Jenis Makanan Olahan Yang Berbahaya Bagi Tubuh Kita

makanan olahan

makanan olahan

Berbagai makanan olahan seperti makanan cepat saji maupun daging olahan memang dapat mempersingkat kegiatan memasak bagi para ibu-ibu rumah tangga. Namun, makanan olahan seperti ini bukanlah termasuk makanan yang bisa dikatakan sehat.

Makanan olahan yang sudah diproses terlebih dahulu merupakan makanan yang kaya akan garam. Selain itu, makanan olahan seperti ini umumnya tidak memiliki nilai gizi karena minim vitamin dan juga serat.

Sayangnya, menghilangkan makanan olahan bukanlah suatu hal yang mudah semudah membalikkan telapak tangan. Namun, kita masih bisa menyiasatinya dengan cara mengurangi frekuensi konsumsi makanan olahan atau memilih menu dari makanan olahan yang lebih bernutrisi.

Contoh dari berbagai jenis makanan olahan yang tidak menyehatkan, meliputi:

  • Nuget ayam

 

nugget ayam

nugget ayam

Nuget ayam mengandung lebih dari 50% lemak serta mengandung banyak karbohidrat daripada protein. Karbohidrat yang biasa dipakai dalam proses pengolahan nuget ayam adalah karbohidrat sederhana seperti roti putih.

Selain itu, nuget ayam biasanya diproses dengan cara digoreng terlebih dahulu serta mengandung berbagai macam zat tambahan yang berbahaya seperti MSG maupun zat-zat lainnya yang tidak kita ketahui.

  • Soda

Hampir semua jenis minuman bersoda menggunakan pemanis yang berasal dari sirup jagung tinggi fruktosa yang biasa disebut HFCS atau high fructose corn syrup. Sirup jagung tinggi fruktosa ini lebih buruk daripada gula biasa yang ada dipasaran. Masuknya sirup jagung tinggi fruktosa kedalam tubuh dapat menyebabkan kadar gula dalam darah akan meningkat dengan cepat.

Selain itu, soda merupakan jenis minuman dengan kandungan asam yang sangat kuat. Begitu kuatnya sehingga asam dalam soda dapat mengalahkan kandungan alkalin dalam tubuh kita yang cenderung basa. Hal seperti ini akan membuat tubuh kita menjadi lebih rentan terserang virus maupun bakteri serta dapat menyebabkan timbulnya kanker.

  • Daging olahan

Daging olahan seperti ham maupun sosis merupakan makanan yang sering kita temukan di pasaran. Makanan dari daging olahan umumnya mengandung garam dalam jumlah banyak, MSG, sodium nitrat serta pengawet.

Selain itu, proses pengolahan dari daging olahan adalah dengan menggunakan suhu tinggi serta tekanan tinggi sehingga berbagai kandungan nutrisi di dalam daging tersebut menjadi rusak. Jika anda suka dengan makanan dari daging olahan, maka sebaiknya pilihlah produk yang bebas zat tambahan.

  • Kue serta biskuit

Kue serta biskuit umumnya mengandung gula serta garam yang tinggi. Selain itu, jenis makanan seperti ini biasanya juga mengandung lemak trans. Lemak trans merupakan lemak cair yang nantinya akan berubah menjadi padat melalui proses hidrogenasi. Lemak trans digunakan dalam kue maupun biskuit untuk meningkatkan tekstur serta agar makanan tersebut lebih awet.

Penggunaan lemak trans sendiri masih kontroversial. Beberapa pakar kesehatan menyebutkan lemak ini merupakan penyebab dari munculnya berbagai penyakit kronis yang ada di masyarakat seperti diabetes, penyakit jantung maupun kanker.

Untuk mengetahui apakah ada tidaknya kandungan lemak trans dalam suatu produk kue serta biskuit, sebaiknya baca label kemasannya. Bila anda menemukan tulisan hydrogenated atau partially hydrogenated, maka umumnya produk tersebut mengandung lemak trans.

  • Sereal

Kebanyakan produk sereal sudah diperkaya dengan vitamin serta mineral. Sebab, bila tidak diperkaya dengan vitamin dan mineral, maka sereal merupakan jenis makanan yang kaya akan gula. Umumnya, gula yang dipakai dalam proses pembuatan sereal adalah gula jagung yang memang harganya lebih murah daripada gula biasa. Ada sebuah penelitian pada tikus yang telah menunjukkan bahwa gula jagung dapat menyebabkan tumbuhnya tumor.

  • Granola bars

Granola bars merupakan makanan campuran kacang serta sereal yang rasanya manis. Makanan seperti ini termasuk dalam daftar makanan yang tidak sehat karena dulunya makanan ini sering dianggap sebagai makanan sehat sehingga masyarakat tidak merasa khawatir untuk mengkonsumsinya dalam jumlah yang lebih banyak.

Sebenarnya, produk granola bars merupaka makanan yang kaya akan gula. Selain kaya akan gula, beberapa jenis produk granola bars ada yang mengandung lemak, termasuk lemak trans serta kaya akan sodium.

  • Salad dressing serta bumbu olahan

Kebanyakan salad dressing serta bumbu olahan mengandung banyak gula yang juga terbuat dari gula jagung, lemak trans serta MSG dalam jumlah yang terkadang berlebihan. Bahan-bahan seperti ini nantinya akan  mengubah sayuran yang ada dalam hidangan salad menjadi tidak menyehatkan.

Maka dari itu, sebaiknya gunakan salad dressing serta bumbu masakan yang dibuat sendiri. Kemudian disimpan dalam lemari es. Cara seperti ini akan membuat salad dressing serta bumbu masakan menjadi lebih awet bahkan tahan sampai seminggu.

daging olahan

daging olahan

Sebaiknya anda mulai mengurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan olahan karena sangat berbahaya bagi kesehtan dan bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak di usia muda. Dalam laporan yang dimuat dalam jurnal BMS Medicine, menyebutkan bahwa peneliti telah menyimpulkan bahwa daging olahan sangat berkaitan erat dengan berbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, kanker serta kematian di usia muda.

Yang penting untuk diwaspadai dari daging olahan adalah penggunaan garam yang berlebihan serta bahan-bahan kimia tambahan yang berfungsi sebagai pengawet. Penelitian tentang efek dari daging olahan tersebut dilakukan selama hampir 13 tahun dan diikuti oleh orang-orang dari 10 negara.

Mereka yang mengkonsumsi lebih dari 160 gram daging olahan, atau setara dengan dua sosis dan satu iris daging asap setiap hari, maka resiko kematiannya dalam kurun waktu 13 tahun mencapai 44% lebih besar jika dibandingkan dengan orang-orang yang hanya mengkonsumsi 20 gram daging olahan.

Orang yang suka mengkonsumsi daging, khususnya daging olahan, umumnya cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang beraktivitas serta kebiasaann buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Menghentikan kebiasaan merokok sebenarnya lebih penting daripada mengurangi konsumsi daging. Namun para pakar kesehatan lebih merekomendasikan orang-orang agar berhenti merokok serta membatasi konsumsi daging olahan.

Selain itu, ada juga penelitian lain yang menemukan bahwa daging olahan juga dapat menyebabka munculnya kanker usus. Ada sekitar 4000 kasus kanker usus yang dapat dicegah bila kita mau membatasi konsumsi daging olahan kurang dari 10 gram per hari.

Kendari demikian, konsumsi daging masih disarankan oleh para pakar kesehatan dan ahli gizi sebagai bagian dari pola makan yang sehat serta seimbang. Selain mengkonsumsi daging merah, kita masih bisa mendapatkan protein dari jenis makanan lain, seperti daging ayam, ikan dan kacang-kacangan.

1 comment for “Jenis Makanan Olahan Yang Berbahaya Bagi Tubuh Kita

  1. Pingback: Jeremy

Comments are closed.