Cara Mengatasi Kejang Pada Anak

Jika sewaktu-waktu anak anda mengalami kejang maka anda sebagai orang tuanya tentunya akan langsung merasa panik dan bingung terhadap langkah apa yang harus dilakukan.

Wajar saja karena bisa saja sebelumnya anda tidak pernah mengalami kejadian ini atau tidak pernah menyangka sebelumnya.

Namun tentunya anda harus bisa terlebih dahulu mengetahui apa ciri-ciri anak yang mengalami kejang sebelum anda bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Cara Mengatasi Kejang Pada Anak

Berikut ini adalah ciri-ciri kejang pada anak, diantaranya :

  • Bola mata terlihat mengarah ke atas kening.
  • Kedua tangan dan kaki anak terasa kaku dan terlihat menunjukkan gerakan kejut.
  • Terlihat bahwa gigi antara rahang atas dan bawah terkatup.
  • Ada kalanya nafas si anak akan terhenti sejenak dan disertai dengan muntah-muntah.
  • Bila kondisi kejang parah maka biasanya si anak akan mengalami pingsan.
  • Kejang yang termasuk kategori ringan biasanya hanya berlangsung sekitar 5 menit sehingga jika kondisi kejang terjadi selama lebih dari 15 menit maka hal ini sudah sangat membahayakan karena otak anak anda beresiko untuk mengalami kerusakan dan si anak harus anda periksakan ke rumah sakit terdekat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Cara Mengatasi Kejang Pada Anak

Sebenarnya anak yang mengalami kondisi kejang tidak membutuhkan penanganan yang khusus. gejala kejang pada anak

Namun yang paling penting dalam menangani kondisi anak yang mengalami kejang adalah dengan mencegah kemungkinan munculnya cedera pada anak yang disebabkan oleh tidak terkontrolnya reaksi otot.

Berikut ini adalah penanganan yang harus dilakukan untuk menangani anak yang mengalami kejang, diantaranya :

  • Posisikan tubuh anak dalam kondisi tubuh yang terbaring dalam posisi miring dimana hal ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan anak terjatuh
  • Sebisa mungkin untuk membaringkan anak di lokasi tempat terjatuh tanpa memindahkan anak ke tempat lain dimana hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resiko cedera karena anak yang mengalami kejang akan mempersulit proses pemindahan
  • Alasan lain kenapa anak yang mengalami kejang harus diletakkan dalam posisi yang miring adalah untuk mencegah kemungkinan anak menelan air muntahan atau air liur
  • Sebaiknya letakkan anak di atas alas yang empuk seperti selimut atau bantal untuk membuatnya berada dalam posisi yang nyaman
  • Bilamana anak anda mengalami kejang dan kebetulan mengenakan pakaian yang ketat terutama pada bagian leher maka sebaiknya longgarkan pakaian tersebut supaya anak anda tidak mengalami kesulitan bernapas dan anak terhindar dari resiko tercekik
  • Saat anak anda mengalami kejang hindari untuk memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya baik makanan atau minuman meskipun dengan alasan apapun jangan lakukan hal tersebut, hal ini dikarenakan sesuatu tersebut bisa menyebabkan saluran pernapasan anak anda menjadi tersumbat dan tersedak dimana pada akhirnya kondisi ini justru akan menimbulkan masalah baru
  • Anda baru boleh memberikan makanan atau minuman pada anak anda setelah anak anda tersadar dari kejang
  • Jangan sampai memberikan obat anti kejang pada anak anda jika obat tersebut bukanlah obat yang diberikan berdasarkan resep dari dokter
  • Ketika anak anda mengalami kejang maka pastikan bahwa kondisi sekeliling benar-benar aman, misalnya tidak ada benda-benda tajam seperti pisau, barang pecah belah seperti piring dan gelas, dan tidak ada perabotan yang bisa tersenggol oleh gerakan kejang si anak
  • Pada saat anak anda mengalami kejang jangan berusaha untuk menahan gerakan kejangnya karena tindakan ini justru bisa beresiko untuk menimbulkan cedera otot, memar dan patah tulang pada anak
  • Pada saat anak mengalami kejang usahakan untuk selalu menemani anak dan tidak berada dalam jarak yang jauh untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
  • Tidak ada salahnya untuk mencatat waktu kejang yang terjadi pada anak disertai dengan kronologi peristiwa yang terjadi dimana hal ini bisa menjadi informasi yang penting bagi dokter
  • Dengan mengompres anak atau bayi yang mengalami kejang dengan menggunakan air hangat maka hal ini bisa membantu mendinginkan suhu badan anak secara bertahap
  • Jangan memandikan anak yang mengalami kejang dengan menggunakan air dingin karena hal ini bisa membuat tubuh anak anda mengalami shock akibat menerima perbedaan suhu yang sangat berbeda dalam waktu yang bersamaan
  • Ketika anak berhenti mengalami kejang maka sebisa mungkin bawa anak anda ke Unit Gawat Darurat di rumah sakit terdekat
  • Tidak ada salahnya untuk memeriksa pernapasan anak setelah anak anda mengalami kejang dan ada kemungkinan anak anda akan membutuhkan bantuan pernapasan
  • Periksa detak jantung anak anda beserta tanda-tanda vital anak yang lain seperti denyut nadi
  • Dengan membawa anak anda yang mengalami kejang ke Unit Gawat Darurat maka anda sudah melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan misalnya seperti gejala epilepsi

 

Kejang yang Perlu Diwaspasdai

Ada kalanya anda harus memberikan perhatian ekstra bilamana anak anda berusia di luar 1/2 tahun hingga 5 tahun terutama jika sebelumnya pernah mengalami kejang namun tidak disertai dengan demamanak yang mengalami kejang demam

Bagi anak yang mengalami kejang demam pada umumnya anak akan bisa sadar dengan segera setelah proses kejang selesai.

Dengan demikian jika proses kejang telah selesai dan anak anda tidak kunjung sadar dan tidak bisa memberikan respon terhadap kondisi di sekitarnya maka anda harus waspada.

Anda juga harus ekstra waspada jika belakangan ini anak anda tidur lebih banyak dibanding sebelumnya.

Bila anak anda mengalami lebih dari 1 kali demam dalam 1 hari maka sebaiknya segerakan untuk memeriksakan anak anda ke dokter terdekat.

Pemeriksaan ke dokter harus segera dilakukan karena yang ditakutkan adalah anak anda beresiko untuk mengalami radang selaput otak dan radang otak.

 

 

Cara Mencegah Anak Mengalami Kejang Demam

Anak yang mengalami kejang demam disebabkan oleh anak mengalami demam tinggi yang terjadi secara tiba-tiba.

Untuk mencegah terjadinya kejang secara dini anda bisa menggunakan termometer untuk mengontrol kondisi tubuh anak anda.

Ada banyak versi mengenai ambang batas suhu badan anak ketika mengalami kejang namun biasanya ada pada suhu di atas 38˚C.

Untuk mencegah suhu badan anak anda semakin naik maka anda bisa menggunakan obat penurun panas seperti ibuprofen dan paracetamol.

Gunakan air hangat untuk mengompres anak pada bagian ketiak, dahi dan lipatan siku.

Bilamana anak anda mengalami demam tinggi maka disarankan untuk memeluk anak anda dengan kondisi kulit anak anda bertemu dengan kulit anda dimana hal ini berfungsi untuk menyalurkan suhu badan anak anda ke badan anda untuk membantu menurunkan suhu badannya yang tinggi.