Gejala Lain Anemia Serta Makanan Yang Baik Untuk Mencegah Anemia

anemia pada perempuan

anemia pada perempuan

Anemia defisiensi besi atau ADB atau yang lebih sering dikenal dengan kurang darah, sering diasumsikan dengan berbagai gejala, seperti lesu, pucat, lemah serta mata berkunang-kunang. Padahal, anemia defisiensi besi tidak hanya ditandai dengan gejala-gejala seperti itu.

Menurut dr Rahajuningsih Dharma Setiabudy, SpPK, Guru Besar Ilmu Patologi Universitas Indonesia, anemia defisiensi besi yang sudah ditandai dengan gejala-gejala seperti lesu, pucat, lemah serta mata berkunang-kunang sudah termasuk dalam kategori ADB tingkat lanjut. Pada tingkat awal ABD bisa saja tidak disertai dengan gejala-gejala yang signifikan.

Anemia defisiensi besi terbagi menjadi empat tingkatan, tergantung dari kadar zat besi dalam tubuh seseorang. Jika cadangan zat besi dalam tubuh seseorang yang menurun bisa saja tidak menimbulkan gejala apapun, meskipun sudah termasuk dalam kondisi anemia defisiensi besi.

Anemia defisiensi besi terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu:

  • Defisiensi prelaten, dimana kurangnya cadangan zat besi, sedangkan plasma besi, anemia serta ukuran sel darah merah masih dalam tingkat normal.
  • Defisiensi laten, dimana cadangan zat besi sudah habis dan plasma besi menurun, meskipin belum ditemui anemia serta ukuran sel darah masih dalam kondisi normal.
  • Anemia defisiensi besi, ditandai dengan tidak adanya cadangan zat besi, plasma besi menurun, anemia ringan sampai sedang dan beberapa sel-sel darah merah ukurannya mengalami penyusutan.
  • Anemia defisiensi besi lanjut, ditandai dengan tidak adanya cadangan zat besi, plasma bsi menurun, anemia berat serta hampir semua sel-sel darah merah ukurannya mengalami penyusutan.

Bila kondisi seperti defisiensi prelaten ini tidak ditangani sesegera mungkin, bukan tidak mungkin akan berkembang menjadi tingkatan selanjutnya yang semakin lama semakin parah.

Maka dari itu, perlu sekali untuk mendeteksi kekurangan zat besi secara dini. Beliau menekankan agar memeriksakan diri ke laboratorium khususnya secara hematologi untuk mengetahui kadar hempglobin serta ukuran dari sel-sel darah merah dalam tubuh kita.

Selain itu, bila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan, maka pemeriksaan akan dilanjutkan dengan cara memeriksa status besi dalam tubuh. Dan umumnya pemeriksaan besi seperti ini melalui rujukan dari dokter.

Anemia defisiensi besi merupakan penyakit kurang darah yang lebih disebabkan oleh karena berkurangnya zat besi untuk sintesis hemoglobin. Penyakit anemia defisiensi besi sering terjadi pada bayi maupun anak-anak serta merupakan jenis penyakit anemia yang sering sekali ditemukan di Indonesia.

gejala anemia

gejala anemia

Penyakit anemia defisiensi besi mudah terjadi pada akhir masa bayi serta awal masa anak-anak. Anemia defisiensi besi pada anak-anak dapat mengakibatkan adanya gangguan pada tumbuh kembang anak tersebut, baik secara fisik maupun mental.

Besi merupakan nutrisi yang penting untuk energi selama beraktivitas atau berolahraga. Sebuah studi di America College of Sport Medicine menemukan bahwa, banyak wanita aktif yang mengalami kekurangan besi yang beresiko menyebabkan sakit maupun luka-luka pada otot serta rasa lelh yang sangat setelah berolahraga.

Otot yang mengalami kelelahan tentunya tidak dapat dipaksakan untuk melakukan aktivitas lebih lanjut. United State Departement of Agriculture atau USDA merekomendasikan agar para wanita mengkonsumsi 18 mg besi setiap hari.

Untuk mencukupi kebutuhan akan besi, maka wanita membutuhkan asupan makanan yang kaya akan besi. Dibawah ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa konsumsi oleh anita untuk mencukupi kebutuhan besi sehari-hari.

  • Kacang

Secangkir kacang mengndung sekitar 6,59 mg besi. Selain mengandung besi, kacang juga mengandung banyak serat dan juga mengandung vitamin A. Kacang dapat dikonsumsi sebagai camilan maupun sebagai hidangan pembuka.

  • Bayam

100 gram bayam atau setara dengan satu cangkir bayam mengandung 6,43 mg besi. Selain itu bayam juga mengandung vitamin A, kalsium serta potasium yang dapat memperkuat otot.

  • Nasi putih

100 gr atau setara dengan secangkir nasi putih mengandung 7,97 mg besi. Kandungan besi dalam nasi putih akan semakin berlipat ganda bila dikonsumsi bersamaan dengan jenis makanan lain yang mengandung besi, seperti bayam

  • Daging sapi
daging merah segar

daging merah segar

85 gram atau setara dengan 3 ons daging sapi mengandung sekitar 5,24 mg besi. Selain mengandung besi, daging sapi juga mengandung protein yang nantinya dapat membantu kita untuk memulihkan stamina setelah berolahraga.

  • Kacang merah

100 gram atau setara dengan satu cangkir kacang kacang mengandung sekitar 5,2 mg besi. Kacang merah juga merupakan jenis makanan yang kaya akan serat, protein dan vitamin C.

  • Tiram

85 gram atau setara dengan 3 ons tiram mengandung sekitar 5,91 mg besi. Selain itu tiram juga kaya akan kalsium yang baik untuk kesehatan tubuh maupun tulang.

  • Tomat

Secangkir atau setara dengan 100 gram tomat mengandung sekitar 3,39 mg besi. Disamping itu mengkonsumsi tomat juga akan mencegah anda dari munculnya penuan kulit karena mengandung banyak antioksidan.

  • Kacang chikpea

100 gram atau setra dengan secangkir kacang chikpea mengandung 4,74 mg besi. Selain mengandung besi, kacang chikpea juga mengandung serat yang nantinya akan membantu kita untuk menekan tekanan darah serta kolesterol dalam tubuh.

  • Kentang.

Satu butir kentang berukuran kecil mengandung sekitar 2,7 mg besi. Sebaiknya kentang diolah dengan cara dikukus atau dibakar, agar tidak perlu menambahkan minyak yang nantinya justru akan menambah kandungan lemak dalam tubuh.

1 comment for “Gejala Lain Anemia Serta Makanan Yang Baik Untuk Mencegah Anemia

  1. Pingback: james

Comments are closed.