Berbagai Gejala Kekurangan Protein

makanan protein hewani

makanan protein hewani

Protein merupakan salah satu bagian yang penting dari metode diet apapun. Banyak orang yang berusaha untuk menghindari protein, karena banyak yang mengira bahwa protein mampu menyebabkan kolesterol tinggi, peningkatan berat badan serta lemak.

Sebenarnya menghindari protein itu merupakan hal yang salah besar. Berbagai organ, otot saraf hingga system kekebalan tubuh kita, terdiri dari protein. Rendahnya kadar protein dapat menyebabkan berbagai macam gangguan pada kesehatan tubuh kita.

Ada berbagai macam gejala yang akan muncul ketika kita mengalami kekurangan protein. Ada baiknya anda mengkonsumsi makanan yang kaya protein di pagi dan siang hari, agar kadar protein dalam tubuh kita selalu tercukupi.

Berbagai macam gejala dari kekurangan protein, meliputi:

  • Rambut tipis

Selain karena factor genetika, rambut tipis juga bisa disebabkan karena kekurangan protein. Ketika tubuh kita mengalami kekurangan protein, maka tubuh kita akan menyalurkan protein ke bagian tubuh yang paling vital terlebih dahulu. Sehingga tidak ada protein yang tersisa untuk rambut. Protein yang menuju ke rambut akan membuat rambut menjadi lebih subur dan sehat. Bila protein yang sampai ke rambut hanya sedikit, maka kesehatan rambut menjadi menurun dan rambut menjadi tipis serta mudah patah.

  • Kuku mudah rusak

Bila kuku anda secara tiba-tiba berubah menjadi mudah rusak serta tampak kusam, itu aertinya bahwa tubuh anda kekurangan protein. Sama seperti rambut, kuku juga butuh protein untuk tetap sehat dan kuat. Kekurangan protein menyebabkan kuku anda mudah rusak dan patah serta tampak kusam.

  • Kelelahan kronis
kelelahan saat bekerja

kelelahan saat bekerja

Kekurangan protein akan menyebabkan energy dalam tubuh kita semakin berkurang. Protein juga ikut berperan dalam menjaga kestabilan gula darah. sehingga kekurangan protein akan menyebabkan gula darah menjadi tidak stabil dan menyebabkan kita mengalami kelelahan kronis. Bila anda merasa kelelahan, sebaiknya jangan mengkonsumsi minuman berenergi. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein.

  • Penurunan massa otot

Kekurangan protein juga akan menyebabkan penurunan massa otot. Ukuran otot dalam tubuh kita akan semakin menyusut karena kekurangan protein. Kurangnya jumlah protein dalam tubuh kita memaksa otot untuk mengorbankan jaringannya sendiri, sehingga ukurannya menjadi semakin berkurang.

  • Mudah terserang penyakit

Selain karena kekurangan vitamin, mudah terserang penyakit juga bisa disebabkan karena kekurangan protein. Protein ikut memperkuat system kekebalan tubuh manusia. Sebab protein ikut berperan dalam pembentukan sel darah merah, sel darah putih dan juga antibody. Sel darah putih serta antibody diperlukan untuk memerangi virus, bakteri serta berbagai macam pathogen yang menyebabkan penyakit.

  • Diare kronis

Diare kronis terjadi karena nutrisi dalam tubuh kita tidak diserap secara sempurna oleh tubuh kita. Hal seperti ini disebut juga dengan nama malabsorpsi. Malabsorpsi bisa disebabkan karena adanya infeksi, obat-obatan tertentu, penggunaan alcohol, operasi, serta gangguan pada system pencernaan, misalnya penyakit Crohn.

  • Pembengkakan

Pembengkakan pada bagian wajah, tangan, dan kaki umumnya terjadi karena adanya penumpukan cairan. Kekurangan protein akan meningkatkan retensi air, sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan cairan. Protein ikut menjaga kestabilan cairan dalam tubuh kita. bila kita kekurangan protein, maka cairan dalam tubuh menjadi tidak stabil dan akhirnya menyebabkan pembengkakan.

  • Mudah terserang alergi

Bila anda sebelum tidak pernah menunjukkan tanda-tanda alergi, dan kemudian secara tiba-tiba mengalami beberapa gejala alergi, hal tersebut bisa saja terjadi karena kekurangan protein. Protein ikut berperan dalam menjaga system kekebalan tubuh kita. ketika jumlah protein dalam tubuh kita tidak tercukupi, maka tubuh kita lebih rentan terhadap penyakit maupun alergi.

  • Ingin mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis

Berbagai otot dalam tubuh kita membutuhkan protein agar dapat bekerja dan berfungsi dengan baik. Ketika kita mengalami kekurangan protein maka tubuh kita merespon dengan cara munculnya keinginan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis, agar tubuh kita memiliki lebih banyak energy.

  • Insomnia
insomnia

insomnia

Otak kita mampu mengendalikan hormone yang diperlukan untuk mendapatkan tidur yang baik. Ketika tubuh kita mengalami kekurangan protein, maka otak kita tidak mampu mengendalikan berbagai macam hormone dalam tubuh kita. Selain itu, kekurangan protein juga menyebabkan tubuh dan otot menjadi sakit. Hal inilah yang nantinya akan menyebabkan anda mengalami insomnia.

  • Cepat lapar

Protein akan dicerna lebih lambat daripada jenis makanan lainnya dalam tubuh kita. Hal ini nantinya akan membuat kita merasa kenyang lebih lama dan juga mampu mengurangi jumlah makanan yang kita konsumsi. Orang-orang yang lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat cenderung lebih cepat lapar, karena karbohidrat lebih mudah dicerna daripada protein.

  • Penurunan fungsi kognitif

Otak memerlukan lemak dan juga protein agar tetap berfungsi dengan baik. Kekurangan protein akan menyebabkan penurunan fungsi kognitif serta berbagai gangguan lain, seperti masalah pada memori dan juga mudah gugup.

  • Nyeri otot

Otot dalam tubuh kita memerlukan protein agar dapat berfungsi dengan baik. Berkurangnya protein akan menyebabkan kita mengalami pegal dan juga nyeri otot. Otot serta persendian dalam tubuh kita menjadi kurang fleksibel. Hal ini nantinya akan menyebabkan Anda merasakan rasa sakit dan nyeri diseluruh tubuh.

  • Lamanya proses penyembuhan

Ketika Anda mengalami luka, maka Anda perlu nutrisi yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Nutrisi yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan adalah protein. Protein mampu memperbaiki segala kerusakan maupun luka pada tubuh kita. Kekurangan protein akan membuat penyembuhan luka Anda cenderung lebih lama.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi karena kurangnya kadar gula dalam darah. Protein mampu menjaga kestabilan kadar gula dalam darah. Kurangnya protein akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tidak stabil dan kita cenderung mengalami hipoglikemia.