantung. Makanan yang mengandung karbohidrat ,adalah nasi, roti, mie dan lain sebagainya.

karbohidrat

karbohidrat

Karbohidrat yang dikonsumsi sesuai dengan batas normal dapat membantu keseimbangan dan kesehatan tubuh. Namun konsumsi karbohidrat yang terlalu berlebihan akan memicu berbagai penyakit  termasuk penyakit jantung.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika telah menyatakan bahwa seseorang yang memiliki pola makan kaya karbohidrat akan berpotensi meningkatkan kadar gula darah sekaligus meningkatkan resiko terserang penyakit jantung.

Penelitian lainnya yang dilakukan di Pusat Penelitian Chaim Cheba di Israel, melakukan evaluasi terhadap 56 pria dan wanita yang mengalami masalah pada berat tubuhnya  atau mengalami obesitas.

Para responden yang dievalusi tersebut berusia 35 sampai 60 tahun. Setiap responden yang tercatat tidak memiliki catatan menderita diabetes maupun penyakit jantung pada catatan kesehatannya. Setelah itu mereka dibagi menjadi dua kelompok dangan jenis menu sarapan yang berbeda.

Responden golongan pertama diberi menu sarapan pagi yang mengandung gula, jagung serta sereal yang merupakan makanan yang akay akan serat dan air. Lalu para peneliti memantau indeks pencatatan kandungan karbohidrat dalam tubuh para responden.

Sedangkan responden golongan kedua diberi menu sarapan karbohidrat yaitu dengan memberi makanan berupa gandum, buah dan sayuran serta kacang-kacangan. Kemudian para responden diberi makanan berkarbohidrat tinggi seperti kentang, jagung dan roti tawar.

Sebelum dan sesudah para responden makan makanan tersebut, para peneliti melakukan pengecekan pada fungsi endothelium yang merupakan lapisan pada sel dan menjadi pembatas dalam pembuluh darah. Bila endothelium ini tidak dapat berfungsi dengan baik maka akan memicu penyakit jantung.

Brachial After Flow – Mediated Dilation atau FMD digunakan untuk mendeteksi  fungsi endothelium. Kadar gula darah pun juga diperika oleh tim peneliti dan dilakukan sebelum dan sekitar 2 jam setelah makan.

roti gandum

roti gandum

Responden yang mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat mengalami peningkatan kadar gula dalam darahnya. Dan para peneliti juga menemukan bahwa makanan yang mengandung karbohidrat tinggi berpotensi untuk merusak fungsi endothelial.

Selain itu makanan yang kaya akan gula juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung yang umumnya tidak hanya terjadi pada mereka yang mengalami diabetes namun juga pada masyarakat pada umumnya.

Menurunnya fungsi dari endothelium merupakan faktor utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan juga gangguan pada pembuluh darah.

Dalam sebuah studi di Universitas Alabama Amerika, sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian tentang kelebihan karbohidrat sebagai pemicu penyakit jantung serta tentang kaitannya antara mengurangi kadar karbohidrat dalam tubuh dengan cara adanya rasa kenyang setelah makan.

Sekitar 55% penduduk di Amerika mendapatkan asupan kalori harian dari gula, serat dan juga tepung. Hal inilah yang perlu untuk dikontrol dalam melakukan diet.

Meskipun penelitian di atas menyatakan bahwa mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan resiko terserang penyakit jantung  masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Jadi, ada baiknya untuk mengurangi kadar akbohidrat dalam menu makan kita sehari-hari. Konsumsilah karbohidrat secukupnya saja. Untuk menggantikannya anda bisa mengkonsumsi buah dan sayuran segar yang tidak hanya mengeyangkan tapi juga lebih menyehatkan.

1 comment for “Bahaya Makanan Karbohidrat Tinggi

  1. November 27, 2014 at 9:54 am

    Ancaman serius ni bagi karboholic!

Comments are closed.