Berbagai Penelitian Di Bidang Alzheimer

Alzheimers Dengan semakin berkembangnya penyakit Alzheimer, sudah semakin banyak kasus kejadian Alzheimer baik di dunia maupun di Indonesia sendiri. Alzheimer merupakan bagian dari penyakit demensia atau lebih dikenal dengan nama penyakit pikun karena adanya gangguan pada organ otak.

Biasanya, penyakit Alzheimer dialami oleh orang-orang, baik itu pria maupun wanita yang sudah berusia diatas 65 tahun. Namun, berdasarkan penelitian terbaru, ternyata wanita lebih banyak mengalami penyakit Alzheimer daripada pria.

Dari data kasus tentang penyakit Alzheimer yang dikumpulkan di seluruh dunia, ternyata jumlah wanita yang mengalami Alzheimer lebih banyak daripada pria.  Para peneliti masih belum bisa memastikan factor apa yang membuat banyak wanita yang mengalami Alzheimer daripada pria.

Para peneliti berkesimpulan ada dua kemungkinan yang menyebabkan wanita lebih banyak mengalami Alzheimer daripada pria.

Kemungkinan pertama, jumlah wanita yang dapat mencapai usia lanjut lebih banyak jika dibandingkan dengan pria. Sedangkan kemungkinan kedua adalah karena adanya masa menopause atau berhenti menstruasi pada wanita.

Ketika seorang wanita mengalami menopause, maka kadar estrogen dalam tubuhnya akan ikut menurun. Estrogen ikut ambil bagian dalam perlindungan pembuluh darah, termasuk perlindungan pembuluh darah di organ otak. Perlindungan pembuluh darah yang menurun di otak akan mengakibatkan Alzheimer pada wanita. Sedangkan pada pria, kadar hormone estrogen dalam tubuhnya cenderung selalu dalam keadaan stabil.

Alzheimer sendiri secara umum bisa terjadi karena beberapa hal. Selain karena usia, Alzheimer juga bisa terjadi pada orang-orang yang mengidap hipertensi, diabetes serta orang-orang yang mengidap penyakit jantung. Selain itu, orang-orang yang mengalami obesitas serta orang-orang perokok juga beresiko mengalami Alzheimer.

pengidap alzheimer

pengidap alzheimer

Tidak seperti penyakit lainnya, penyakit Alzheimer sulit untuk dideteksi dini karena tidak menampakkan gejala pada fisik secara signifikan. Maka dari itu, kita perlu memeriksakan diri secara langsung pada dokter ahli.

Sampai saat ini masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer yang dapat menyebabkan turunnya daya ingat maupun kemampuan mental. Yang ada hanyalah obat untuk memperlambat kejadian Alzheimer.

Selain obat untuk memperlambat kondisi Alzheimer, ada juga penelitian dalam hal pencegahan penyakit Alzheimer.

Sejak ratusan tahun lalu, minyak kelapa sudah banyak dimanfaatkan oleh manusia. Selain dimanfaatkan untuk menggoreng, ternyata minyak kelapa juga dipercaya memiliki efek yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk dalam pencegahan serta pengobatan Alzheimer.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Alzheimer merupakan penyakit yang menyerang organ otak sehingga menyebabkan terjadinya penurunan pada daya kognitif sampai otot polos. Seseorang yang mengalami Alzheimer akan mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan.

minyak kelapa

minyak kelapa

Menurut seorang pengamat kesehatan di New York University School of Medicine di Amerika, minyak kelapa mengandung sejenis lemak yang disebut asam kaprilik. Asam kaprilik ini nantinya akan dipecah dalam tubuh kita menjadi suatu senyawa yang bernama badan keton.

Badan keton inilah yang nantinya akan menjadi sumber energy alternative bagi pertumbuhan sel-sel otak yang telah kehilangan kemampuan untuk menggunakan glukosa sebagai sumber nutrisi. Teori inilah yang kemungkinan menjelaskan manfaat dari minyak kelapa untuk pencegahan penyakit Alzheimer.

Namun, menurut pakar obat-obatan herbal di Amerika, menyatakan bahwa baru ada satu penelitian skala kecil yang menguak tentang potensi dari minyak kelapa untuk pencegahan penyakit Alzheimer.

Penelitian tersebut menunjukkan adanya perubahan bentuk dan prilaku pada sel plak beta-amiloid setelah diberi badan keton yang merupakan turunan atau hasil konversi dari minyak kelapa. Sel plak beta-amiloid merupakan sejenis sel yang menumpuk pada organ otak pengidap penyakit Alzheimer.

Para peneliti lain yang berasal dari University of South Florida Health Byrd Alzheimer’s Institute juga ikut mempelajari efek dari minyak kelapa pada sekelompok pengidap penyakit Alzheimer yang termasuk dalam kategori pengujian klinis.

virgin coconut oilNamun, masih belum ada cukup bukti yang mendukung manfaat minyak kelapa pada pengidap penyakit Alzheimer. Kemungkinan, minyak kelapa memang memiliki banyak manfaat, namun mereka masih belum dapat menemukan secara pasti manfaat minyak kelapa untuk mencegah dan mengobati Alzheimer.

Dalam beberapa studi berskala kecil, orang-orang yang rutin mengkonsumsi minyak kelapa atau virgin coconut oil setiap hari cenderung memiliki resiko mengembangkan penyakit Alzheimer lebih rendah. Bahkan kondisi Alzheimer yang dialaminya menjadi membaik setelah mengkonsumsi minyak kelapa.

Namun, studi tersebut masih dalam uji skala kecil saja. Dan lagi-lagi masih belum ada cukup bukti ilmiah yang menjelaskan secara pasti yang membuat minyak belum bisa direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit Alzheimer.

Memang masih belum ada obat yang baik untuk penyakit Alzheimer. Namun penanganan yang tepat sudah dapat membantu dalam memperlambat proses penurunan daya ingat untuk memperbaiki kualitas hidup pengidap Alzheimer.