Bahaya Tubuh Terlalu Gemuk Dan Terlalu Kurus

obesitas pada anak

obesitas pada anak

Kegemukan atau yang biasa disebut dengan nama obesitas, sering kali disebut-sebut sebagai faktor pemicu dari berbagai macam penyakit, misalnya diabetes maupun penyakit jantung yang dapat menyebabkan kematian pada seseorang.

Namun, ternyata orang yang bertubuh kurus juga bisa mengalami penyakit yang sama seperti orang yang mengalami obesitas. Kondisi penyakit diabetes serta penyakit jantung pada orang kurus bahaya akan semakin meningkat daripada pada orang yang gemuk.

Orang yang berbadan kurus memiliki resiko kematian sebesar dua kali lipat jika dibandingkan dengan orang-orang yang berat badannya normal.

Masalah seperti obesitas memang telah menjadi sorotan pada saat ini, namun ternyata masih banyak juga orang yang berat badannya kurang atau kurus. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal kesehatan Journal of Epidemiology and Public Health. studi ini diikuti oleh beberapa orang responden selama kurun waktu lima tahun.

Para peneliti memusatkan penelitian pada korelasi antara indeks massa tubuh maupun perkiraan jumlah lemak tubuh dengan membandingkan berat serta tinggi badan seseorang dan berbagai resiko kematian yang berhubungan dengan penyakit apapun.

Mereka menemukan bahwa para responden yang indeks massa tubuhnya 18,5 atau lebih rendah dari itu memiliki resiko kematian sebesar 1,8 kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan para responden yang memiliki indeks massa tubuh normal yaitu sekitar 18,5 sampai 25,9.

Sedangkan para responden yang termasuk golongan obesitas dengan indeks massa tubuh 30 sampai 24,9 memiliki resiko kematian sebesar 1,2 kali lebih tinggi dibandingan dengan responden yang indeks massa tubuhnya normal. Dan responden yang indeks massa tubuhnya 35 atau bahkan lebih memiliki resiko kematian sebesar 1,3 kali lebih tinggi daripada responden yang indeks massa tubuhnya normal.

badan-kurusUntuk mencegah maupun mengurangi masalah obesitas, mengurangi berat badan saja tidaklah cukup, namun juga harus mempertimbangkan berat badan yang sehat. Untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh seseorang, maka orang tersebut perlu juga untuk berpikir tentang massa ototnya.

Berbagai faktor penyebab kurangnya berat badan atau kurus, umumnya masih berhubungan dengan faktor kurang nutrisi, merokok, penggunaan obat-obatan tertentu, alkohol, gangguan mental serta kemiskinan.

Selain daripada itu, pengaturan suhu ruangan juga ikut berdampak pada peningkatan maupun penurunan berat badan seseorang. Namun, pernyataan seperti ini masih menjadi bahan perdebatan para ahli kesehatan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda, suhu ruangan yang dingin dapat membantu untuk menurunkan berat badan seseorang yang melakukan aktivitas di dalamnya. Menurut penelitian ini, pengaturan suhu ruangan yang tinggi di rumah, kantor, maupun rumah sakit kemungkinan akan membuat penguhinya merasa nyaman, namun justru membuat tubuh mereka berhenti untuk membakar kalori yang berlebihan. Hal inilah yang nantinya dapat memicu munculnya obesitas.

Orang-orang akan cenderung mengalami peningkatan pada berat badannya bisa setiap harinya kalori yang masuk ke dalam tubuh jumlahnya lebih banyak daripada jumlah kalori yang dibakar.

Peneliti yang berasal dari Maastricht University Medical Centre mengungkapkan bahwa suhu ruangan yang tepat untuk menjaga keseimbangan konsumsi energi adalah 19° Celcius. Pada suhu ruangan yang rendah, orang akan membakar kalori lebih banyak karena memerlukan banyak energi untuk menghangatkan tubuhnya.

Hal seperti ini justru berlawanan dengan adanya anggapan yang menyatakan bahwa mematikan alat penghangat ruangan akan mendorong penghuni atau orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut untuk makan lebih banyak karena merasa kedinginan.

Suhu udara sekitar 19° Celcius sudah cukup serta bukan untuk digunakan sepanjang hari. Konsumsi energi akan meningkat dalam suhu ruangan yang dingin secara ringan serta perlahan-lahan akan membawa perubahan pada berat badan.

tetap berolahraga

oahraga

Namun, dampaknya akan lebih besar lagi bila diimbangi dengan melakukan pola makan yang sehat serta olahraga secara rutin.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa berada dalam suhu dalam ruangan yang dingin akan memungkinkan seseorang mengalami stroke. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, orang-orang yang tinggal di dalam rumah yang mengatur suhu ruangannya diatas 23° Celcius memiliki kecenderungan bertubuh kurus. Sebab, tubuh yang selalu berkeringat akan menggunakan lebih banyak energi untuk menghilangkan hawa panas dalam tubuh.

Selain itu, suhu ruangan yang panas juda dapat menurunkan nafsu makan serta mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang.

Namun sayangnya, hasil penelitian tersebut dibantah oleh Tam Fry yang merupakan anggota dari Forum Obesitas Nasional Inggris. Tam Fry mengatakan bahwa, lingkungan yang dingin akan mengaktifkan deposit atau simpanan lemak di dalam tubuh untuk menghasilkan panas sebesar 300 kali lipat jika dibandingkan dengan  organ tubuh yang lain.

 

Simpanan lemak dalam tubuh nantinya akan dibakar dalam tubuh sebagai sumber daya panas alami untuk tubuh. Panas alami tubuh ini akan membuat seseorang yang tinggal dalam suhu ruangan yang dingin menjadi hangat serta membuat tubuh kita mampu menjaga kehangatannya agar tetap dalam suhu normal.

Penyebab Dan Gejala Kekurangan Seng

Mineral seng merupakan mineral yang menyebar di seluruh tubuh, seperti di bagian tulang, rambut, kulit, otot, hati, gigi, testis maupun pada bagian sel-sel darah putih. Mineral seng lebih dikenal dengan nama zinc. Seng ini merupakan bagian dari hampir seluruh enzim yang ada di dalam tubuh termasuk enzim-enzim yang membentuk RNA arau Ribonucleic Acid serta DNA atau Deoxyribonucleic Acid.

Jumlah mineral seng dalam tubuh kita tergantung dari jumlah seng dari makanan yang kita konsumsi. Seng sangat penting artinya untuk kesehatan kulit, pertumbuhan serta proses penyembuhan luka. Mayoritas seng yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi akan diserap oleh tubuh kita. Berbagai makanan yang mengandung banyak mineral seng, meliputi hati, daging, telur serta seafood.

Ada banyak sekali kondisi yang mampu membuat tubuh kita cepat sekali kekurangan seng. Konsumsi makanan seperti padi-padian yang belum digiling serta makanan lain yang mengandung serat serta fosfat dapat menghambat proses penyerapan seng.

Kondisi seperti adanya kelainan yang disebut akrodermatitis enteropatika adalah suatu kelainan yang bersifat genetik yang jarang sekali terjadi. Kelainan seperti ini dapat membuat seng tidak bisa diserap oleh tubuh dengan baik.

Ibu-ibu yang sedang dalam masa kehamilan mengalami kondisi kekurangan seng, maka bayi yang dikandungnya akan mengalami kelainan serta memiliki berat badan yang kurang dari berat badan normal saat dilahirkan.

Diagnosa kekurangan mineral sel pada tubuh berdasarkan pada keadaan dari orang yang mengalami kondisi seperti ini, gejala-gejalanya serta respon dari pemberian seng tambahan. Cara seperti periksa darah maupun periksa urin tidak dapat mengukur kadar seng dalam tubuh seseorang dengan tepat.

Jarang sekali ada kasus seseorang yang mengkonsumsi seng dalam jumlah berlebihan. Umumnya, kelebihan seng dalam tubuh terjadis ebagai akibat dari mengkonsumsi makanan maupun minuman asam yang dikemad dalam tempat yang dilapisi seng. Pada pabrik tertentu, menghirup paparan asap zinc oxide juga dapat menyebabkan kelebihan seng dalam tubuh.

Orang yang mengalami kelebihan seng dalam tubuhnya akan merasakan seperti rasa besi pada bagian mulut dan disertai dengan gejala muntah, mual serta diare. Menghirup paparan zinc oxide akan menyebabkan rasa besi pada bagian mulut, berkringat, napas menjadi cepat, serta demam. Kenlainan seperti ini sering disebut juga dengan nama metal fume fever. Terlalu banyak mengkonsumsi seng dalam jangka panjang dapat menurunkan proses penyerapan tembaga sehingga menyebabkan anemia serta gangguan sistem daya tahan tubuh.

 Seng muda ditemukn pada berbagai macam jenis makanan yang kaya akan protein, seperti kacang-kacangan, polong-polongan serta daging. Tubuh kita sebenarnya membutuhkn asupan seng yang sangat sedikit, sebab proses penyerapan seng oleh tubuh kita juga sangat kecil.

Dengan adanya zat besi, tembaga serta kandungan phytat pada jenis sayuran seperti kangkung maupun bayam, juga dapat menghambat penyerapan seng pada dinding usus. Namun bila berbagai zat tersebut telah difermentasikan dalam usus, maka penyerapan seng justru menjadi semakin meningkat.

Berbagai tanda-tanda bila tubuh kita kekurangan asupan seng, adalah:

  • Pertumbuhan tubuh yang lambat
  • Kurangnya nafsu makan
  • Lambatnya proses penyembuhan luka pada kulit sehingga dapat menyebabkan infeksi
  • Cepat lelah
  • Rambut mudah rontok
  • Adanya ketidaknormalan pada kemampuan daya perasa dan daya penciuman
  • Sulit melihat dalam kondisi gelap
  • Turunnya produksi hormon pada pria.

Mengapa kekurangan asupan seng bisa menurunkan produksi hormon pada pria? sebab kurangnya asupan seng dalam tubuh akan mengganggu proes pembentukan sel sperma serta pekembangan organ seks baik primer maupun sekunder pada pria.

Dalam keadaan normal, pria dewasa membutuhkan asupan seng sebesar 15 mg per hari, sedangkan pada wanita dewasa membutuhkan asupan seng sebanyak 12 mg per hari. Cara terbaik untuk mencukupi kebutuhan seng adalah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan seng.

Selain kacang-kacangan sert daging sapi, makanan yang kaya akan seng, adalah kerang, kepiting, hati, serta keju cheddar.

1 comment for “Bahaya Tubuh Terlalu Gemuk Dan Terlalu Kurus

  1. Pingback: Alberto

Comments are closed.