Gejala Dan Penyebab Alergi Makanan Laut

Apakah selama ini tubuh anda sering terasa gatal setelah anda mengonsumsi makanan yang terbuat dari udang, dan bahkan kulit tubuh anda terlihat kemerahan setelahnya ?

Walau mungkin anda hanya mengonsumsi makanan seafood dalam porsi yang sangat sedikit namun bisa saja akan muncul reaksi alergi pada tubuh anda, padahal orang lain bisa saja tidak mengalami reaksi alergi walaupun mereka mengonsumsi makanan seafood dalam porsi yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan porsi anda.

Tentu saja karena terkadang tingkat respon seseorang terhadap alergi makanan seafood juga bisa saja berbeda-beda.

Mungkin saja anda pernah mencoba untuk makan makanan laut dalam porsi yang sedikit, dan merasa bahwa tubuh anda baik-baik saja tanpa ada reaksi alergi yang timbul.

Namun bagi beberapa orang, mengonsumsi sedikit seafood saja bisa berakibat serius, karena tingkat respon seseorang terhadap seafood (alergen) berbeda-beda.

makanan laut

Kulit tubuh yang terlihat berubah warna menjadi merah adalah salah satu reaksi yang biasa terjadi pada mereka yang memiliki alergi makanan seafood termasuk udang.

Gejala alergi yang biasa terjadi pada mereka yang memiliki alergi makanan laut memiliki tingkatan yang cukup bervariasi dimana untuk gejala alergi yang ringan biasanya ditunjukkan dengan reaksi hidung terasa tersumbat atau tubuh terasa gatal, sedangkan gejala alergi yang berat bisa menimbulkan resiko kematian.

Munculnya reaksi gejala alergi yang ringan biasanya terjadi tidak lama setelah anda mengonsumsi makanan laut yaitu berkisar beberapa menit setelah anda mengonsumsinya.

Gejala alergi makanan laut yang terjadi cukup bervariasi misalnya bersin, gatal-gatal, bagian bibir, lidah leher dan wajah menjadi bengkak, eksem, hidung tersumbat, sulit bernapas, pingsan, mulut terasa kesemutan dan kepala terasa pusing.

Namun berbeda dengan gejala anafilaksis (alergi berat) dimana biasanya ditunjukkan dengan leher yang terlihat membengkak, merasa kesulitan bernapas karena ada benjolan yang muncul di leher, jantung mendadak berdebar kencang, tekanan darah mengalami penurunan yang disertai dengan kejang-kejang, kepala terasa pusing, dan mengalami pingsan.

Sebenarnya reaksi dari gejala alergi yang berat termasuk kondisi medis yang membutuhkan injeksi adrenalin (epinefrin).

 

Lantas apa yang dimaksud dengan injeksi adrenalin ?

Injeksi adrenalin biasanya digunakan untuk menangani pasien yang membutuhkan penanganan darurat untuk reaksi alergi berat yang biasanya disebabkan oleh berbagai hal seperti obat-obatan, gigitan serangga, makanan dan sebagainya.

Anda bisa mendapatkan injeksi epinefrin ini hanya dengan menggunakan resep dokter.

 

Bagaimana Alergi Seafood Bisa Terjadi?  Gejala Dan Penyebab Alergi Makanan Laut

Pada dasarnya segala jenis alergi yang berhubungan dengan makanan termasuk dengan makanan laut dikarenakan ada yang salah dengan sistem kekebalan tubuhnya,

Pada saat anda mengonsumsi makanan laut tertentu misalnya udang maka sistem kekebalan tubuh anda akan mendeteksi adanya protein yang terdapat di dalam udang yang anda konsumsi sebagai zat yang berbahaya.

Tentunya proses tersebut bisa memicu produksi antibodi di dalam tubuh anda dimana pada saat di lain waktu anda mengonsumsi udang maka antibodi yang telah dihasilkan oleh tubuh anda akan memberikan sinyal pada sistem kekebalan tubuh anda untuk melepaskan histamin yang akan menghasilkan berbagai gejala alergi.

Histamin bisa memberikan pengaruh terhadap munculnya berbagai reaksi alergi seperti mata terasa gatal, hidung meler, mual-mual, diare, tenggorokan terasa kering, dan merasa kesulitan untuk bernapas.

Bila anda memiliki keluarga yang memiliki alergi makanan laut maka bisa jadi anda akan beresiko untuk memiliki masalah yang sama.

Alergi makanan laut lebih sering dialami oleh orang dewasa jika dibandingkan dengan anak-anak, terutama wanita.

Namun bukan berarti anak-anak sama sekali aman dari resiko alergi makanan laut, dimana anak laki-laki memiliki resiko yang lebih besar untuk memiliki alergi makanan laut.

Ada kalanya bagi penderita penyakit asma juga memiliki resiko untuk mengalami reaksi anafilaksis.

Hal yang sama juga bisa dialami oleh penderita alergi makanan laut meskipun dirinya hanya mengonsumsi makanan yang hanya terdapat sedikit bahan makanan laut.

Tentunya jika anda alergi terhadap makanan laut maka disarankan untuk menghindari mengonsumsi makanan yang menggunakan bahan yang tidak jelas yang bisa saja ada kemungkinan menggunakan bahan makanan laut.

 

Penyebab Alergi Makanan Laut reaksi alergi makanan laut

Makanan laut seperti kepiting, udang, ikan dan sebagainya biasanya memiliki cita rasa yang lezat dan mengandung nilai gizi yang sangat tinggi sehingga menarik untuk dikonsumsi.

Akan tetapi sayangnya tidak semua orang bisa bebas mengonsumsinya karena bisa saja bahan makanan laut bisa menyebabkan alergi bagi mereka.

Biasanya alergi makanan laut disebabkan oleh makanan laut dalam kategori molluscs seperti kerang dan kategori crustacean seperti udang.

yang harus anda ketahui bahwa alergi makanan laut tidak bisa hilang dan resikonya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya usia.

Yang lebih parah yaitu reaksi alergi makanan laut ternyata bukan hanya bisa menimpa seseorang pada saat setelah dikonsumsi namun juga bisa karena menghirup uap, asap atau aromanya ketika sedang proses dimasak.

Hal ini bisa terjadi karena pada saat sedang diproses masak, makanan laut tersebut akan melepaskan amines yaitu komponen protein yang berukuran sangat kecil.

Amines yang terlepas ini akan menyebabkan timbulnya reaksi alergi pada paru-paru dan sistem pernapasan.

Bukan hanya itu karena amines juga bisa menempel pada peralatan masak dan sulit untuk dibersihkan sehingga ada kalanya jika tubuh anda tersentuh peralatan masak tersebut maka bisa saja akan timbul reaksi alergi makanan laut.

Maka dari itu anda harus ekstra berhati-hati ketika sedang berada di rumah makan karena ditakutkan anda akan mengalami reaksi alergi makanan laut walaupun anda tidak mengonsumsi makanan laut.

Kabar baiknya adalah alergi makanan laut biasanya hanya akan bersifat spesifik pada 1 jenis golongan makanan laut saja.

Sebagai contoh, jika anda memiliki alergi terhadap makanan laut udang maka belum tentu anda juga mengalami masalah yang sama jika anda mengonsumsi makanan laut yang lain seperti cumi-cumi, kepiting dan ikan.