Berbagai Macam Mitos Tentang Penyakit Campak

gambaran penyakit campak

gambaran penyakit campak

Ada lebih dari 140 orang yang telah terjangkit penyakit campak. Tiba-tiba penyakit ini bisa berubah menjadi semacam wabah yang sangat menakutkan terutama bagi anak-anak.

Umumnya, campak bisa dicegah dengan cara melakukan imunisasi vaksin campak, gondok dan rubella atau MMR. Vaksinasi merupakan cara yang paling baik untuk mencegah penyebaran penyakit campak. Namun ada juga orang yang masih belum yakin bila vaksinasi mampu mencegah campak.

Campak merupakan salah satu penyakit menular yang disebarkan melalui udara, ketika seorang pengidap campak sedang batuk maupun bersin. Seseorang yang mengidap penyakit campak umumnya menunjukkan gejala, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan serta mata merah.

Ada banyak mitos yang keliru tentang penyakit campak, seperti:

  • Campak hanya terjadi pada anak-anak

Anak-anak memang lebih mudah terjangkit penyakit apapun, karena system kekebalan tubuhnya masih rendah. Orang dewasa memiliki system kekebalan tubuh yang baik, namun adakalanya terjadi penurunan pada system kekebalan tubuhnya, sehingga orang dewasa bisa saja mengalami campak. Banyak dokter yang menyarankan untuk melakukan vaksinasi campak pada orang dewasa, terlebih lagi pada orang-orang yang bekerja sebagai perawat kesehatan. Campak pada orang dewasa, justru mampu menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melakukan vaksinasi campak pada orang dewasa.

  • Setiap orang perlu melakukan vaksinasi campak
vaksin MMR

vaksin MMR

Memang, setiap orang perlu melakukan vaksinasi ulang. Namun tidak semuanya perlu melakukan hal tersebut. Orang-orang yang lahir sebelum tahun 1957, orang-orang yang sudah pernah mengalami campak maupun orang yang telah menjalani imunisasi campak secara berkala tidak perlu melakukan imunisasi lagi. Anak-anak yang memiliki system kekebalan tubuh yang tidak normal atau orang-orang yang menjalani metode pengobatan yang bersifat menekan system kekebalan tubuh juga tidak harus melakukan imunisasi campak ulang.

  • Ada cara alami untuk mencegah campak, jadi tidak perlu vaksin campak

Sebenarnya tidak ada cara alami untuk mencegah campak. Satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya campak, adalah dengan cara melakukan vaksinasi MMR. Selain itu anda juga bisa berkonsultasi pada dokter ahli untuk perlindungan yang lebih baik terhadap penyakit campak.

  • Vaksin campak dapat menyebabkan autism pada anak

Vaksin campak sama sekali tidak menyebabkan autism pada anak. Mitos seperti ini muncul saat pemberian vaksin ulang di tahun pertama yang sebagian besar diberikan pada anak-anak yang terdiagnosis mengidap autism. Selain itu, masih belum ada penelitian yang berhasil menunjukkan adanya kaitan antara vaksin MMR dengan autism pada anak.

  • Anak masih terlalu kecil untuk di vaksin

Kebanyakan anak-anak akan mendapatkan vaksin campak saat berusia 12 sampai 15 bulan. Saat ini, banyak dokter yang merekomendasikan untuk memberikan vaksin campak saat anak berusia 1 tahun. Hal ini sebenarnya bertujuan untuk mencegah terjadinya wabah campak. Dengan memberikan vaksin campak sejak awal, maka anak telah memiliki antibody yang cukup untuk mencegah terjadinya campak. Meskipun nantinya anak tersebut mengalami campak, maka dampaknya dapat berkurang.

  • Kita tidak perlu melakukan vaksin ulang

Anak-anak perlu mendapatkan vaksin ulang saat berusia empat sampai enam tahun. Pemberian vaksin campak kedua bertujuan untuk melindungi serta memperkuat system kekebalan tubuhnya dari penyakit campak. Vaksin campak pertama pada saat anak berusia 12 sampai 15 bulan mampu meningkatkan kekebalan terhadap campak sebanyak 95%. Dengan melakukan vaksinsasi campak yang kedua, maka kekebalan tubuhnya akan meningkat sebanyak 99%.

  • Anda bisa melakukukan vaksinasi campak secara berulang kali meskipun sudah pernah mengalami campak

Sebenarnya vaksinasi secara berulang kali hanyalah sebuah pilihan saja, agar tubuh tetap kebal terhadap penyakit campak. Tidak seperti cacar air, umumnya sekali anda mengalami campak, maka system kekebalan tubuh anda langsung membersihkan semua virus yang ada dalam tubuh anda. Dan anda tidak akan mengalami campak untuk kedua kalinya.

  • Mendapatkan vaksin campak pasti tidak akan mengalami campak
vaksinasi campak

vaksinasi campak

Didunia ini tidak ada yang sempurna, begitu juga dengan vaksin campak. Ada kalanya beberapa anak yang telah mendapatkan vaksin campak yang pertama masih tidak kebal terhadap campak. Setelah melakukan vaksinasi ulang, tubuhnya masih juga tidak kebal. Hal inilah yang membuat kita perlu untuk memberikan vaksin campak pada anak-anak, agar nantinya tidak sampai menjadi wabah.

  • Seseorang akan bersiko tinggi mengalami campak ketika mengunjungi suatu tempat

Tidak ada tempat endemic atau suatu tempat yang bisa menyebabkan anda mengalami campak. Kecuali anda sedang bepergian dan bertemu dengan seseorang yang mengidap campak, sementara kekebalan tubuh anda sedang mengalami gangguan. Tubuh kita akan membentuk antibody terhadap penyakit campak secara alamiah, setelah kita menjalani vaksinasi campak.

  • Mencuci tangan dapat mencegah terjadinya campak

Mencuci tangan memang dapat mencegah beberapa jenis penyakit. Namun, tidak sanggup untuk mencegah terjadinya campak. Campak sebenarnya berasal dari virus yang sangat kecil sekali dan akan tetap hidup berterbangan di udara. Ketika seseorang yang mengadap campak sedang bersin maupun batuk, maka virusnya akan tetap berterbangan di udara, meskipun orang yang mengidap campak tadi sudah pergi jauh.