Berbagai Penyakit Menular Yang Sangat Berbahaya Bagi Anak

Kita pasti akan merasa cemas ketika anak kita mengalami sakit. Bila anda mengenali gejala dari sakit yang dialami oleh anak anda, mungkin anda akan merasa sedikit lebih tenang. Karena paling tidak anda bisa mengambil langkah penanganan yang tepat dan cepat.

demam pada anak

demam pada anak

Anak-anak rentan sekali terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, sehingga anak kita lebih mudah terserang penyakit, terlebih lagi penyakit yang mudah menular. Lagipula, sakit memang tidak bisa dihindari oleh siapapun baik tua maupun muda dan akan-anak.

Ada beberapa jenis penyakit yang hanya menyerang sekali saja. Setelah si anak mengalami sakit dan sembuh dari penyakit suatu penyakit, biasanya tubuh si anak akan menjadi lebih kebal terhadap penyakit tersebut.

Setiap kali anak mengalami sakit, maka system kekebalan tubuhnya akan semakin meningkat. Jadi anda tidak perlu terlalu khawatir tentang penyakit pada anak. Kecuali jika penyakitnya memang tergolong berat.

Ada beberapa penyakit menular yang sangat berbahaya bagi anak, meliputi:

  • Roseola infantum

Roseola infantum merupakan suatu penyakit menular akibat virus yang sering terjadi pada anak-anak, khususnya yang masih bayi. Serangan virus penyebab roseola infantum akan menyebabkan demam tinggi serta ruam pada kulit. Roseola infantum umumnya sering terjadi pada anak-anak yang masih berumur 6 bulan sampai anak umut 3 tahun.

Penyebab dari penyakit roseola infantum adalah virus herpes tipe 6 serta tipe 7. Virus tersebut ditularkan melalui percikan air liur pengidap herpes. Masa inkubasi virus sampai menimbulkan gejala sekitar 5 smapai 15 hari. Umumnya penyakit ini akan berlangsung selama 1 minggu.

Gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi yang mencapai 39 sampai 40° C dan berlangsung selama 3 smapai 5 hari. Meskipun suhu tubuhnya tinggi, namun si anak masih tampak aktif dan dalam kondisi sadar. 5 sampai 10% anak yang mengalami roseola infantum mengalami kejang-kejang ketika suhu tubuhnya mulai meninggi.

Terkadang disertai dengan kemunculan pembengkakan pada kelenjar getah bening di bagian belakang kepala, leher bagian samping serta di belakang telinga. Limpa juga tampak membesar. Pada hari keempat biasanya demam akan mulai turun dengan sendirinya.

Sekitar 30% anak-anak yang mengidap roseola infantum mengalami ruam atau noda berwarna merah dibagian kulit. Ada yang menonjol namun ada juga yang mendatar. Bintik atau ruam kemerahan tersebut biasanya muncul pada bagian dada serta perut, terkadang sampai menyebar ke bagian wajah, tungkai maupun lengan. Ruam kemerahan pada kulit tidak menimbulkan rasa gatal serta berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari.

Bila suhu tubuh si anak semakin tinggi, anak akan mengalami kejang demam. Kondisi seperti ini dapat terjadi bila infeksi virus disertai dengan demam yang sangat tinggi.

  • Sindrom pipi merah
sindrom pipi merah

sindrom pipi merah

Sindrom pipi merah disebabkan oleh virus yang bernama ParvovirusB19. Virus ini hanya menyerang manusia. Sekitar separuh orang dewasa kemungkinan pernah mengalaminya ketika masih anak-anak maupun remaja.

Sindrom pipi merah dimulai dengan demam serta gangguan pada system pernapasan. Ada ruam seperti bekas tamparan yang muncul pada salah satu atau bahkan di kedua pipi. Setelah lewat 2 atau 4 hari, ruam kemerahan akan menyebar ke tubuh, lengan serta kaki.

Selama beberapa hari sebelum ruam kemerahan tersebut muncul, penyakit ini akan mudah menular ke individu yang lain. Si anak umumnya tidak terlalu sakit dan umumnya akan membaik dengan sendirinya selama 7 sampai 10 hari.

Penyakit ini dapat menimbulkan masalah bila sudah mencapai tahap kronis, karena mampu memicu terjadinya anemia akut. Hindari kontak secara langsung pada anak yang mengalami sindrom pipi merah bagi wanita yang sedang hamil, karena dapat menyebabkan keguguran.

  • Impetigo

Impetigo merupakan infeksi kulit yang sering terjadi pada anak-anak yang sering disebut dengan nama pioderma. Impetigo umumnya terjadi pada anak-anak yang berusia 2 sampai 5 tahun. Impetigo disebabkan oleh serangan 2 jenis bakteri, yaitu bakteri Staphylococcus aureus maupun bakteri Staphylococcus hemolitikus.

Impetigo dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

–          Impetigo krustosa atau biasa disebut cacar madu, yaitu suatu kelainan yang terjadi di sekitar mulut dan lubang hidung. Ditandai dengan adanya kemerahan serta lepuhan yang cepat pecah sehingga menimbulkan keropeng tebal berwarna kekuningan seperti madu. Bila keropeng tersebut dilepas, akan terlihat luka lecet di bagian bawahnya.

–          Impetigo bulosa atau biasa disebut cacar monyet atau cacar api. Impetigo bulosa sering terjadi di bagian dada, ketiak serta punggung. Ditandai dengan adanya kemerahan serta gelembung berisi nanah yang mudah pecah pada kulit, seperti kulit yang terkena rokok, sehingga penyakit ini dinamai cacar api. Penyakit ini mudah sekali menular seta berpindah-pindah dari satu bagian kulit ke bagian kulit lainnya. Bila terjadi pada bayi yang baru lahir, maka infeksinya akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. kelainan seperti ini terkadang disertai dengan demam serta mampu menimbulkan infeksi yang serius.

Gejala dari impetigo yang paling mudah dikenali adalah dari adanya bintil atau lepuhan kecil di sekitar mulut, hidung maupun telinga anak. Nantinya lepuhan tersebut akan pecah dan menimbulkan keropeng kuning kecoklatan. Penyakit ini dapat menular bila lepuhan masih mengeluarkan cairan serta berkerak sampai dua hari setelah pengobatan dilakukan. Jarang sekali terjadi efek samping, namun karena penyakit ini sangat menular, maka penyakit ini perlu ditangai sesegera mungkin.

  • Cacar air
penyakit cacar air

penyakit cacar air

Cacar air merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak-anak. Cacar air disebabkan oleh virus Varisela zoster. Virus ini menyerang bagian kulit dengan cara membentuk lesi atau luka yang berisi dengan cairan. Infeksi virus umumnya terjadi pada balita yang berusia 9 bulan ke atas.

Cacar air biasanya dimulai dengan kondisi tubuh yang tidak nyaman, adanya ruam serta suhu tubuh yang meningkat. Sekitar satu atau dua hari kemudian, muncul bintik-bintik berwarna merah yang berisi air. umumnya bintik cairan muncul di bagian tubuh kemudian menyebar dan mengerik membentuk kerak yang nantinya akan mengering dan mengelupas dengan sendirinya. Anak mulai terinfeksi sejak satu sampai dua hari sebelum ruam muncul sampai semua bintik cairan mengering dan mengelupas.

Cacar air dapat memicu penyakit ensefalitis atau radang otak, namun kasusnya jarang sekali terjadi. Bila anak anda mengalami cacar air, sebaiknya jangan terlalu dekat dengan wanita yang sedang hamil serta orang yang belum pernah mengalami cacar air.

Wanita hamil yang terserang cacar air dapat menyebabkan keguguran maupun melahirkan bayi yang cacat permanen. Wanita yang belum memiliki kekebalan tubuh serta akan segera melahirkan juga sangat beresiko, karena bisa saja bayinya akan lahir dengan cacar air.

  • Batuk rejan

Batuk rejan dikenal dengan nama batuk 100 hari. Batuk rejan merupakan salah satu infeksi pernapasan yang menular. Batuk rejan sering menyerang anak-anak, khususnya pada anak-anak yang umurnya dibawah 2 tahun. Batuk rejan juga bisa dialami oleh orang dewasa, namun tidak berbahaya. Batuk rejan akans emakin berbahaya bila terjadi pada balita, anak-anak maupun manula.

Penyakit batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordotella pertussis maupun bakteri Bordotella papapertussis. Penularannya melalui bersin maupun batuk dari pengidap batuk rejan.

Gejala awal dari batuk rejan hampir menyerupai flu. Setelah dua minggu gejala batuk mulai muncul. Terkadang dapat menyebabkan tersedak maupun muntah serta munculnya bunyi saat menarik napas maupun setelah batuk. Butuh waktu berminggu-minggu lamanya hingga serangan batuk mereda.

Infeksi bakteri menyebabkan lubang udara tersumbat lendir dan akan berlangsung selama 4 minggu sejak batuk dimulai. Bila anda anada mengalami batuk secara terus-menerus dan dalam waktu yang lama, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ahli agar tidak menulari orang lain.

Batuk rejan yang parah kemungkinan akan mengharuskan si anak di rawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi oksigen serta pengobatan rehidrasi. Terkadang serangan batuk yang snagat parah mampu menyebabkan radang di paru-paru serta membuat anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi paru-paru.

Batuk rejan juga mampu memicu terjadinya pneumonia serta bronchitis, meskipun kasusnya sangat jarang terjadi. Hindari kontak dengan bayi lain yang beresiko terkena komplikasi.

  • Rubela

Rubella adalah sejenis penyakit campak namun penyebabnya berbeda serta hanya menyerang sekali saja dalam seumur hidup. Meskipun penyebabnya berbeda, campak maupun rubella memiliki beberapa kesamaan.

Rubella maupun campak merupakan infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit di pengidap. Rubella merupakan penyakit yang lebih serius karena memiliki potensi untuk berubah menjadi penyakit yang lebih fatal yang mampu menyebabkan cacat maupun kematian pada anak.

Umumnya rubella diawali dengan penyakit flu yang diikuti dengan bintik-bintik di bagian wajah serta tubuh. Bintik-bintik merah muncul dalam satu sampai dua hari. Kelenjar getah bening dibagian leher akan membengkak. Virus rubella telah menyernags ebelum ruam bermunculan, sampai sekitar 4 hari setelah ruamnya hilang.

Penyakit ini mulai jarang ditemukan karena anak-anak sudah diberi suntikan imunisasi campak, gondongan dan rubella pada saat anak berusia 12 sampai 15 bulan.

Meskipun rubella termasuk infeksi skala ringan pada anak, namun sebaiknya jauhkan dari wanita hamil atau wanita yang ingin hamil. Sebab infeksi dari penyakit rubella pada wanita hamil mampu menyebabkan anak yang dilahirkan mengalami cacat permanen.

  • Gondongan

gondonganGongongan juga termasuk penyakit menular yang berbahaya bagi anak. Gondongan merupakan infeksi virus akut yang terjadi pada kelenjar ludah atau parotis. Penyakit gondongan mudah menular pada siapa saja sejak 7 hari sebelum timbulknya gejala sampai 9 hari sesudah gejala.

Penularan penyakit gondongan melalui percikan ludah, peralatan makan serta minum yang dipakai bersama. Penyakit ini banyak menyerang anak-anak yang berusia 5 sampai 9 tahun. Gondongan disebabkan oleh virus mumps family Paramyxoviridae.

Gondongan ditandai dengan adanya pembengkakan pada kelenjar di bagian kedua telinga  serta dibawah dagu. Pengidap gondongan akan mengalami demam, sakit kepala, mulut kering kesulitan untuk mengunyah serta menelan makanan.

Belakangan ini penyakit gondongan jarang terjadi, karena anak-anak sudah disebrikan imunisasi vaksin MMR. Walaupun jarang terjadi, gondongan juga mampu memicu penyakit meningitis maupun ensefalitis atau radang otak. Selain itu gondongan juga mampu mengganggu fungsi testis pada anak laki-laki, namun kemungkinannya kecil sekali.

  • Campak

Campak merupakan penyakit menular pada balita yang muncul tanpa mengenal musim. Penyakit campak merupakan penyakit yang mudah sekali menular. Virusnya mampu hidup serta menyebar di udara.

Campak, disebabkan oleh virus campak atau morbili dari family Paramyxovirus. Penyakit campak hanya menyerangs ekali seumur hidup. Bila anak anda sudah pernah mengalami campak, maka setelah itu anak anda tidak akan terkena campak untuk kedua kalinya.

Campak diawali dengan gejala seperti batuk keras, flu berat serta mata berair. Tanda awalnya adalah dengan adanya bercak putih di bagian mulut. Anak akan merasa tidak nyaman, demam tinggi serta sulit untuk melihat cahaya yang terang.

Ruam akan muncul pada hari ketiga atau hari keempat. Umumnya ruam akan muncul dibagian belakang telinga yang nantinya akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bintik-bintik akan memerah serta semakin banyak, namun tidak menimbulkan rasa gatal.

Campak biasanya berlangsung selama  sekitar 1 minggu. Campaks angat menular serta mampu berubah menjadi penyakit yang serius. Namun belakangan ini penyakit campak mulai jarnag ditemukan sejak adanya vaksin MMR.

Infeksi paru-paru, infeksi telinga, muntah-muntah serta diare akan muncul sekitar dua hari setelah munculnya ruam di kulit. Penyakit ini dapat menyebabkan munculnya penyakit pneumonia maupun ensefaitis, gangguan pada paru-paru maupun gangguan pada telinga, namun resiko munculnya kecil sekali.