Berbagai Bahaya Dari Minuman Beralkohol Bagi Kesehatan

minuman beralkoholMinuman beralkohol meliputi semua minuman yang mengandung alcohol. Sedangkan alcohol sendiri memiliki nama kimia etanol. Menurut berbagai catatan sejarah, minuman beralkohol telah dikenal oleh manusia sejak 5000 tahun yang lalu. Bahkan minuman beralkohol merupakan bagian dari budaya  dalam kehidupan masyarakat tertentu.

Pada dasarnya alcohol memiliki sifat menekan aktifitas susunan syaraf pusat. Jadi, alkohol memiliki sifat yang sama dengan kafein serta nikotin. Alcohol juga merupakan zat adiktif atau zat yang menyebabkan kecanduan yang sering digunakan dalam bidang kedokteran. Dengan sifat dasarnya itu, alcohol juga termasuk dalam golongan depresan atau sesuatu yang dapat menyebabkan depresi.

Alcohol dalam kadar yang sedikit, akan menekan pusat pengendalian diri. Maka dari itu, seseorang yang telah mengkonsumsi minuman keras cenderung seperti tidak punya malu, sehingga orang tersebut berani untuk bicara, merasa lebih santai serta tidak merasakan cemas.

minum minuman beralkohol

minum minuman beralkohol

Dalam jumlah yang lebih banyak, maka seseorang yang telah mengkonsumsi alcohol mulai sempoyongan atau tidak mampu menjaga keseimbangan tubuhnya, tidak mampu berbicara dengan jelas serta kemampuan dalam menilai sesuatu menjadi semakin berkurang dalam sementara waktu.

Dalam jumlah yang semakin banyak lagi,  alcohol dapat menyebabkan seseorang mengalami koma bahkan bisa saja sampai meninggal dunia.

Ada orang yang peka sekali terhadap minuman berlakohol. Mengkonsumsi minuman berlakohol dalam jumlah sedikit saja akan menyebabkan perubahan tingkah laku yang sangat signifikan. Orang tersebut bisa berubah menjadi lebih agresif serta cenderung melawan setelah mengkonsumsi alcohol.

Bila dikonsumsi dalam waktu yang lama, maka alcohol akan menyebabkan ketergantungan. Bila seseorang sudah mengalami ketergantungan alcohol, maka akan sulit sekali untuk menghentikan kebiasaannya mengkonsumsi minuman beralkohol, serta akan menimbulkan gangguan baik pada fisik maupun mental orang itu sendiri.

Gangguan fisik maupun mental pada orang yang sudah ketergantungan alcohol, seperti lidah, tangan dan mata bergetar, mual, lesu, peningkatan detak jantung, berkeringat, resah, mudah emosi, menurunnya tingkat kesadaran atau delirium, kehilangan daya ingat atau amnesia, serta mengalami halusinasi.

Ternyata, minuman beralkohol lebih berbahaya daripada rokok. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai penelitian yang mengungkapkan bahwa minuman beralkohol mampu menyebabkan kerusakan maupun lubang pada usus sehingga usus tidak mampu menjalankan tugasnya lagi. Selain itu, dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa pecandu alcohol meninggal lebih cepat jika dibandingkan dengan ornag yang kecanduan rokok.

Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan serta dalam waktu yang lama, akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Minuman beralkohol dapat menyebabkan penyakit seperti sirosis hati maupun kecelakaan ketika mengendarai kendaraan bermotor setelah mengkonsumsi minuman beralkohol.

Ternyata, bukan hanya dua hal itu saja yang terjadi karena konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dalam waktu yang lama. Disinyalir ada begitu banyak penyakit berbahaya yang disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol, seperti:

  • Kanker

Kebiasaan buruk seperti  mengkonsumsi minuman beralkohol akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit kanker. Para pakar kesehatan menduga bahwa meningkatnya resiko penyakit kanker terjadi ketika tubuh mengubah alcohol menjadi asetildehida, yaitu suatu agen bersifat karsinogenik yang sangat kuat.

Berbagai jenis kanker yang sangat erat kaitannya dengan kebiasaan mengkonsumsi alcohol, meliputi kanker mulut, kanker faring, kanker laring atau pita suara, kanker tenggorokan, kanker payudara, kanker hati serta kanker usus besar. Resiko terjadinya kanker karena minuman beralkohol akan semakin tinggi bila disertai dengan kebiasaan merokok.

  • Anemia

Minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan turunnya jumlah sel darah merah, sehingga nantinya akan menyebabkan munculnya penyakit anemia.

Anemia dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti lemah, letih, lesu, sesak napas serta kepala terasa ringan.

  • Kejang

mabukKonsumsi minuam beralkohol dapat menyebabkan munculnya epilepsy serta memicu terjadinya kejang pada seseorang, meskipun orang tersebut tidak memiliki riwayat penyakit epilepsy .

Selain itu, alcohol juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kerja obat yang digunakan untuk mengatasi kejang-kejang maupun mengatasi penyakti epilepsy.

  • Hipertensi

Alcohol memiliki kemampuan untuk mengganggu system saraf simpatik yang berfungsi untuk mengatur pengecilan serta pelebaran pembuluh darah sebagai reaksi dari tubuh kita terhadap perubahan suhu, stress maupun dalam penggunaan tenaga.

Mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan serta dalam waktu yang lama akan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang nantinya akan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung, stroke maupun penyakit ginjal.

  • Penyakit jantung

Mengkonsumsi minuam beralkohol hingga anda tidak mampu mengendalikan diri akan dapat membuat trombosit di dalam darah menjadi cenderung berkelompok serta membentuk bekuan darah yang nantinya dapat menyebabkan munculnya serangan jantung secara mendadak maupun stroke.

Mengkonsumsi alcohol dalam jumlah berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya kardiomiopati yang dapat menyebabkan kematian akibat dari melemahnya serta gagalnya fungsi organ jantung sehingga menyebabkan munculnya fibrilasi atrium maupun fibrilasi ventrikel.

Fibrilasi atrium merupakan suatu kondisi dimana antrium atau jantung bagian atas berkedut atau berdenyut secara tidak beraturan yang nantinya akan menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang nantinya memicu penyakit stroke.

Sedangkan fibrilasi ventrikel merupakan suatu kondisi dimana keadaan ventrikel atau jantung bagian bawah berdenyut secara tidak beraturan yang mampu menyebabkan turunnya kesadaran dalam sementara waktu bahkan dapat menyebabkan kematian secara mendadak bila tidak segera ditangani.

  • Demensia

Seiring dengan bertambahnya usia, maka organ otak pun akan semakin mengecil. Secara normal organ otak akan semakin menyusut sekitar 1,9% setiap 10 tahun. Namun, seseorang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol akan mempercepat proses menyusutan organ otak tertentu.

Dengan kondisi semakin cepatnya penyusutan organ otak karena minuman beralkohol, maka penurunan daya ingat atau demensia akan lebih cepat terjadi. Seseorang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol cenderung mengalami penurunan kemampuan dalam membuat rencana, kemampuan menilai dan memecahkan masalah serta gangguan fungsi otak lainnya.

  • Gout

minum birGout merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh pembentukan Kristal asam urat pada bagian persendian yang nantinya akan menyebabkan nyeri sendi.

Gout merupakan salah satu penyakit keturunan, serta karena adanya pengaruh dari minuman beralkohol dan jenis makanan tertentu. Selain itu, minuman berlakohol juga dapat memperberat gejala dari penyakit gout.

  • Depresi

Kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan telah sering dikaitkan dengan terjadinya depresi. Mengkonsumsi minuman beralkohol akan menyebabkan depresi, begitu juga sebaliknya perasaan depresi akan memicu semakin banyaknya jumlah konsumsi minuman beralkohol.

  • Berbagai macam infeksi

Kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol akan menekan system kekebalan tubuh yang nantinya akan semakin mempermudah terjadinya infeksi pada tubuh kita.

Berbagai macam infeksi akan lebih mudah terjadi karena kebiasaam mengkonsumsi minuman beralkohol, berbagai infeksi yang terjadi antara lain pneumonia, tuberculosis, AIDS serta berbagai penyakit menular seksual lainnya.

  • Pankreatitis

Selain dapat menyebabkan gastritis atau iritasi lambung, mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan pankreatitis atau radang pada pancreas. Pankreatitis kronis akan menyebabkan gangguan pada proses pencernaan serta menyebabkan terjadinya nyeri perut serta diare yang berlangsung selama lebih dari 1 minggu namun kurnag dari 2 minggu.