Cara Mengatasi Anemia Pada Masa Kehamilan

anemia pada perempuan

anemia pada perempuan

Kurang darah atau anemia masih menjadi masalah yang sering terjadi pada mayoritas ibu-ibu dimasa kehamilan di Indonesia. Sampai saat ini cara yang sering dilakukan oleh ibu-ibu dalam masa kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia adalah dengan mengkonsumsi suplemen zat besi dalam bentuk tablet.

Untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu-ibu dimasa kehamilan tidak cukup dengan cara mengkonsumsi  suplemen zat besi saja, namun juga perlu dikombinasikan dengan asupan protein yang cukup serta asupan vitamin C.

Penyakit kurang darah atau anemia akan segera teratasi bila kadar Hb atau hemoglobin sudah diperbaiki. Suplemen zat besi belum tentu bermanfaat banyak dalam hal menambah kadar hemoglobin dalam tubuh kita terlabih bila tidak dikombinasikan dengan asupan nutrisi yang lain.

Zat besi nantinya akan membentuk hemoglobin bila ibu yang sedang hamil tersebut juga mengkonsumsi cukup protein. Maka dengan kata lain, untuk mengatasi terjadinya anemia ibu hamil perlu untuk mendapat asupan zat besi serta protein yang cukup.

gejala anemia pada ibu hamil

gejala anemia pada ibu hamil

Selain itu, ibu hamil juga perlu untuk mendapatkan asupan vitamin C untuk menghindari terjadinya anemia. Sebab, vitamin C ini nantinya akan membantu tubuh kita dalam hal menyerap zat besi yang masuk ke dalam tubuh kita.

Bila suplemen zat besi dikonsumsi secara tunggal tanpa dikombinasikan dengan asupan protein dan vitamin C, maka zat besi yang terdapat dalam suplemen tersebut akan langsung dikeluarkan melalui feses sehingga tidak dapat membentuk hemoglobin dalam tubuh.

Selain dengan memperhatikan asupan makanan,  untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil adalah dengan menjaga pola tidurnya. Pola tidur seseorang ikut berperan dengan fungsi tubuh untuk membentuk sel darah baru saat tidur. Jika seseorang kurang tidur, maka tubuhnya akan tidak memiliki kesempatan untuk memproduksi sel-sel darah yang baru, sehingga resiko terserang anemia semakin meningkat.

Penyakit kurang darah atau anemia yang terjadi pada ibu-ibu pada masa kehamilan merupakan suatu kondisi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan ketika sedang bersalin.

Selain itu, ibu-ibu yang mengalami anemia saat masa kehamilan juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin yang ada di dalam kandungannya.

Biasanya, seseorang ibu yang sedang dalam masa kehamilan akan mengalami anemia karena adanya peningkatan kebutuhan akan zat besi untuk pertumbuhan janin. Anemia pada ibu hamil juga bisa terjadi karena adanya gangguan pada pola makannya saat masa kehamilan.

manfaat buah kiwi

buah yang mengandung vitamin C

Selain karena kedua sebab diatas, anemia pada ibu hamil bisa juga terjadi karena berkurangnya kadar zat besi dalam tubuh ibu tersebut akibat dari menstruasi maupun persalinan yang terjadi sebelumnya.

Cara menangani dan mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil adalah dengan meningkatkan asupan makanan yang kaya akan zat besi, seperti makanan hewani, sayuran serta kacang-kacangan. Selain itu juga perlu dikombinasikan dengan mengkonsumsi makanan yang bervitamin dan ditambah dengan suplemen penambah zat besi untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Anemia yang terjadi pada masa kehamilan bisa sangat berbahaya sekali dan berakibat fatal, meliputi keguguran, waktu persalinan yang lama, pendarahan setelah melahirkan, bayi lahir prematur bahkan bisa juga bayi yang dilahirkan akan mengalami cacat bawaan.

Berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah anemia pada masa kehamilan, adalah:

  • Kenali gejala anemia terlebih dahulu. Umumnya gejala anemia yang sering muncul, adalah cepat lelah, lesu dan kurang bergairah, mudah mengantuk, pusing, mata berkunang-kunang dan rasa seperti mau pingsan.
  • Lakukan pemeriksaan darah secara lengkap. Dalam hal ini anda perlu memeriksa kondisi sel darah merah anda. Bila kadar sel darah merah anda terlalu rendah, berarti anda memang mengalami anemia.
  • Sering mendatangi dokter untuk berkonsultasi, dan dokter akan memberikan obat atau multivitamin yang cocok untuk anemia yang anda alami.
  • Memperhatikan pola makan selama masa kehamilan. Bagi anda yang menjalani program penurunan berat badan, sebaiknya hentikan dulu. Jangan jalani program penurunan berat badan saat anda dalam masa kehamilan terlebih lagi bila anda mengidap anemia. Perubahan pola makan ikut berpengaruh pada jumlah sel darah merah yang dapat menyebabkan anemia.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Zat besi berfungsi untuk mengikat oksigen dalam darah. Bila anda dalam masa kehamilan kekurangan zat besi maka anda akan mengalami kurang darah atau anemia.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang dapat menyerap zat besi. Ada beberapa jenis makanan yang mengandung zat besi tapi sulit untuk diserap dengan baik oleh tubuh kita. Untuk membantu proses penyerapan zat besi maka ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, kiwi, pepaya maupun brokoli.
  • Kurangi konsumsi teh maupun kopi. Teh dan kopi mampu menghambat proses penyerapan zat besi dalam tubuh anda.  Agar proses penyerapan zat besi tidak mengalami gangguan, maka sebaiknya berikan jarak serta batasi jumlah konsumsi berbagai makanan atau minuman yang dapat menghambat proses penyerapan zat besi.