Cara Untuk Mencegah Alergi Pada Anak Sejak Dalam Kandungan

alergi susu dan kacang

alergi susu dan kacang

Alergi, merupakan respon dari sistem imunitas tubuh yang bekerja secara berlebihan untuk melawan berbagai alergen atau pemicu dari alergi yang masuk ke dalam tubuh. Ada 30% anak-anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun yang mengalami berbagai macam alergi.

Angka kecenderungan alergi pada anak menjadi terus meningkat, sejak tahun 1990 sampai sekarang. Bahkan angka kejadiannya sekarang semakin tinggi mencapai empat kali lipat.

Mengkonsumsi jenis makanan seperti kacang-kacangan pada masa kehamilan tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan gizi bagi ibu-ibu pada masa kehamilan, namun mengkonsumsi kacang-kacangan pada masa kehamilan juga dapat menecak resiko melahirkan anak yang alergi terhadap makanan khususnya kacang.

Menurut hasil dari sebuah penelitian, anak-anak beresiko lebih rendah mengalami alergi kacang bila ibunya mengkonsumsi kacang-kacangan selama masa kehamilan. Selain itu, konsumsi kacang-kacangan selama masa kehamilan juga tidak akan berpotensi membahayakan janin yang ada dalam kandungan.

ibu hamil

ibu hamil

Penelitian ini bertentangan dengan anjuran pada ibu hamil selama ini untuk menhindari konsumsi kacang-kacangan terutama jika ada riwayat alergi seperti asma maupun eksim. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran pada bayi uang nantinya mengalami hipe sensitif terhadap kacang. Satu dari tujuh orang yang sensitif terhadap kacang pada akhirnya mengalami berbagai alergi khususnya alergi kacang.

Namun, saat ini sebagian dokter menilai bahwa, kacang-kacangan bukanlah merupakan suatu ancaman bagi para ibu-ibu dalam masa kehamilan, terlebih lagi pada ibu-ibu hamil yang tidak alergi kacang.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang melibatkan 8000 responden yang terdiri dari anak-anak, ada sekitar 308 anak yang mengalami alergi makanan, dan sekitar 140 anak lainnya alergi kacang-kacangan. Jenis kacang-kacangan yang menyebabkan alergi pada merek, meliputi pistachio, almon, hazelnut serta kacang mede.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa, anak-anak yang ibunya mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak lima kali arau lebih per minggu dalam masa kehamilan, memiliki resiko yang rendah mengalami alergi.

Penelitian ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa, paparan alergen pertama kali akan meningkatkan kecenderungan untuk toleran terhadap alergen tersebut. Paparan seperti in menekan kemungkinan resiko alergi makanan pada saat belum dewasa.

Wanita, khususnya ibu-ibu yang sedang hamil tidak diharuskan untuk menjalani diet ketat selama kehamilan. Memang, wanita yang memiliki alergi kacang diharuskan untuk menghindari kacang. Namun wanita yang tidak punya riwayat alergi sebaiknya tetap mengkonsumsi kacang-kacangan.

Kacang-kacangan merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi asupan protein serta asam folat. Asupan protein dan folat pada masa kehamilan akan mencegah kecacatan tabung syaraf serta mencegah sensitivitas terhadap kacang pada bayi yang ada dalam kandungannya.

kacang-kacanganSekitar 60% resiko alergi pada anak ditentukan oleh makanan. Namun, dengan cara membatasi makana pada ibu-ibu yang sedang dalam masa kehamilan dapat memngurangi resiko alergi pada anak yang ada dalam kandungan.

Seorang dokter anak spesialis alergi, Zakiudin Munasir mengatakan bahwa, sekitar 10 tahun yang lalu dokter anak memang menyarankan ibu-ibu hamil untuk menghindari jenis makanan tertentu yang berpotensi memicu terjadinya alergi. Jenis makanan yang harus dihindari, adalah ikan, telur serta daging.

Namun, saat ini anjuran seperti ini udah tidak berlaku lagi. Apa yang dikonsumsi oleh ibu-ibu pada masa kehamilan tidak akan berpengaruh langsung terhadap resiko alergi janin. Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa, jumlah anak yang alergi dari ibu yang membatasi makan tidak jauh berbeda dengan ibu yang tidak melakukan pembatasan makan.

Membatasi makanan pada masa kehamilan justru dapat mengurangi asupan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Contoh: dengan menghindari telur nantinya ibu hamil akan kekurangan protein, vitamin serta nutrisi yang lain yang hanya bisa didapatkan dari telur. Padahal, telur merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki gizi dan nutrisi yang lengkap dan dapat dikatakan mudah untuk didapat.

Cara terbaik untuk menghindari alergi pada anak, adlah dengan menghindari persalinan caesar, memberi ASI eksklusif selama enam bulan, memberikan makanan pendamping ASI selepas ASI eksklusif, menghindari paparan rokok dan paparan polusi.

JIka ditemukan adanya alergi pada anak, sebaiknya segera diketahui apa penyebab dari alerginya. Bia disebabkan oleh jenis makanan tertentu maka perlu untuk menghindari serta mencari makanan penggantinya.

reaksi alergi

reaksi alergi

Alegi pada bayi bisa disebabkan oleh tiga faktor utama yang semuanya saling berhubungan. Tiga faktor tersebut adalah, keturunan, lingkungan mikrobiotik pada saluran pencernaan, serta masuknya alergen.

Bila orang tua tidak memiliki riwayat alergi, anak kemungkinan mengalami alergi bila ada gangguan pada lingkungan mikrobiotik serta karena paparan alergen.

Bila ibu memiliki riwayat alergi, anak bisa mengalami alergi bisa juga tidak. Jika ibu dan ayah memiliki riwayat alegi, maka anak 80% dapat mengalami alergi. Bila salah satu orang tua saja yang memiliki alergi makan akannya 40% memiliki resiko mengalami alergi.

Anak yang orang tuanya mengidap alergi akan semakin tinggi resikonya mengalami alerggi bila dilahirkan melalui operasi caesar. Sebab pada anak-anak yang lahir melalui operasi caesar, bisa saja ada gangguan plora normal baik dari jumlahnya maupun kualitasnya yang bisa juga disebut lingkungan mikrobiotiknya rendah. Efek kelanjutannya, alergen akan menembus serta menimbulkan alergi.
Alergen bisa saja berupa makanan yang pertma kali kontak dengan bayi, baik itu ASI maupun susu formula. Bila ibu memiliki riwayat alergi, maka ASI merupkan sumper pencetus alergi pada bayi. Alergen bisa berasal dari susu formula, bila ayah atau ibu maupun keduanya memiliki riwayat alergi susu sapi, kemudian bayinya mengkonsumsi susu formula, maka bayi tersebut memiliki resiko mengalami alergi.

Alergi pada bayi sebenarnya dapat dihindari. Ibu yang memilik riwayat alergi atau memiliki suami yang mengidap alergi sebaiknya mengkonsumsi probiotik. Namun yang terjadi di masyarakat justru ibu-ibu hamil menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi.

Dengan mengkonsumsi probiotik pada masa kehamilan, ketika persalinan secara normal tidak dapat dilakukan karena kondisi tertentu, maka alergi pada bayi dari dihindari.