Berbagai Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus

masuknya virus

masuknya virus

Menurut berbagai kamus, pathogen merupakan agen biologis yang mampu menyebabkan penyakit. Pathogen dibagi menjadi 5 jenis, yaitu virus, kuman, bakteri, jamur serta cacing.

Virus, merupakan parasite yang berukuran sangat kecil yang mampu menyebabkan infeksi pada sel organisme biologis. Virus hanya mampu melakukan reproduksi dalam mahluk hidup saja. Jadi, virus membutuhkan mahluk hidup yang lain sebagai tumpangan atau biasa disebut inang agar dapat berkembang biak.

Umumnya, virus mengandung sedikit asam nukleat seperti DNA atau RNA, namun bukan kombinasi dari antara keduanya yang diselubungi oleh semacam bahan pelindung yang terdiri dari lipid, protein, glikoprotein maupun kombinasi dari ketiganya.

Ada begitu banyak penyakit yang disebabkan oleh virus. Berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus, meliputi:

  • Cacar air

Cacar air merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Umumnya manusia akan mengalami cacar air satu kali selama hidupnya, namun dalam kasus lain ada juga yang mengalami cacar air lebih dari sekali selama hidupnya.

Umumnya penyakit cacar air akan sembuh dengan sendirinya. Ketika seseorang mengalami cacar air akan ada bintil-bintil kecil berisi air pada bagian kulitnya. Sebaiknya jangan memecahkan bintil-bintil tersebut karena dapat menyebabkan luka permanen. Seseorang yang mengidap cacar sebaiknya dikarantina agar tidak menulari orang lain serta mandi setiap hari agar kuman dan bakteri tidak berkembang biak pada bagian kulitnya.

Virus cacar menular dengan cepat melalui bersin atau batuk maupun kontak secara langsung dengan kulit si pengidap cacar. Cacar air lebih sering terjadi pada anak-anak serta orang-orang yang daya tahan tubuhnya menurun. Setelah terinfeksi umumnya system imunitas tubuhnya akan membuat semacam antibody agar tidak mudah terserang cacar air lagi  dimasa mendatang.

  • Rabies

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang umumnya ditularkan melalui gigitan hewan yang sudah terinfeksi rabies, seperti anjing, kucing maupun kera. Virus rabies mampu menyerang system saraf yang nantinya akan menyebabkan gangguan saraf pada orang yang terinfeksi virus rabies. Namun anda tidak perlu khawatir, karena ada vaksin khusus untuk mencegah penyakit rabies.

  • AIDS

Penyakit AIDS disebabkan oleh virus HIV atau Human Immuno-deviciency Virus yang langsung menyerang system kekebalan tubuh. Virus HIV menular melalui kontak cairan, seperti hubungan intim, pemakaian jarum suntik dari pengidap AIDS serta wanita yang mengidap HIV yang nantinya akan menularkan penyakit yang sama pada janinnya.

Virus HIV terbagi menjadi 2, yaitu HIV1 dan HIV2. Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap HIV AIDS dapat melakukan test PCR, tes antibody HIV serta test antigen HIV.

  • Kanker

Penyakit kanker atau tumor ganas umumnya disebabkan oleh virus onkogen. Virus ini menyebabkan sel-sel dalam bagian tubuh tertentu mengalami pembelahan secara tidak terkendali, sehingga pada bagian tubuh tertentu pada pengidapnya akan membentuk benjolan yang membesar.

  • Herpes

Herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks. Herpes dapat menyerang kulit serta mulut. Sedangkan pada bagian alat kelamin disebut herpes genitalis. Herpes juga dikenal dengan nama radang kulit yang ditandai dengan adanya ruam kemerahan disertai dengan bintil-bintil berisi air yang muncul secara berkelompok.

Herpes menular melalui kontak langsung pada pengidapnya maupun dari bersin, batuk serta pakaian yang terkena cairan dari herpes. Untuk menangani herpes, sebaiknya jagalah agar bintil-bintil tersebut tidak pecah agar tidak menjadi jalan masuk bagi bakteri maupun kuman.

  • Polio

Polio juga disebabkan oleh virus yang disebut poliovirus. Polio menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh, khususnya kaki. Virus ini masuk melalui mulut kemudian menginfeksi saluran usus, memasuki aliran darah serta menyerang saraf pusat sehingga nantinya akan menyebabkan kelumpuhan permanen hanya dalam hitungan jam.

Balita yang berusia 3 sampai 5 tahun rentan sekali terserang virus penyebab polio, karena system imunitas tubuhnya masih belum kuat seperti orang dewasa. Polio menular melalui kontak antar manusia maupun dari tinja yang sudah terkontaminasi oleh virus penyebab polio.

  • Influenza
penularan virus

penularan virus

Influenza atau biasa disebut dengan flu, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza mudah sekali ditularkan oleh pengidapnya melalui batuk maupun bersin. Virus ini umumnya menyerang saluran pernapasan sehingga si pengidap akan mengalami kesulitan dalam bernapas. Gejala influenza, meliputi demam, pilek, pusing, batuk berdahak atau batu kering, gatal pada kerongkongan, hidung tersumbat, bersin, hidung memerah serta rasa pegal pada seluruh tubuh.

  • Ebola

Penyakit ebola disebabkan oleh virus ebola. Penyakit ini sangat berbahaya karena akan menyebabkan terjadinya pendarahan yang serius di seluruh tubuh pengidapnya. Gejala dari penyakit ebola, meliputi demam, muntah-muntah, diare serta rasa sakit pada seluruh tubuh. Pengidap ebola tidak dapat diselamatkan serta langsung meninggal hanya dalam waktu 6 sampai 20 hari. Penularan penyakit ebola melalui kontak secara langsung pada kulit pengidap ebola. Sampai sekarang masih belum ditemukan vaksin maupun obat untuk penyakit ini.

  • Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis a, b, non a serta non b. hepatitis juga dikenal dengan nama penyakit kuning atau penyakit liver karena virus hepatitis sering kali menyerang liver atau hati. Penyebab dari hepatitis adalah terinfeksi virus hepatitis yang disebabkan oleh gangguan metabolism tubuh, konsumsi alcohol, autoimun, komplikasi dari penyakit lain serta konsumsi obat-obatan.

  • Rubella

Rubela disebut dengan nama campak 10 hari atau dikenal juga dengan nama campak merah. Rubella merupakan infeksi saluran napas atas disebabkan oleh paramiksovovirus. Campak banyak ditemukan pada anak-anak serta ditularkan melalui percikan air liur yang terhirup. Masa inkubasi virus memakan waktu sekitar 7 sampai 12 hari sebelum gejala-gejalanya muncul.

Virus rubella juga bisa menular melalui cairan, misalnya keringat. Bila daya tahan tubuh anda termasuk kuat atau dalam keadaan fit, maka virusnya akan mati dengan sendirinya. Namun bila daya tahan tubuh anda menurun, maka virusnya akan berkembang dalam tubuh anda.

Gejala dari rubella, meliputi demam berkepanjangan namun suhu tubuh tetap dalam kisaran normal, pusing, flu, lemah, lemas, mual, nyeri otot serta munculnya bercak-bercak kemerahan pada kulit.  Bila virus rubella menginfeksi ibu hamil, maka virusnya akan menyebabkan kelainan atau cacat pada janin. Maka dari itu, ibu hamil perlu menjaga daya tahan tubuhnya, agar tidak terserang virus rubella.

  • Gondong

gondonganGondong atau dalam ilmu kedokteran disebut parotitis merupakan penyakit menular yang sering terjadi pada anak-anak maupun remaja, namun jarang sekali terjadi pada bayi. Umunya seseorang akan mengalami gondong sekali dalam seumur hidupnya, namun ada juga yang mengalami gondong sampai berkali-kali, namun kasusnya jarang sekali.

Gondong disebabkan oleh virus mumps yang menyerang kelenjar air liur di mulut, terutama pada kelenjar parotis yang terletak di kedua sisi wajah bagian bawah sampai di depan telinga. Masa inkubasi virus mumps selama 14 hari. Jadi ketika seseorang tertular virus mumps maka 14 hari berikutnya gejala dari penyakit gondong baru terlihat secara jelas.

Penularan penyakit gondong melalui cairan dari mulut, hidung serta tenggorokan saat seseorang yang mengidap penyakit ini sedang batuk maupun bersin, yang selanjutkan akan terhirup oleh orang lain.

  • Demam kuning

Demam kuning merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama flavivirus. Infeksi virus dapat menyebabkan demam tinggi, perdarahan didalam kulit serta kematian atau necrosis pada sel-sel hati serta sel-sel ginjal.

Kerusakan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus inilah yang menyebabkan terjadinya jaundice yang menyebabkan kulit menjadi kuning. Maka dari itu, demam kuning juga disebut dengan nama jaundice.

Demam kuning dapat dicegah dengan cara melakukan vaksinasi. Vaksin demam kuning merupakan vaksin virus demam kuning yang sudah dilemahkan. Vaksin ini direkomendasikan bagi orang-orang yang bepergian atau hidup di tempat tropis seperti Afrika maupun Amerika Selatan dimana kasus demam kuning sering terjadi di sana. Vaksin demam kuning berisi virus yang sudah dilemahkan namun tetap saja tidak cocok untuk bayi maupun orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

  • Sars

Sars disebabkan oleh virus sars. Penyakit ini muncul pertama kali di provinsi Guandong, China dan menjadi wabah di beberapa negara melalui bandara yang terdapat banyak sekali orang dari berbagai penjuru negara disana.

Gejala dari penyakit Sars, meliputi demam tinggi, radang tenggorokan, batuk, gejala gastrointestinal, serta rasa pegal pada sekujur tubuh atau myalgia. Sars dapat diobati serta disembuhkan.

  • Diare pada bayi

Diare pada bayi terkadang juga bisa disebabkan oleh virus yang disebut  rotavirus. Gejala serangan rotavirus, meliputi tinja berbentuk cair, peningkatan frekuensi bab, bayi jarang buang air kecil, terkadang juga disertai dengan demam dan muntah.

Cara untuk mengatasi diare pada bayi adalah dengan tetap memberikan ASI agar bayi tidak mengalami dehidrasi. Berikan ASI secara perlahan namun terus menerus tanpa henti selama 10 sampai 30 menit. Berikan oralit pada bayi yang sesuai dengan petunjuk dokter. Bila bayi sudah bisa makan, beri makanan yang mudah untuk dicerna seperti kentang maupun pisang.

  • Kutil
virus hpv

bentuk HPV

Kutil merupakan suatu jaringan yang tumbuh secara tidak normal. Kutil disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus atau HPV pada sel-sel kulit yang menyebabkan sel kulit tumbuh dengan cepat serta membentuk tonjolan yang tidak sedap dipandang mata.

Umumnya kutil bisa menyebar secara luas dengan adanya kontak fisik secara langsung. Jika dibersihkan dapat menyebabkan kutil tumbuh kembali bahkan menjadi semakin parah. Kutil dapat menyebar kebagian kulit manapun, seperti jari tangan, jari kaki, lutut, siku, alat kelamin maupun bagian lain dari kulit.

  • Selesma

Selesma atau common cold merupakan reaksi inflamasi saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus Rhinovirus, virus influenza A, B, C, virus parainfluenza, maupun virus sinsisial pernapasan. Semua virus tersebut mudah ditularkan melalui ludah yang keluar saat pengidapnya batuk maupun bersin.

Selesma umumnya tidak terlalu berbahaya serta bisa sembuh dengan sendirinya. Kedinginan tidka menyebabkan selesma atau meningkatkan resiko untuk tertular virus. Kesehatan secara keseluruhan serta kebiasaan makan seseorang juga tidak terlalu berpengaruh.

  • Meningitis

Meningitis merupakan infeksi virus yang terjadi pada membrane yang mengelilingi otak, sumsum tulang belakang maupun pada cairan cerebrospinal. Meningitis disebabkan oleh virus RNA serta merupakan kerabat dari keluarga arenavirus yang dapat menyebabkan demam hemorrhagic. Gejala meningitis terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah demam, menggigil, batuk, nyeri otot serta muntah. Tahap kedua adalah gejala dari meningitis itu sendiri, meliputi sakit kepala, kaku pada leher, lesu, mual dan muntah.