Berbagai Penyebab Dari Penyakit Stroke

marah

marah

Kepribadian seseorang ternyata juga bisa menentukan orang tersebut nantinya akan terserang stroke atau tidak. Memiliki kepribadian mudah marah atau temperamental ternyata juga ikut berperan dalam meningkatnya resiko serangan stroke.

Bahkan, menurut sebuah penelitian di Harvard University ditemukan bahwa ketika seseorang marah, maka resiko terserang penyakit stroke akan meningkat sebear tiga kali lipat. Ketika seseorang dalam kondisi marah, pembuluh darahnya cenderung mengalami penyempitan sehingga tekanan darah berubah menjadi semakin meningkat.

Orang yang mudah marah mengalami lebih banyak penebalan pada pembuluh darah di sekitar leher, sehingga resiko tersumbatnya aliran darah ke jantung jadi semakin meningkat. Padahal hal seperti ini merupakan pemicu dari munculnya penyakit jantung yang tidak kalah bahayanya dengan stroke.

Yang lebih berbahaya lagi, penyakit stroke yang terjadi pada orang yang mudah marah akan muncul secara tiba-tiba tanpa disadari. Bila sampai terjadi hal yang seperti ini, maka penanganan dari penyakit stroke akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan resiko terjadinya cacat karena stroke akan semakin tinggi.

Ketika terjadinya stroke, maka aliran darah pada bagian tertentu di organ otak akan menurun. Bila penurunan yang terjadi hanya sedikit saja, maka gejala dari stroke tidak akan sampai terasa. Dan umumnya, penyakit stroke baru terdeteksi ketika seseorang sudah merasakan gejala-gejala stroke padahal di organ otaknya sudah terjadi kerusakan yang bersifat permanen.

Seorang peneliti yang berasal dari Amerika mengatakan, resiko stroke setelah seseorang marah juga relatif tinggi pada orang-orang yang sebelumnya sudah memiliki faktor pemicu penyakit stroke lainnya, misalnya faktor tingginya kolesterol, faktor kebiasaan merokok, mengidap diabetes hingga orang-orang yang memiliki riwayat penyakit stroke pada keluarganya.

jenis penyakit stroke

jenis penyakit stroke

Para peneliti mengindikasikan bahwa orang yang yang pemarah beresiko tinggi dan akan mengalami beberapa gejala penyakit stroke ringan sekitar 2 jam setelah meluapkan rasa marahnya. Jadi, setelah seseorang marah, maka 2 jam kemudian resiko serangan stroke semakin meningkat.

Sebaiknya anda perlu mewaspadai gejala-gejala ringan dari stroke setelah anda meluapkan kemarahan anda. Beberapa gejala ringan dari penyakit stroke, meliputi:

  • Mati rasa secara tiba-tiba atau lemah pada bagian lengan, wajah maupun kaki yang terjadi pada satu sisi tubuh.
  • Bingung serta sulit untuk bicara yang datang secara tiba-tiba.
  • Gangguan penglihatan secara mendadak.
  • Kesulitan untuk berjalan.
  • Sakit kepala yang parah dan datang secara tiba-tiba.

Stroke adalah salah satu penyakit penyebab kematian di Indonesia. Angka kasus kejadian stroke masih terus mengalami peningkatan. Salah satu penyebabnya karena masih banyak masyarakat di Indonesia yang mengabaikan pengendalian tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi yang merupakan faktor penyebab terjadinya stroke di Indonesia.

Menurut banyak pakar kesehatan, umumnya stroke terjadi karena adanya faktor resiko seperti hipertensi yang tidak terkendali. Hipertensi yang tak terkendali akan menyebabkan pembuluh darah di organ otak akan pecah sehingga muncullah apa yang dinamakan dengan stroke.

Sayangnya, masih banyak pengidap hipertensi yang tidak perduli dengan kondisi tekanan darahnya karena penyakit hipertensi memang tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Padahal, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya memeriksa tekanan darah, maka hipertensi akan dapat dikendalikan sehingga tidak akan sampai terjadi stroke.

mengukur tekanan darah

mengukur tekanan darah

Padahal, sekarang sudah banyak obat anti hipertensi yang bisa diperoleh di puskesmas dengan harga yang terjangkau. Orang-orang yang dapat mengendalikan penyakit hipertensi yang dialaminya akan dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti sediakala.

Stroke merupakan penyakit pada otak yang berupa gangguan fungsi saraf lokal maupun saraf global yang muncul secara mendadak, progresif serta cepat.Gangguan fungsi saraf pada otak karena stroke disebabkan oleh adanya gangguan pada peredaran darah  otak nontraumatik.

Terjadinya gangguan pada saraf otak ini nantinya akan menyebabkan kelumpuhan pada wajah dan anggota badan, bicara menjadi tidak lancar serta gangguan pada penglihatan.

Menurut dara dari Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi stroke di Indonesia 12 per 1000 penduduk. Angka ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan data dari tahun 2007 yang menunjukkan angka kasus kejadian stroke di Indonesia sebear 8,3%. Maka tidak salah bila penyakit stroke disebut sebagai penyebab kematian yang utama di hampir semua rumah sakit di Indonesia.

Stroke kebanyakan terjadi pada orang-orang yang sudah lanjut usia, pendidikan yang rendah serta tinggal di perkotaan. Perubahan gaya hidup, pola makan yang terlalu banyak garam, gula dan lemak serta kurang aktif dalam bergerak merupakan faktor resiko penyakit stroke.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, hipertensi merupakan penyebab dari terjadinya stroke.  ebenarnya, hipertensi bisa dicegah dengan cara mengurangi makanan yang kaya akan garam. Kebiasaan konsumsi makanan asin yang kaya garam akan meningkatkan terjadinya hipertensi sebear 4,35 kali bila dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi asin.

Mengurangi konsumsi garam sebesar 2,9 gram per hari akan menekan terjadinya hipertensi sebesar 50% pada orang yang perlu minum obat anti hipertensi. S elain itu cara yang sama akan dapat menurunkan resiko kematian akibat stroke sebesar 22% serta menurunkan kematian akibat terjadinya jantung koroner sebesar 16%.

Bagi orang yang sudah mengidap hipertensi agar tidak terserang stroke, sebaiknya perlu mengontrol tekanan darahnya secara teratur, berhenti merokok, tetap melakukan aktivitas fisik, menjaga asupan makanan, istirahat yang cukup serta mengendalikan stres.

Karena stroke merupakan penyakit yang sangat serius, maka seseorang yang mengalami stroke membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Semakin cepat pasien stroke mendapatkan pertolongan, maka semakin banyak area saraf otak yang dapat diselamatkan.

Stroke terjadi karena adanya penyumbatan maupun pecah pada pembuluh darah yang mengalir ke otak sehingga organ otak tidak mendapatkan aliran darah serta mengalami kerusakan. Padahal, organ otak manusia membutuhkan aliran darah yang konstan untuk membawa darah yang mengandung nutrisi serta oksigen.