Dampak Negatif Makan Malam Sebelum Tidur

Kesibukan di tempat kerja, ditambah dengan perjalanan pulang kerja yang biasanya macet dan makan waktu yang lama biasanya membuat anda tiba di rumah dengan keadaan capek dan perut kosong.

Dengan demikian ketika anda menunaikan makan malam ternyata waktunya hanya beda tipis dengan waktu tidur di rumah.

Bila itu yang biasa anda alami setiap hari maka ada baiknya mulai sekarang anda menghentikan kebiasaan buruk tersebut karena makan malam tepat sebelum tidur memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan tubuh anda.

August McLaughlin, seorang penulis dan ahli gizi juga memberikan banyak ulasan mengapa kebiasaan makan sebelum tidur memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan.

dampak-negatif-makan-malam-sebelum-tidur

Berikut ini adalah Dampak Negatif Makan Malam Sebelum Tidur diantaranya :

  • Perut mulas

Tingkat asam di perut yang mengalami kenaikan dan berbaring setelah makan bisa meningkatkan gejala ini dan membuat rasa mulas menjadi lebih parah.

Dr. Timothy Morgenthaler dari MayoClinic.com yang merupakan Dokter Spesialis Masalah Tidur, memberikan saran supaya anda menghindari makanan yang terbuat dari bawang putih dan makanan yang bersifat pedas karena bisa meningkatkan resiko perut mulas.

Bukan hanya kedua jenis makanan tersebut karena makanan yang bersifat asam dan berlemak seperti jus jeruk, saus tomat dan makanan gorengan juga bisa meningkatkan resiko perut mulas.

 

  • Berat badan naik dan makan terlalu banyak

Penulis buku “The Food You Crave” yang juga merupakan seorang ahli diet mengatakan bahwa berat badan bisa bertambah dengan drastis jika mengonsumsi kalori sebelum tidur jika dibandingkan dengan kalori yang dikonsumsi di waktu lain.

Bukan hanya makan malam sebelum tidur karena dengan makanan cemilan di malam hari juga bisa meningkatkan berat badan.

 

  • Insomnia

Gejala insomnia atau susah tidur bisa jadi semakin parah bila anda makan dan minum kafein atau alkohol menjelang tidur.

Gejala insomnia juga bisa menjadi bertambah parah jika anda tidur dalam keadaan perut kosong.

Untuk mengatasi masalah tersebut anda bisa mengonsumsi makanan cemilan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti susu dan sereal yang bisa memberikan efek tenang.

 

  • Komplikasi asma

Pada tahun 2004 The American Journal of Gastroenterology merilis hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penderita asma bisa mengalami komplikasi bila makan sebelum tidur.

Dari responden penelitian mengenai gejala bronkial dan kebiasaan makan tersebut, dilakukan wawancara yang bersifat mendalam dengan 261 orang yang memiliki asma dan 218 orang yang tidak memiliki asma.

Pada 261 orang yang memiliki asma di siang hari atau malam hari cenderung mengalami gejala gastroesophageal reflux  seperti sulit untuk bernapas, bengek dan batuk setelah makan malam sebelum tidur jika dibandingkan dengan mereka yang tidak makan sebelum tidur.

Para peneliti memberikan ketegasan bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan makan sebelum tidur meningkatkan resiko kesehatan yang bisa mengancam jiwa penderita asma.

 

  • Meningkatkan resiko diabetes kebiasaan-makan-malam-sebelum-tidur

Dengan adanya lemak yang menumpuk di dalam tubuh maka hal ini bisa meningkatkan resiko penyakit diabetes.

Bila menjelang tidur anda memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi cemilan atau bahkan makanan yang berat maka anda memiliki resiko yang tinggi untuk terkena diabetes yang terjadi karena adanya lemak yang bertumpuk yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat ini.

 

  • Meningkatkan resiko serangan jantung

Lemak yang menumpuk di dalam tubuh juga bisa menjadi penyebab tersumbatnya bagian pembuluh darah dimana hal ini ternyata juga bisa menjadi pemicu serangan jantung.

Kebiasaan mengonsumsi cemilan atau makanan berat pada malam hari menjelang tidur bisa membuat lemak menumpuk di dalam tubuh dan hal ini bisa memicu resiko serangan jantung.

 

  • Mempengaruhi pola dan kualitas tidur

Dengan memiliki kebiasaan mengonsumsi cemilan atau makanan berat pada malam hari menjelang tidur pastinya juga bisa mempengaruhi pola dan kualitas tidur.

Apapun jenis makanan yang anda konsumsi pada saat menjelang tidur, pastinya jenis makanan tersebut mengandung kalori.

Tubuh membutuhkan kalori sebagai bahan bakar dan dengan masuknya kalori ke dalam tubuh maka anda akan menjadi lebih sulit untuk tidur dan terjaga lebih lama.
Makanan yang bisa memberikan efek kenyang tidak akan memberikan stimulus untuk tidur, melainkan akan memberikan stimulus untuk melakukan aktivitas.
Hal inilah yang membuat anda terjaga lebih lama dan lebih sulit untuk tidur sehingga anda akan lebih sulit untuk bangun pada pagi hari.

 

  • Heart Burn

Meskipun jarang terjadi pada orang normal namun kebiasaan makan pada saat menjelang tidur bisa menimbulkan kondisi heart burn.

Heart burn sendiri merupakan kondisi dimana bagian dada terasa panas dan tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan pada saat menjelang tidur malam.

Bagian rongga dada yang terasa panas dan tidak nyaman pada kondisi heart burn disebabkan oleh naiknya asam lambung ke bagian rongga dada.

Bila anda sering merasakan gejala heart burn seperti yang disebutkan di atas maka ada baiknya jika anda segera memeriksakan diri ke dokter terdekat karena ada kemungkinan anda menderita Gasteophageal Reflux atau GERD yang merupakan gejala lanjutan dari kondisi heart burn.