Dampak Jatuh Cinta Terhadap Kesehatan

Hampir semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta, entah dia anak-anak, orang dewasa, pria atau wanita.

Jatuh cinta adalah kondisi dimana seseorang sedang dalam kondisi suka, senang, tertarik ataupun kagum terhadap seseorang ataupun sesuatu yang lain.

Meskipun sebagian yang lain ada yang menyatakan bahwa jatuh cinta bisa disebut sebagai candu atau obsesi yang bisa menimbulkan efek ketergantungan, meskipun ada kalangan yang juga menyatakan bahwa jatuh cinta merupakan kondisi kesenangan yang bisa membuat seseorang lebih menikmati hidup dan membuatnya merasa nyaman.

Namun intinya cinta memang baik dan bisa memberikan pengaruh pada orang lain baik secara fisik ataupun mental.

Dampak Jatuh Cinta Terhadap Kesehatan

Dampak Positif Jatuh Cinta Terhadap Kesehatan

Berikut ini adalah dampak positif jatuh cinta terhadap kesehatan diantaranya :

  • Mengurangi stres

Orang yang sedang dalam kondisi jatuh cinta biasanya wajahnya akan lebih sering tersenyum karena hatinya dalam kondisi yang gembira.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Chicago dan northwestern disebutkan bahwa status hubungan yang dilakukan oleh seseorang bisa memberikan pengaruh pada produksi hormon stres dan kortisol, dimana orang yang sedang dalam kondisi jatuh cinta jarang memiliki stres atau tekanan jika dibandingkan dengan seseorang yang masih single dan tidak memiliki status hubungan apa-apa dengan orang lain (jomblo).

 

  • Mengurangi rasa nyeri

Salah satu efek kedahsyatan jatuh cinta adalah bisa mengurangi rasa nyeri karena berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perasaan jatuh cinta akan bekerja secara analgesic dimana seseorang yang jatuh cinta biasanya akan merasa kurang peka pada rasa sakit.

Selain itu jatuh cinta juga bisa mengaktifkan area pada otak yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit sehingga memproduksi hormon dopamine.

 

  • Terhindar dari resiko gangguan mental Dampak Jatuh Cinta

Pada tahun 2010 yang lalu diadakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Florida State University, dan hasil penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang masih single atau belum memiliki pasangan memiliki resiko yang lebih besar untuk memiliki gangguan mental jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan.

Seseorang yang masih single memiliki kecenderungan mudah merasa depresi, stres, cemas, perubahan mood yang tidak stabil dan bahkan mungkin ada keinginan untuk bunuh diri akibat tekanan mental.

 

  • Rasa nyaman dan senang

Journal of Neurophysiology menyebutkan bahwa perasaan jatuh cinta bisa mengaktifkan dopamine yang ada di dalam otak dimana bagian ini memiliki hubungan langsung dengan keinginan, kecanduan, perasaan senang dan euforia kebahagiaan.

Dengan kata lain jika kita melihat orang yang kita cintai maka akan memberikan pengaruh pada otak kita dimana akan muncul perasaan yang bahagia.

 

  • Menambah energi

Ketika jatuh cinta maka tubuh akan memproduksi hormon dopamine dan neropinefrin dengan jumlah yang berlebihan dan dampaknya bisa membuat wajah merah merona dan tubuh akan menghasilkan energi yang lebih banyak.

 

  • Panjang Umur

Data sensus telah menunjukkan bahwa orang dewasa yang masih belum menikah memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami kematian dini jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan atau telah menikah.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang yang telah menikah dan memiliki pasangan cenderung memiliki umur yang panjang terlepas dari kesenjangan sosial dari pasangan dan memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

 

  • Menurunkan Tekanan Darah cinta

Ada kalanya kita diharuskan untuk mengonsumsi buah dan sayuran untuk bisa menurunkan tekanan darah.

Namun menurut peneliti ilmiah dari Annalys of Behavioral Medicine, jatuh cinta bisa menimbulkan rasa nyaman pada seseorang dan hal ini bisa membantu mengontrol atau menurunkan tekanan darah.

 

  • Mencegah Penuaan Dini

Seseorang yang sedang dalam kondisi jatuh cinta biasanya akan lebih sering tersenyum dan tertawa dimana hal ini bisa membantu tubuh menghasilkan oxytonic yang melepaskan hormon DHEA yang berfungsi mencegah penuaan dini atau munculnya kerutan pada wajah.

 

  • Meningkatkan Sistem Imun

Hasil penelitian dari Carnegie Mellon University menyebutkan bahwa jatuh cinta bisa menghasilkan emosi yang positif dan hal ini bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dirinya akan menjadi lebih jarang sakit.

 

  • Mengurangi Berat Badan

    lapar mata

    lapar mata

Kabar gembira bagi mereka yang secara bersamaan sedang jatuh cinta dan sedang dalam program diet karena jatuh cinta bisa membuat tubuh terus menghasilkan norepinephrine yang bisa menghilangkan nafsu makan sehingga program diet bisa semakin lancar.

 

Dampak Negatif Jatuh Cinta Terhadap Kesehatan

Kesimpulannya jatuh cinta bisa memberikan manfaat kesehatan, namun ada kalanya juga bisa menyebabkan masalah kesehatan jika kita tidak bisa mengelolanya dengan baik.

Berikut ini adalah dampak negatif jatuh cinta terhadap kesehatan diantaranya :

  • Susah tidur Insomnia

Ada kalanya seseorang yang sedang jatuh cinta akan memiliki resiko yang besar untuk susah tidur atau insomnia, dimana hal ini bisa terjadi karena produksi sel hormon yang menghilangkan rasa kantuk terus berjalan akibat kita terus memikirkan orang yang kita cintai dan memiliki banyak energi.

 

  • Nafsu makan menurun

Orang yang sedang jatuh cinta biasanya mengalami beberapa fase, salah satunya adalah fase Limerence, yaitu kondisi dimana seseorang sudah benar-benar merasa tergila-gila dengan seseorang dan dirinya terus membayangkan orang yang dicintai.

Dalam kondisi tersebut biasanya dirinya akan menjadi lebih obsesif sehingga dirinya akan menjadi lupa terhadap tanggung jawab, keluarga, pekerjaan, hingga sulit makan karena nafsu makan menghilang.

 

  • Aktifitas menjadi terganggu

Ada kalanya seseorang yang sedang jatuh cinta akan lebih mengutamakan urusan yang berhubungan dengan orang yang dia cintai sehingga berbagai aktifitas yang lain misalnya seperti pekerjaan akan menjadi terganggu.

 

  • Sulit berkonsentrasi

Seseorang yang sedang dalam kondisi jatuh cinta dan hati sedang berbunga-bunga biasanya akan cenderung sulit berkonsentrasi akibat tubuh terus memproduksi hormon dopamine dan terus memikirkan orang yang terus dicintai.

 

  • Tekanan Pada Dada

Seorang ilmuwan dari Rutgers University, Amerika yang bernama Dr. Helen Fisher mengatakan bahwa seseorang yang sedang dalam keadaan panik biasanya akan merasakan adanya tekanan pada bagian dada.

Sedangkan seseorang yang sedang jatuh cinta biasanya memiliki hubungan yang erat dengan rasa cemas dan kepanikan.

 

  • Mual dan Sensasi Menggelitik dalam Perut

Dengan dilepaskannya hormon doparmine, norepinefrin dan kortisol yang mengalirkan darah dari usus yang bisa memberikan efek mual dan rasa gugup pada saat bertemu dengan seseorang yang dicintai.

Orang yang sedang jatuh cinta ketika bertemu dengan orang yang dicintai beresiko untuk memiliki gejala merasa pusing seperti melihat cahaya terang, telapak tangan berkeringat, mulut terasa kering dan denyut jantung yang meningkat.

 

Kesimpulan akhir dari tulisan di atas adalah bahwa jatuh cinta merupakan anugrah dari Tuhan yang bisa memberikan dampak pada kesehatan baik itu positif ataupun negatif.

Semua kembali kepada diri kita masing-masing apakah kita bisa mengarahkan perasaan jatuh cinta tersebut pada dampak yang positif terhadap kesehatan ataukah kita malah terjerumus ke dampak negatif karena jatuh cinta.