Faktor Penyebab Anak Menjadi Gagap

Besar kemungkinan bahwa anda pasti akan merasa panik dan cemas bilamana anda menyadari bahwa anak anda terlihat gagap ketika berbicara.

Anak yang gagap biasanya akan menjadi bahan bully di berbagai tempat, seperti lingkungan sekolah, lingkungan tempat bermain dan lingkungan tempat tinggal.

Ditambah anak yang gagap biasanya akan menjadi minder dalam pergaulannya dan tidak jarang akan dikucilkan oleh teman-temannya sehingga akan menambah ketidakpercayaan diriannya ketika bersosialisasi dengan masyarakat.

Anak yang gagap cenderung memiliki rasa takut untuk berbicara terutama di depan orang banyak.

Kenapa anak bisa menjadi gagap ?

Bagaimana kondisi anak yang tadinya gagap bisa dianggap normal ?

Apakah anak yang gagap membutuhkan penanganan bantuan profesional ?

Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu menyembuhkan anaknya yang gagap ?

Faktor Penyebab Anak Menjadi Gagap

Berikut ini adalah Faktor Penyebab Anak Menjadi Gagap yang semoga bisa menjadi informasi penting yang bisa anda gunakan sebagai panduan untuk bertindak bilamana anak anda mulai bicara gagap.

 

Apa Itu Gagap ?

Gagap merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pola bicara yang mengalami gangguan yang bisa membuat anak mengalami kesulitan untuk berbicara.

Dengan kata lain gagap bisa disebut sebagai disfluensi berbahasa dimana anak yang gagap biasanya bukan hanya mengalami kesulitan untuk mengucapkan awal kalimat tapi juga keseluruhan kalimat.

Ada kalanya anak yang gagap akan sering mengulang awalan kata seperti “iya” yang diucapkan dengan terbata-bata menjadi “i..ii…iii..ya”.

Gagap bukan hanya gangguan berbicara yang ditunjukkan dengan gejala mengulang kata, tapi juga suara yang menjadi panjang dari yang sebenarnya, misalnya “meja” menjadi “mmmeja”.

Ada kalanya mulut dari anak yang gagap akan bergerak seperti ingin mengucapkan kata tapi pada kenyataannya anak tersebut sama sekali tidak mengeluarkan suara.

Gagap juga bisa dikategorikan sebagai interupsi bicara dengan memasukkan suara misalnya pada saat anak sedang berpikir kemudian mengeluarkan suara seperti “eh”, “uh”, dan “em”.

Anak-anak yang gagap terkadang akan menunjukkan beberapa gerakan bahasa tubuh ketika gagap, misalnya tangan dikepalkan, mata berkedip lebih cepat dan meringis.

Ada kalanya anak yang gagap tidak menyadari bahwa mereka anak yang gagap, beda dengan anak yang telah memasuki usia dewasa yang menyadari kondisi gagap pada diri mereka.

Ada banyak efek perubahan sikap yang dialami oleh anak yang gagap, misalnya mudah merasa emosi pada saat ucapannya tidak kunjung keluar, membatasi pembicaraan kecuali benar-benar penting dan sebagian diantaranya bahkan benar-benar menolak untuk berbicara terutama pada orang yang tak dikenal.

 

Apa Faktor Penyebab Anak Menjadi Gagap ? anak gagap

Mitos yang beredar di masyarakat mengenai faktor penyebab utama dari anak yang gagap adalah karena si anak pernah mengalami trauma baik secara fisik ataupun emosi.

Sebenarnya memang ada beberapa bukti kasus yang menunjukkan bahwa anak yang menjadi gagap disebabkan oleh mengalami trauma tapi sayangnya hanya sebagian saja yang menunjukkan adanya pergolakan psikologis atau emosi pada si anak.

Hasil studi menunjukkan bahwa ada banyak penyebab yang bisa memicu anak untuk menjadi anak yang gagap.

Biasanya gagap bisa terjadi begitu saja tanpa disebabkan oleh sesuatu yang jelas namun akan lebih sering muncul ketika anak benar-benar merasa bergembira atau kecapekan dan dalam kondisi yang membuatnya merasa terpaksa untuk berbicara.

Sebagian besar anak biasanya mengalami kesulitan ketika harus belajar menerima kosakata baru yang dianggapnya asing dan rumit, belum ditambah dengan menggunakan kosakata tersebut ke dalam kalimat yang harus diucapkan dimana susunan kalimatnya harus benar dan sesuai untuk menjadi kalimat yang tepat.

Gagap terjadi akibat otak mengalami keterlambatan dan kesalahan dalam memproses, mengolah kalimat dan bahasa pada otot-otot mulut, dimana kondisi ini bisa membuat pengucapan kalimat anak menjadi tersendat.

Bisa jadi anak menjadi gagap terjadi karena ada faktor keturunan atau memiliki riwayat keluarga yang gagap.

Gaya hidup modern yang mengharuskan manusia untuk bergerak cepat dan memiliki banyak harapan juga bisa memicu anak untuk menjadi gagap.

Sebenarnya ada banyak faktor pemicu anak untuk menjadi gagap ketika berkomunikasi tapi yang jelas hingga saat ini masih belum ditemukan penyebab utama dari gagap pada anak.

 

Kapan harus khawatir soal anak yang bicara gagap ? anak belajar bicara

Sebenarnya gagap merupakan kondisi yang lumrah terjadi pada anak yang berusia 2-5 tahun dimana pada usia tersebut mereka belajar menghapal kata-kata, menyusun kalimat dalam otak kemudian mengucapkannya.

5% dari anak-anak memiliki kecenderungan untuk gagap dalam masa tumbuh kembang yang biasanya terjadi ketika mereka baru memasuki tahun pra-sekolah.

Mayoritas diantara kasus gagap pada anak biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan mereka, namun sebagian diantaranya tidak bisa hilang dan predikat gagap akan terus menempel dan memberikan beban psikologis pada dirinya hingga memasuki usia dewasa.

Tidak mudah untuk bisa mencari tahu waktu yang bisa dijadikan patokan apakah masalah gagap pada anak bisa dikategorikan sebagai masalah yang benar-benar serius.

Walaupun demikian ada beberapa gejala yang bisa anda jadikan patokan apakah gejala gagap pada anak sudah benar-benar membahayakan.

Berikut ini merupakan gejala yang harus dikhawatirkan pada anak yang gagap, diantaranya :

  • Anak sering dan kondisten untuk mengulang kata, suku kata, frase dan suara termasuk dengan suara yang terdengar memanjang.
  • Anak terlihat tegang ketika berbicara, kemudian terlihat otot-otot mulut dan leher.
  • Ketika mengucapkan kata atau kalimat dengan terbata-bata, anak akan menunjukkan ekspresi tubuh atau wajah tertentu seperti meringis dan otot-otot tubuh yang menegang.
  • Ketika anak mengucapkan kata atau kalimat, maka anak akan mengucapkannya dengan nada yang tinggi atau suara yang nyaring.
  • Anak sering berusaha menyampaikan atau menunjukkan sesuatu tanpa harus berbicara dimana hal ini menunjukkan bahwa anak anda sedang berusaha menghindari berbicara.
  • Anak terdengar menghindari beberapa kata yang dianggapnya sulit karena takut gagapnya akan kambuh kembali.
  • Gagap biasa terjadi pada anak yang berusia 2-5 tahun, namun kondisi ini juga bisa terjadi pada beberapa anak hingga mereka menjadi dewasa.