Dampak Lain Gula Dan Cara Mencegah Anak Mengalami Asma

gula kotak

gula kotak

Gula ternyata tidak hanya akan membuat anak-anak rentan mengalami obesitas. Namun ternyata, gula juga bisa menyebabkan munculnya masalah kesehatan yang lain yaitu asma.

Sebuah studi yang dilakukan pada hewan percobaan menyebutkan bahwa gula bisa menyebabkan asma. Asma, merupakan sebuah penyakit yang menyerang hampir 10% anak-anak maupun remaja di dunia. Angka kasus kejadian penyakit asma mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat jika dibandingkan pada tahun 1980an.

Adanya kebiasaan makan yang buruk, seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, seperti permen, kue maupun minuman bersoda, disebut sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan munculnya peningkatan kasus penyakit asma pada anak dan remaja.

minuman bersoda dalam botol

minuman bersoda dalam botol

Sonya Kierstein PhD, seorang peneliti berama dengan rekan-rekannya dari Nestle Research Center di Lausanne, Swiss, membuat hipotesa bahwa konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi akan menyebabkan sistem imunitas tubuh si anak menjadi rentan terhadap munculnya inflamasi atau peradangan yang bersifat alergis.

Inflamasi itu sendiri nntinya akan menimbulkan penyempitan saluran serta akan mempengaruhi produksi mukus atau lendir sehingga menghasilkan gejala asma seperti sesak napas serta bersin.

Sonya Kierstein melakukan riset di Univesitas Pennsylvania dan mempresentasikan temuannya ini dalam pertemuan tahunan American Academy of Allergy.

Untuk menguji teorinya, Sonya Kierstein bersama para rekan-rekannnya meneliti dua ekor tikus. Yang satu diberi air biasa sedangkan tikus yang lain diberi air gula. Alasannya adalah seperti halnya anak-anak, saat mereka diberi air gula, mereka akan minum dan terus minum.

Lalu kedua ekor tikus tersebut disuntik dengan sejenis alergen atau penyebab alergi agar mereka jadi lebih toleran terhadap alergen tersebut. Maksudnya adalah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengatasi efek paparan alergen di kemudian hari. Alergen sendiri merupakan sebuah substansi yang mampu menimbulkan reaksi alergi, seperti gatal-gatal, hidung berair serta mampu memicu munculnya penyakit asma.

Kemudian selang beberapa jam, kedua tikud tersebut disuntik lagi dengan alergen yang sama lalu para peneliti memantau apakah muncul tanda-tanda maupun perbedaan pada kedua tikud tersebut dan seberapa kuatkah mereka terhadap adanya peradangan pada saluran pernapasan sebagai respon dari alergi.

Dan para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi asupan air gula ternyata dua kali lebih rentan mengalami peradangan pada saluran pernapasan daripada tikus yang diberi asupan air biasa. Sebab sistem kekebalan pada tikus yang diberi asupan gula menjadi lebih aktif, sehingga rentan terserang penyakit asma.

Temuan seperti ini merupakan sebuah bukti lain yang menjadi alasan bahwa sebaiknya anak tidak terlalu banyak mengkonsumsi gula. Salah satu cara yang paling mudah untuk mengurangi asupan gula pada anak-anak adalah dengan mengganti minuman bersoda maupun minuman fruit punch yang kaya akan gula dengan jus buah segar yang tidak diberi gula tambahan.

Para orang tua ada baiknya untuk selalu membaca label kemasan minuman sebelum memberikannya pada anak-anak. Banyak orang tua yang tidak tahu menahu bahwa sirup dengan gula jagung yang mengandung fruktosa banyak ditemukan pada berbagai macam minuman buah-buahan. Fruktosa merupakan bentuk lain dari gula. Bahkan kabarnya fruktosa lebih berbahaya daripada gula biasa.

asma

asma

Selain itu, ada cara lain agar anak-anak tidak mudah terserang asma. Yaitu dengan cara menjaga serta mengatur pola makan dan mengikuti pola makan mediteranian sejak anak masih dalam kandungan. Jadi sejak bayi masih dalam kandungan, sebaiknya si ibu mengikuti metode diet mediteranian agar anak yang ada dalam kandungannya nanti terhindar dari asma maupun alergi lainnya.

Penelitian ini dipimpin oleh seorang dokter yang bernama Leda Chatzi yang diikuti oleh 507 orang responden wanita yang memeriksakan diri di sebuah klinik kandungan di pula mediteranian Menorca serta memberi semacam kuisoner yang berisi berbagai pertanyaan  tentang pola makan yang dijalani.

Dokter Leda Chatzi bersama rekan-rekannya meneliti para ibu-ibu hamil tersebut sampai melahirkan bayinya. Setelah ibu-ibu tersebut melahirkan, enam tahun kemudian para peneliti meneliti anak-anak dari ibu-ibu yang mengikuti penelitian sebelumnya. Anak-anak tersebut diteliti apakah mereka sensitif terhadap alergen atau justru kebal. Hasilnya anak-anak dari para ibu yang melakukan metode diet mediterania lebih kebal pada alergen.

Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok terdiri dari ibu-ibu yang menjalani diet mediteranian biasa dengan mengkonsumsi sereal, ikan, sayuran, dan kacang-kacangan sedangkan kelompok yang lain menjalani diet mediteranian ketat.

Anak-anak dari ibu yang menjalani diet mediteranian biasa, lebih mudah mengalami asma dibandingkan dengan anak-anak dari ibu yang menjalani diet mediteranian ketat. Resiko mengalami asma pada anak-anak yang ibunya mengikuti diet mediteranian ala kadarnya mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat.

sayuran yang menyehatkan

sayuran yang menyehatkan

Konsumsi sayuran lebih dari delapan kali dalam satu minggu, ikan lebih dari tiga kali dalam seminggu serta mengkonsumsi buncis lebih dari sekali dalam seminggu akan melindungi janin dari alergi pada masa kehamilan. Namun sebaliknya, mengkonsumsi daging merah lebih dari empat kali dalam seminggu dapat meningkatkan resiko munculnya alergi pada janin.

Dua komponen penting yang terdapat pada metode diet mediteranian yaitu antioksidan serta asam lemak tak jenuh ganda yang nantinya dapat melindungi janin dari berbagai macam alergi pada masa kehamilan.

Antioksdan merupakan sebuah unsur yang memiliki kemampuan untuk melindungi tubuh dari serangan asma pada anak-anak, sedangkan asam lemak tak jenuh ganda nantinya akan melindungi anak-anak dari munculnya peradangan yang dapat memicu munculnya asma.

Maka dari itu, metode diet mediteranian sering disebut sebagai pola makan panjang umur yang dilengkapi dengan asupan anggur merah. Namun sebaiknya ibu-ibu dalam masa kehamilan tidak mengkonsumsi anggur merah. Konsumsi anggur merah bisa diganti dengan mengkonsumsi buah anggur merah yang masih segar secukupnya.