Fakta Tentang Garam

garam halus

garam halus

Garam, atau sodium klorida sangatlah penting bagi kesehatan kita. Dengan pasokan garam yang kurang memadai, kita dapat kehilangan berat badan, menderita mual-mual, sakit kepala, kram otot, serta kelemahan secara umum.

Tidak ada bukti langsung untuk mengaitkan garam dengan kanker, namun ada berbagai macam alasan mengapa para pengidap kanker diharuskan untuk menghindari garam.

Tubuh memerlukan kurang dari 500 miligram garam per hari agar tetap sehat. Persoalan yang dihadapi oleh orang-orang di dunia jaman sekarang ini adalah bahwa mereka mengkonsumsi garam terlalu banyak.

Orang Eropa rata-rata mengkonsumsi 10 hingga 50 gram garam per hari, yang dapat dikatakan 20 hingga 100 kali lebih banyak dari kebutuhan garam bagi tubuh per hari.

Coba anda bayangkan beban yang terlalu berat yang harus dipikul oleh tubuh. Terlalu banyak garam dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh, sebagaimana yang dilakukan oleh kanker terhadap tubuh.

Umumnya, orang-orang mengkonsumsi garam dikarenakan zat ini membuat makanan menjadi terasa lebih enak dan nikmat. Bukan karena tubuh membutuhkannya.

Pada tahun 1954, Dr. Albert Schweitzer menuliskan kata-kata seperti ini di dalam suratnya dari Lambarene Hospital di Afrika: Berdasarkan pengalaman saya, kembali ke tahun 1913, dapat saya katakan bahwa, jika ada orang yang benar-benar menderita kanker itu jarang sekali terjadi. Namun kejadian itu menjadi lebih sering sejak saat itu… itu jelas sekali menghubungkan kenyataan meningkatnya kanker dengan meningkatnya penggunaan garam oleh orang-orang asli. Dalam tahun-tahun sebelumnya sedikit sekali garam yang tersedia yang diambil dari laut. Kenyataan ini berubah pada tahun 1874 ketika orang-orang kulit putih datang ke daratan ini …. dalam waktu singkat kanker garam meningkat.  

Suhu yang sangat tinggi hingga mencapai 1500 C, digunakan dalam produksi garam komersial. Dalam proses tersebut, ditambakan bahan kimia, seperti agen anti lengket serta pembentuk kristal, seperti sodium ferosianida serta ferik ammonium sitrat hijau.

penambahan garam pada makanan

penambahan garam pada makanan

Bahan-bahan itu menyalut kristal-kristal garam serta mencegahnya menarik embun disamping itu membuat garam dapat mengalir bebas.

Garam beryodium justru sebaliknya. Garam beryodium mengandung potasium iodida, dekstrosa untuk menstabilkan yodium serta sodium karbonat untuk menghentikan campuran tersebut berubah warna menjadi ungu.

Disamping bahan-bahan tambahan tersebut, garam komersial tidak diproses secara berlebihan seperti gula pasir. Karena tidak adanya keseimbangan unsur-unsur alami, garam halus sesungguhnya dapat mengosongkan mineral-mineral yang tersimpan dalam tubuh yang diperlukan untuk menetralkan serta mencerna makanan yang halus.

Garam, dapat mempertahankan cairan tubuh, tetap jaringan  tubuh yang terserang kanker telah penuh dengan cairan . Dengan memberikan makanan garam kepada jaringan yang terkena kanker tersebut, tidak dapat membantu proses penyembuhan.

Garam umum adalah kombinasi sodium dan klorida  dalam bentuk anorganik. Oleh karena itulah, persediaan garam ini tak sebanyak seperti sodium  dan klorida yang ditemukan dalam makanan organik.

Tubuh kita perlu bekerja ekstra keras untuk terbebas dari bahan-bahan kimia anorganik yang dicerna. Kita harus mengkonsumsi makanan alami yang mengandung sodium organik, seperti bayam, wortel, seledri, bit dan lain sebagainya.

garam meja

garam meja

Tugas utama diet tidak bergaram adalah memungkinkan tubuh untuk menghilangkan sodium, klorida dan berbagai macam racun lainnya yang tertahan di jaringan tubuh.

Pengeluaran sodium klorida akan meningkat pada para penderita setelah dua atau tiga hari jika mereka mengkonsumsi makanan tak bergaram.

Kondisi seperti ni akan bertahan selama delapan hingga empat belas hari lamanya. Bisa saja terjadi berbagai perasaan yang tidak enak, seperti mual, diare,  serta gangguan-gangguan syaraf.

Peningkatan cairan empedu  serta stimulasi sistem syaraf rongga perut mungkin akan dapat menyebabkan berbagai gangguan ini. Namun demikian, setelah berbagai perasaan tak nyaman ini hilang, pasien akan merasa lebih sehat serta mentalnya menjadi lebih baik.

Alternatif pengganti garam.

garam laut kasar

garam laut kasar

Seandainya anda tidak biasa mengkonsumsi makanan tanpa garam, kami menyarankan berbagai pengganti garam, seperti dibawah ini:

  • Memakai garam laut kasar. Larutkan dalam air lalu menggunakan air larutan garam tersebut pada masakan anda.
  • Menggunakan kelp atau rumput laut kering yang belum diolah. Bersihkan lalu keringkan. Kemudian digiling hingga menjadi tepung halus lalu gunakan tepung tersebut sebagai pengganti garam.
  • Menggunakan miso. Miso adalah kedelai fermentasi tradisional orang Jepang. Gunakanlah dengan hemat karena miso mengandung garam.
  • Gunakan amino cair. Inilah cairan yang kelihatan seperti shoyu pada umumnya.

Peringatan: Janganlah anda mengkonsumsi shoyu. Shoyu mengandung garam, bahan pengawet, bahan pewarna, san lain sebagainya yang sangat tidak baik bagi kesehatan anda.

3 comments for “Fakta Tentang Garam

  1. Pingback: tim
  2. Pingback: jeffery
  3. Pingback: alfonso

Comments are closed.