Hesperidin (Citrus Bioflavonoid)

Hesperidin (Citrus Bioflavonoid)

Citrus atau jeruk adalah salah satu jenis buah yang sangat populer di masyarakat kita. Buah ini juga bisa ditemukan dengan mudah baik di toko buah ataupun di pinggir jalan.

Buah jeruk berasal dari Asia Tenggara dan Asia Timur sebelum menyebar ke seluruh dunia seperti sekarang ini.

Untuk sitrun dan jeruk manis berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk nipis, jeruk bali dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.

Hampir semua bagian dari buah jeruk memiliki banyak manfaat, termasuk dengan bagian kulit.

Berikut ini adalah manfaat dari jeruk :

  • Bisa mencegah tungau atau ngengat yang datang ke lemari pakaian
  • Aroma jeruk bisa menetralisir bau yang tidak sedap
  • Bisa menghilangkan atau mengurangi bau mulut yang tidak sedap
  • Membantu mengatasi masalah pencernaan
  • Bagian kulit jeruk bisa digunakan sebagai pembalut luka
  • Kulit jeruk bisa dijadikan abu untuk digunakan sebagai penggosok untuk mengatasi lepra

 

Setelah melalui berbagai penelitian akhirnya diketahui bahwa kulit jeruk mengandung salah satu senyawa yang penting yaitu hesperidin.

Hesperidin merupakan senyawa flavon glikosida yang mengandung ikatan flavon hespertin pada disakarida rutinose. Hesperdin memiliki rumus molekul C28H34O15 dengan BM = 610 gr/mol.

Berbagai jenis jeruk mengandung hesperidin dalam kadar yang tinggi. Bagian dari buah jeruk yang mengandung konsentrasi hesperidin tertinggi adalah pada bagian bulir jeruk.

Hesperidin bisa meningkatkan kesehatan pembuluh darah kapiler dan jaringan saraf penghubung. Oleh karena itu, hesperidin dilaporkan dapat membantu memar, pembengkakan pembuluh darah, dan pembuluh darah kapiler rapuh.

Kapiler merupakan pembuluh darah mikroskopik yang memungkinkan oksigen, nutrisi, hormon serta antibodi terhadap darah dari tubuh dengan memberikan sel-sel individual.

Jika dinding kapiler yang rentan, mereka akan memungkinkan untuk mengalirkan darah dari kapal dan dalam sel.

Manfaat lainnya termasuk kemampuan mengobati bersin-bersin dan jenis alergi lainnya. Beberapa studi mengatakan bahwa bioflavonoid seperti hesperidin bekerja dengan menghambat pelepasan histamin.

Hesperidin merupakan nutrisi penting yang bekerja sinergis dengan vitamin C dalam mempertahankan kesehatan kolagen. Kulit mengendur dan keruput merupakan akibat dari hancurnya kolagen.

Hesperidin mampu memperbaiki kesehatan pembuluh kapiler darah dengan mereduksi permeabilitas pembuluh kapiler.

Hesperdin biasanya juga digunakan untuk menurunkan demam yang disebabkan alergi serta mengatasi masalah alergi dengan cara menghalangi lepasnya histamine dari sel.

Berikut ini adalah manfaat dari hesperedin :

  • Sebagai Antioksidan
  • Sebagai anti tumor dan anti kanker
  • Sebagai Anti inflammatory
  • Sebagai Hypolipidemic
  • Sebagai Vasoprotective
  • Sebagai Anticarcinogenic
  • Mampu menurunkan kadar kolesterol
  • Mampu mencegah enzim-enzim yang jahat seperti Lipoxygenase, Phospholipase A2, Cyclo-oxygenase dan HMG-CoA reductase

 

Senyawa Flavonoid

Flavonoid merupakan salah satu jenis senyawa beracun yang bisa ditemukan pada kulit jeruk. Flavonoid merupakan salah satu jenis fenol alam yang terbesar.

Golongan flavonoid memiliki banyak pigmen yang bisa ditemukan di seluruh dunia tumbuhan seperti fungus hingga angiospermae.

Flavanoid merupakan senyawa yang memberikan pigmen atau warna pada tumbuhan. Sebagian fungsi dari flavanoid adalah untuk mengatur pertumbuhan, antimikroba, fotosintesis, antivirus serta untuk mencegah jamur pada saat tumbuhan mengalami luka.

 

Jenis

Jenis flavonoid bisa digambarkan sebagai deret senyawa C6-C3-C6 atau dengan kata lain kerangka karbonnya terdiri atas 2 gugus C6 (cincin benzena tersubtitusi) yang dihubungkan dengan rantai alifatik ketiga karbon.

Sifat yang khas dari Flavonoid adalah memiliki bau yang sangat tajam dimana sebagian besar adalah pigmen yang berwarna kuning, pelarut organik, bisa larut dalam air serta mudah terurai dalam suhu yang cukup tinggi. Sedangkan hesperidin adalah Flavonoid yang tidak ada rasanya. (Robinson, 1995).

Flavonoid atau bioflavonoid bukan termasuk vitamin walaupun terkadang disebut sebagai vitamin P. Selain itu Flavonoid biasanya ditemukan bersama- dengan vitamin C dan dihilangkan melalui urin.

Tubuh manusia tidak bisa menghasilkan bioflavonoid sehingga manusia harus mendapatkannya melalui makanan lalu disimpan di dalam tubuh.

Bioflavonoid bisa membantu mencegah membesarnya lubang-lubang kecil pada dinding kapiler serta mencegah bocornya sel darah merah.

Bioflavonoid memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat kapiler, mengurangi peradangan serta melawan kanker.

Dari sekian banyak (800) bioflavonoid yang paling dikenal dengan baik adalah rutin, hesperidin dan quercetin.

Bioflavonoids adalah kristal berwarna kecil yang memberikan banyak sayuran dan buah-buahan warna biru, merah serta kuning.

Beberapa riset telah menunjukkan bahwa bioflavonoid catechin, quercetin dan hesperidin bisa membantu melawan virus yang menyebabkan herpes, flu serta penyakit pernapasan.

Sedangkan riset yang lain di laboratorium menunjukkan bahwa bioflavonoid tangeretin dan nobiletin bisa menghambat pertumbuhan sel kanker, mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan.

Sebagian besar dari para ahli telah sepakat bahwa cara terbaik untuk mendapatkan bioflavanoid adalah dengan memperbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan serta minum lebih banyak jus buah.

Sumber makanan yang kaya akan  bioflavonoid misalnya jus buah, kismis hitam, buah jeruk, ceri, paprika hijau, anggurberry, pepaya, aprikot, soba, gandum, raspberry, brokoli dan tomat.

 

Manfaat Bioflavonoid

  • Membantu proses penyembuhan luka

Sejak jaman dahulu bioflavonodi sudah dikenal mampu membantu proses penyembuhan luka-luka sebelum menerapkan kulit putih jeruk.

  • Memperkuat dinding pembuluh darah

Membantu memperkuat dinding pembuluh darah sehingga sangat baik untuk mengatasi mimisan, ataupun wasir.

  • Mengatasi masalah jantung

Bioflavonoid bisa menjadi sekutu yang baik untuk mengatasi masalah jantung pada saat mereka mengatur mencegah trombosis dan perdarahan (koagulasi), memperkuat pembuluh darah dan memberi mereka fleksibilitas, mencegah kolesterol dari oksidasi, dan sebagainya.

Penggunaannya sangat diinginkan dalam sebagian besar masalah seperti varises borok, radang urat darah, arteriosclerosis, varises, dan sebagainya.

  • Bioflavonoid membantu untuk menyerap vitamin C.

Bioflavonoid juga bisa berperan sebagai antioksidan untuk membantu menjaga keseimbangan kadar vitamin C kolagen, yaitu suatu zat yang memberikan kulit elastisitas kulit.

  • Menghilangkan kelebihan tembaga dalam tubuh kita.