Cara Mencegah Penyakit Pada Musim Pancaroba




Waktu musim hujan di Indonesia adalah mulai bulan Oktober hingga Maret, dengan demikian pada saat ini di Indonesia sedang memasuki musim pancaroba atau perubahan musim.

Masa perubahan musim identik dengan maraknya munculnya penyakit di tengah masyarakat dimana biasanya hal ini terjadi pada anak-anak, orang tua ataupun seseorang yang sedang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Suhu udara yang biasanya dingin, maka akan berubah menjadi panas dan tubuh mudah berkeringat.

Hal ini biasanya akan membuat tubuh kurang nyaman dan akibatnya tubuh akan mudah terkena penyakit.

Jenis penyakit yang biasanya muncul pada perubahan musim biasanya penyakit yang menyerang saluran pernafasan, pilek, masuk angin, diare atau saluran pencernaan terganggu, dan tifus abdominalis.

 

Berikut ini adalah jenis penyakit yang biasanya menyerang pada musim pancaroba, diantaranya :

  • Gangguan Saluran Nafas 

    batuk pilek

    batuk pilek

Perubahan cuaca dari musim hujan ke musim panas tersebut sangat berpotensi untuk  mengganggu saluran pernafasan.

Gejala awal dari saluran nafas yang mengalami gangguan yang biasanya terlihat adalah pilek, batuk, mudah bersin, suhu badan meninggi, bronkhitis.

Demam yang terjadi pada masa perubahan musim biasanya bukanlah jenis penyakit demam pada umumnya, melainkan menunjukkan gejala dari tubuh yang mulai terkena penyakit misalnya seperti flu.

Pada saat seseorang mengalami demam pada musim pancaroba biasanya suhu tubuh akan berada pada kisaran 37,0 °C – 73,0 °C.

Sedangkan pada saat seseorang mengalami influenza pada musim pancaroba biasanya suhu tubuh akan berada pada kisaran 38,0 °C – 40,0 °C.

Gejala lain yang biasanya terlihat adalah otot dan sendi terasa lelah, kepala terasa sakit, nafsu makan hilang, suara berubah jadi parau, batuk yang tidak menentu, mudah keluar ingus, sakit tenggorokan dengan langit-langit pada hulu tampak memerah, radang mata serta kongesti hidung.

Suhu tubuh anak-anak yang mengalami gejala sakit pada musim pancaroba biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Namun gejala tersebut biasanya setelah 3 hingga 5 hari akan berkurang atau hilang, akan tetapi biasanya tubuh masih lemah, mudah capek dan batuk masih belum hilang.

 

  • Gangguan Pencernaan 

    gejala diare

    gejala diare

Ada satu lagi gejala penyakit yang biasanya terjadi pada musim pancaroba, yaitu diare dimana gejala ini ditunjukkan dengan saluran pencernaan yang sering sakit, sering muncul perasaan ingin buang air besar dan kotoran BAB terlihat encer tidak seperti biasanya.

Sebenarnya gejala gangguan pencernaan ini bisa dikategorikan sebagai penyakit ringan, namun apabila kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan tidak segera ditangani maka kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian Anda.

Pada dasarnya diare bisa membuat tubuh mengalami dehidrasi atau kehilangan banyak cairan secara berlebihan dan elektrolit, maka dari itu wajar saja apabila tubuh menjadi lemas dan lemah, apalagi pada saat mengalami gejala ini Anda juga mengalami muntah-muntah.

Jika mengalami gejala ini maka penderita sebaiknya diberi cairan atau minum air putih yang banyak, sebaiknya juga diberi oralit.

Namun jika sudah melakukan perawatan ini dan gejala masih belum hilang maka ada baiknya jika penderita segera dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab dari diare, namun yang paling banyak adalah bakteri atau amuba yang menyebabkan terjadinya infeksi ringan pada usus, atau bisa juga karena infeksi virus atau flu usus.

Namun diare juga bisa disebabkan oleh makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri.

 

  • Penyakit tifus abdominalis 

Penyakit tifus abdominalis juga bisa jadi merupakan salah satu gangguan pencernaan yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

Penyakit tifus abdominalis adalah usus yang mengalami peradangan akibat terkena infeksi bakteria. Cara Mencegah Penyakit Pada Musim Pancaroba

Penyakit tifus abdominalis bisa terjadi karena akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terinfeksi bakteri salmonella typhosa.

Masa penularan penyakit tifus abdominalis termasuk cepat dimana hanya melalui kontak dengan hewan atau seseorang yang telah terinfeksi.

Penyakit ini bisa juga menyebar akibat kondisi sanitasi yang tidak layak atau bersih dan proses pembuangan air kotoran yang tidak baik.

Gejala atau tanda dari penyakit tifus biasanya terlihat dari suhu tubuh yang makin lama semakin meninggi dan terkadang penderita sering mengigau pada saat mengalami gejala ini.

Tanda-tanda lain diantaranya berat badan berkurang karena nafsu makan berkurang, tubuh menjadi lemah dan letih, tubuh menggigil dan berkeringat, mual dan muntah, peradangan pada cabang tenggorokan dan sakit perut yang terjadi secara tiba-tiba.

Untuk mengatasi penyakit ini usahakan untuk mengutamakan menurunkan suhu badan yang panas terlebih dahulu dengan menggunakan obat yang memiliki efek antipiretik dan antibiotik.

Penderita sebaiknya beristirahat di tempat tidur atau tiduran hingga gejala-gejala penyakit menghilang.

Usahakan selama masa beristirahat tersebut penderita mengonsumsi makanan yang memiliki banyak cairan seperti bubur, sop dan sebagainya.

Yang harus Anda ketahui adalah siapa saja bisa terserang penyakit pada musim pancaroba, entah itu orang dewasa atau anak-anak.

Makanan atau minuman yang tidak higienis atau bersih beresiko tinggi untuk menjadi tempat atau mengumpulnya virus dan bakteri penyebab penyakit.

 

Cara Mencegah Penyakit Pada Musim Pancaroba

Berikut ini adalah Cara Mencegah Penyakit Pada Musim Pancaroba, diantaranya :

  • Usahakan bahwa makanan atau minuman yang Anda konsumsi benar-benar bersih dan higienis.

    makanan sehat

    makanan sehat

  • Biasakan untuk membersihkan atau mencuci tangan pada saat sebelum makan, setelah makan dan setelah buang air besar.
  • Usahakan pada musim pancaroba tidak jajan sembarangan, terutama apabila lingkungan stan penjual makanan tidak bersih.
  • Minum air yang matang dan bersih.
  • Biasakan untuk menjaga kebersihan lingkungan, serta membasmi semut, kecoak, nyamuk dan lalat di lingkungan rumah.
  • Jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja secara berlebihan sehingga badan tidak mudah capek.
  • Istirahat yang cukup dan teratur.
  • Makan makanan yang bergizi dan memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna supaya daya tahan tubuh tetap terjaga dengan baik.
  • Apabila badan mulai menunjukkan gejala sakit maka ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.