Diagnosa Dan Pengobatan Susah Menelan (Disfagia)


Diagnosis Disfagia

Bila selama ini Anda pernah atau bahkan sering mengalami kondisi dimana pada saat ingin menelan makanan atau cairan mengalami kesulitan atau tidak seperti biasanya maka ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat.

Bilamana Anda mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat maka biasanya Anda akan makin cepat mendapatkan pengobatan yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut sehingga Anda akan terhindar dari resiko terjadinya komplikasi misalnya seperti kehilangan nutrisi (malnutrisi), tubuh kekurangan cairan dengan drastis, berat badan menurun dengan drastis dan tersedak sampai pada pneunomia.

Pada langkah pertama melakukan diagnosis biasanya dokter akan bertanya pada pasien mengenai berbagai gejala beserta jumlah frekuensi yang dirasakannya belakangan ini.

Setelah itu biasanya dokter akan memeriksa (IMT/BMI) atau Indeks Massa Tubuh untuk melihat kondisi pasien apakah masalah kesulitan menelan yang dialaminya mengakibatkan mengalami kekurangan nutrisi.

Lalu dokter akan melakukan Water Swallow Test pada pasien, yaitu melakukan tes pada pasien untuk memintanya minum air yang telah ditakar dalam waktu yang cepat.

Dokter akan mencatat waktu yang dibutuhkan oleh pasien pada saat minum air yang telah ditakar, kemudian catatan waktu tersebut bisa dijadikan sebagai data tambahan untuk menilai kondisi kesehatan pasien.

Biasanya dokter akan melakukan beberapa metode pemeriksaan khusus supaya bisa mendapatkan hasil penelitian yang tepat, diantaranya :

  • Endoskopi Diagnosa Dan Pengobatan Susah Menelan (Disfagia)

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan selang khusus fleksibel yang juga dilengkapi dengan lampu dan kamera.

Kamera akan mengambil gambar dan hasilnya bisa dilihat atau ditampilkan melalui layar monitor, sehingga dokter bisa mengamati kondisinya dengan lebih jelas.

Endoskopi bisa dilakukan untuk memeriksa kondisi kerongkongan hingga lambung (gastroskopi) atau hidung hingga tenggorokan (nasoendoskopi).

 

  • Fluoroskopi

Yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan sinar-X yang dipandu oleh Barium, yaitu zat khusus sebagai kontras.

Hampir sama dengan foto rontgen biasa, hanya saja gambar yang diambil melalui fluoroskopi dilakukan secara berkesinambungan dengan demikian bisa merekam gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pasien pada saat menelan.

 

  • Manometri esofagus

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja esofagus yang dilakukan dengan cara mengukur besar tekanan otot pada organ tersebut pada saat menelan makanan atau cairan.

Selang khusus yang berukuran kecil yang terdapat sensor untuk mengukur tekanan atau kateter diperlukan oleh dokter untuk melakukan pemeriksaan manometri dimana pemeriksaan ini terkadang juga dilakukan dalam waktu yang sama pada esofagus dengan melakukan kadar asam lambung..

 

  • Pencitraan

Pencitraan bisa dilakukan dengan menggunakan MRI, CT scan atau PET scan dimana pemeriksaan ini diperlukan untuk melihat kondisi mulut hingga kerongkongan pasien dengan lebih jelas.

 

Pengobatan Disfagia

Tingkat kesembuhan pasien bisa semakin meningkat apabila penyebab dari masalah kesulitan menelan bisa diketahui dengan jelas dan mendetail.

Terapi disfagia diutamakan supaya bisa mengontrol asupan nutrisi pasien dan mencegah masuknya makanan pada saluran pernapasan pasien.

Adapun metode yang bisa dilakukan untuk menjaga atau mengendalikan asupan nutrisi pasien, diantaranya :

  •  Terapi menelan 

Terapis akan memberikan bimbingan khusus pada pasien disfagia dimana nantinya pasien akan diberikan pengarahan bagaimana melakukan proses menelan selama masa penyembuhan hingga pasien bisa menelan dengan normal seperti sebelumnya.

 

  • Modifikasi diet

Modifikasi diet yaitu mengontrol tingkat kekentalan dan tekstur dari makanan yang kemudian disesuaikan dengan kemampuan menelan dari pasien.

Pengobatan ini biasanya dilakukan pada pasien disfagia yang mengalami kesulitan menelan pada tingkat oral.

Pola makan dari pasien bisa diatur misalnya dengan mulai minum jus buah, yang berfungsi sebagai makanan dengan bentuk cair hingga siring dengan bertambahnya waktu maka pasien bisa mulai mengonsumsi makanan padat seperti biasanya.

 

  • Selang makan selang makanan

Supaya tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya maka pasien akan menggunakan selang makan selama masa pemulihan mulut dan faring.

Selang tersebut juga bisa digunakan untuk memasukkan obat-obatan ke dalam saluran pencernaan pasien.

Ada 2 jenis selang makan yang biasanya digunakan, yakni selang gastrostomi endoskopi perkutan (PEG) dan selang nasogastrik yang dipasang melalui hidung lalu menuju lambung.

 

  • Obat-obatan

Penyebab dari disfagia sangat menentukan pemberian obat-obatan pada pasien disfagia, adapun jenis obat-obatan tersebut diantaranya adalah :

Obat ranitidin dan omeprazole yang berfungsi untuk mengurangi asam lambung dimana jenis obat ini biasanya diberikan pada pasien disfagia yang disebabkan oleh penyakit GERD (reflux asam lambung) dan untuk mengurangi keluhan sakit maag yang disebabkan oleh kerongkongan yang menyempit.

Botulinum toxin yang disuntikan pada kerongkongan bagian bawah untuk melumpuhkan otot kerongkongan yang kaku akibat akalasia hanya saja fungsi dari botulinum toxin hanya bisa bertahan selama 6 bulan.

Obat darah tinggi golongan penghambat kalsium, seperti nifedipine dan amlodipine dimana jenis bat-obatan ini bisa diberikan pada pasien untuk melemaskan otot jika terjadi ketegangan pada otot kerongkongan bagian bawah.

 

Operasi

Tujuan dari dilakukannya operasi pada pasien disfagia yaitu untuk memperlebar esofagus yang jadi menyempit sehingga pasien bisa menelan makanan dengan lebih mudah.

Untuk memperlebar esofagus, dokter bisa melakukannya dengan menggunakan metode ini, yaitu :

  • Dilatasi

Selang kamera digunakan pada metode operasi ini supaya bisa mendapatkan pencitraan esofagus dengan jelas, kemudian alat businasi atau balon akan digunakan untuk melebarkan bagian esofagus yang menyempit.

  • Pemasangan stent

Stent yaitu tabung logam yang bisa dipasang pada bagian esofagus untuk memperlebar saluran esofagus yang menyempit.

Disarankan untuk melakukan pemasangan stent pada penderita kanker esofagus yang tidak bisa diangkat bila dibandingkan dengan dilatasi, karena jaringan kanker lebih memiliki resiko untuk tersobek jika dilebarkan dengan teknik dilatasi.

Panduan foto Rontgen atau endoskopi akan digunakan untuk memasang stent.

Komplikasi Disfagia

Bila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat maka masalah susah menelan bisa mengakibatkan berbagai komplikasi yang serius.

Penderita disfagia bisa saja mengalami kekurangan cairan pada tubuhnya, kekurangan nutrisi dan berat badan yang menurun akibat tubuh tidak mendapatkan cukup asupan nutrisi dan cairan.

Bukan hanya itu saja karena Penderita disfagia juga bisa saja mengalami masalah pada pernapasannya seperti pneunomia atau infeksi saluran pernapasan bagian atas.