Gejala Serta Cara Mencegah Alzheimer

dimensia

dimensia

Demensia atau penyakit pikun merupakan suatu hal yang bisa dimaklumi bagi para orang-orang yang sudah berusia lanjut. Namun bila kondisi kepikunan tersebut sudah termasuk dalam kategori parah serta dapat mempengaruhi kepribadian, tingkah laku maupun aktivitas dari orang tersebut, maka perlu diwaspadai karena bisa saja orang tersebut mengalami penyakit alzheimer.

Alzheimer merupakan penyakit pikun yang termasuk dalam kategori parah, karena dapat melumpuhkan kecerdasan serta pikiran seseorang. Kondisi alzheimer umumnya ditunjukkan dengan adanya gejala kemunduran fungsi intelektual maupun emosi secara progresif maupun perlahan sehingga mempengaruhi kehidupan maupun sosial dalam sehari-hari.

Menurut para ahli dibidang kesehatan, alzheimer terjadi sebagai akibat dari munculnya degenerasi sel-sel neuron pada bagian temporo parietal serta frontalis di organ otak. Penyakit alzheimer sama dengan penyakit pembunuh organ otak karena mematikan fungsi dari sel-sel otak seseorang.

Orang-orang yang rentan mengalami alzheimer adalah para lanjut usia yang usianya diatas 60 tahun. Namun ada juga orang dewasa yang masih tergolong muda yang bisa saja mengalami alzheimer karena adanya faktor keturunan. Bahkan di Indonesia ada kasus alzheimer yang terjadi pada seseorang yang masih berusia 40 tahun.

Alzheimers Deteksi dini merupakan hal yang penting dalam mengatasi penyakit alzheimer. Namun pada kenyataannya deteksi dini sepertinya sulit sekali dilakukan karena gejala kemunduran sering kali dianggap sebagai suatu hal yang wajar.

Penderita penyakit alzheimer umumnya hanya menunjukkan gejala biasa, seperti lupa, namun menjadi berkembang dengan sangat cepat menjadi parah serta memperburuk fungsi gaya ingat dan juga fungsi mentalnya.

Kejanggalan awal umumnya sering dirasakan sendiri oleh si pengidap penyakit alzheimer. Mereka sadar bahwa mereka mulai mengalami kesulitan untuk mengingat nama seseorang maupun lupa menaruh barang. Pengidap alzheimer juga sering kali menutupi hal tersebut serta sering menyakinkan dirinya sendiri bahwa hal tersebut merupakan hal yang wajar di usia mereka.

kerusakan organ otak

kerusakan organ otak

Kejanggalan seperti ini lama kelamaan juga akan dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka dan mulai khawatir dengan menurunnya daya ingat. Pada mulanya anggota keluarga yang terdekat belum curiga adanya masalah besar di balik kondisi kepikunan parah yang dialami oleh penderita alzheimer. Setelah kondisi seperti ini berlangsung lama, baru kemudian anggota keluarga yang lain sadar akan kondisi alzheimer yang dialami sudah semakin parah.

Sebelum kita bisa mencegah terjadinya penyakit alzheimer yang parah, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui berbagai macam gejala yang ditimbulkan sehingga kita dapat mencegah terjadinya alzheimer yang parah pada anggota keluarga kita:

  • Berkurangnya daya ingat
  • Kesulitan dalam melakukan kegiatan yang sederhana
  • Sulit untuk berbicara
  • Disorientasi waktu, tempat maupun seseorang
  • Kesulitan dalam berhitung
  • Lupa menaruh barang
  • Penampilan yang buruk karena lupa bagaimana cara berpakaian maupun berhias
  • Perubahan prilaku serta emosi
  • Menunurunnya kemampuan imajinasi
  • Hilangnya minat maupun inisiatif sehingga sering menyendiri
  • Tidak dapat membedakan jenis bau-bauan

Cara yang paling sederhana untuk mencegah munculnya alzheimer adalah mencoba untuk menghafalkan kata-kata. Contohnya menghafal tiga kata seperti gunting, kertas, sepatu secara berurutan. Lalu anda juga bisa mencoba untuk mengurangi angka maupun penjumlahan angka tanpa bantuan kalkulator. Cobalah cara seperti ini setiap hari untuk menjaga daya ingat.

Cara-cara sederhana seperti ini sering kali dilakukan untuk tes MMSE atau Mini Menthal State Eksamination. Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada memori seseorang yang memiliki keluhan penyakit alzheimer.

alzheimer

alzheimer

Ada juga tes yang lebih canggih, yaitu melalui neuroimaging. Alat ini seperti CT scan yang dilengkapi dengan magnetic resonance imaging yang nantinya akan menguraikan bagaimana struktur otak manusia bekerja. Bila seseorang mengidap alzheimer maka organ otaknya akan terlihat mengalami penyusutan sekitar 100 gram.

Jenis tes MMSE juga sangat beragam, seperti tes bahasa, tes fungsi kognitif, tes atensi hingga tes eksekutif. Bila hasil tes menunjukkan anda memang mengidap alzheimer, anda tidak perlu langsung putus asa.

Penyakit alzheimer bisa diperlambat dengan cara melatih organ otak setiap hari dengan cara-cara yang sangat sederhana sekali, seperti bermain catur, membaca buku maupun mengisi teka teki silang.

Namun, jika kondisi alzheimer yang dialami oleh seseorang tersebut sudah masuk dalam tahap sedang, berat atau bahkan termasuk dalam golongan gangguan fungsi kognitif, pengidap penyakit alzheimer memerlukan terapi tambahan.

Umumnya dokter akan memberikan resep berupa obat-obatan tertentu untuk mencegah penurunan fungsi otak.Para pengidap alzheimer seharusnya rutin minum obat jenis asetilkolinesterase untuk menambah asetilkolin atau zat yang dapat memperbesar daya ingat. Obat yang lain adalah jenis galantamine. Obat jenis ini adalah ekstrak dari bunga daffodil serta galanthus nivalis yang dipercaya memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah asetilkolin dalam organ otak.

Dalam metode pengobatan penyakit alzheimer, galantamine berbentuk tablet yang memiliki kemampuan dalam mempertahankan daya ingat serta fungsi berpikir dan menunda munculnya gejala gangguan mental seperti marah, curiga serta ketakutan yang berlebihan pada pengidap alzheimer.

Namun, bila pengidap alzheimer mengalami penurunan fungsi kognitif mencapai lebih dari 30%, maka pengidap penyakit alzheimer tersebut harus mendapatkan perawatan yang khusus untuk memperbaiki keadaan penyakit yang dideritanya.