Jenis Makanan Yang Baik Di Bulan Puasa Bagi Pengidap Penyakit Maag

diareUmumnya ketika berpuasa, orang-orang sering mengalami diare yang membuat batal puasanya. Diare pada saat berpuasa, biasanya terjadi pada pagi hari. Penyebab utama terjadinya diare ketika berpuasa adalah konsumsi makanan yang tidak tepat pada saat sahur maupun berbuka puasa.

Makanan-makanan yang terlalu pedas serta asam akan menyebabkan seseorang mengalami diare. Selain itu, bisa saja makanan yang dikonsumsi tersebut telah tercemar bakteri sehingga menyebabkan munculnya diare dan menyebabkan orang tersebut batal puasanya.

Informasi seperti ini sangat penting sekali bagi para muslim yang sedang menjalani ibadah puasa agar lebih pandai dan berhati-hati dalam memilih makanan. Selain masalah seperti diare, masalah kesehatan lain seperti rasa nyeri dibagian ulu hati juga sering menjadi keluhan. Rasa nyeri pada bagian ulu hati atau gejala maag, memang tidak sampai membatalkan puasa, namun rasa nyeri pada ulu hati seperti ini akan sangat mengganggu.

Puasa merupakan cara agar kita tetap sehat namun kita juga tetap diharuskan untuk memperhatikan asupan makanan maupun minuman ketika kita melakukan makan sahur maupun berbuka agar kita tidak mengalami masalah pencernaan serta tetap dapat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita sedang berpuasa, khususnya setelah 6 sampai 8 jam perut yang dalam keadaan kosong akan terjadi peningkatan asam lambung yang menyebabkan gejala sakit maag.

lambung

lambung

Keadaan seperti ini umumnya akan berlangsung dalam minggu-minggu pertama puasa dan umumnya gejala-gejala seperti ini akan hilang dengan sendirinya. Pada orang yang sehat, keadaan seperti diare maupun nyeri ulu hati, dapat diatasi dengan memilih makanan yang tepat ketika berbuka puasa maupun ketika makan sahur.

Selain itu kurangi kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan udara dalam lambung dan kegiatan yang dapat menyebabkan peningkatan asam lambung.

Sedangkan bagi orang-orang yang sudah pernah mengalami gangguan lambung sebelumnya, puasa akan memperberat kondisi sakit lambung yang dialaminya bila tidak diobati dengan tepat, khususnya pada minggu-minggu pertama berpuasa.

Bila sakit lambung yang dialaminya sudah diobati, maka orang-orang yang pernah mengalami sakit lambung akan dapat berpuasa seperti orang-orang normal pada umumnya. Tentunya dengan tetap mentaati peraturan tentang makanan yang dikonsumsi, yaitu mengurangi konsumsi camilan atau makanan yang tidak sehat.

Selama berpuasa, orang-orang yang mengalami masalah lambung, seperti maag, harus menjaga asupan makanan dan minumnya. Sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan maupun minuman yang dapat menyebabkan atau bahkan dapat memperparah gejala sakit maag.

Sebaiknya, hindari makanan dan minuman yang mengandung gas, seperti sawi, kol, nangka, pisang ambon, buah-buahan kering, kedondong serta minuman bersoda. S elain itu, juga perlu menghindari konsumsi minuman yang dapat merangsang peningkatan asam lambung, seperti kopi,minuman beralkohol, jus jeruk maupun susu full cream.

Hindari juga makanan yang sulit untuk dicerna yang nantinya dapat memperlambat pengosongan lambung. Sebab, hal seperti ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan peregangan di lambung yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi asam lambung. Makanan yang sulit untuk dicerna antara lain, seperti cokelat, makanan berlemak, keju serta cake.

Selain itu, ada baiknya untuk menghindari asupan makanan  yang dapat merusak dinding lambung secara langsung, seperti makanan pedas, makanan yang mengandung cuka, mengandung merica serta bumbu-bumbu yang keras dan merangsang. Jauhi juga makanan yang dapat melemahkan klep kerongkongan baah yang nantinya akan mengakibatkan cairan lambung akan naik ke kerongkongan, seperti makanan berlemak, gorengan maupun cokelat.

Ada juga beberapa jenis karbohidrat yang perlu dijauhi oleh orang-orang yang pernah mengalami sakit maag, seperti ketan, bulgur, singkong, jagung serta talas.Jauhi kegiatan yang biasa dilakukan setelah berbuka puasa maupun setelah makan sahur yang dapat meningkatkan gas dalam lambung, seperti mengunyah permen karet serta merokok.

buka puasa

buka puasa

Ketika sedang berbuka puasa, sebaiknya kita dahulukan dengan minum yang manis-manis dan makan 3 buah kurma. Setelah menjalankan shalat Magrib, kita baru diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan yang lebih berat, namun tetap memperhatikan jumlah serta jenis makanan yang kita konsumsi.

Berbuka puasa sebaiknya menjadi waktu bagi tubuh kita untuk mendapatkan kembali energi serta cairan yang hilang ketika kita berpuasa. Namun, memilih minuman juga dapat berdampak pada proses rehidrasi tubuh kita.

Minuman yang paling tepat ketika berbuka puasa, adalah minuman yang dapat merehidrasi tubuh kita, yaitu air putih. Namun masih banyak orang yang lebih suka berbuka puasa dengan minum minuman yang memiliki rasa yang manis, seperti kopi maupun teh.

Kopi maupun teh memang terdiri dari air, namun kandungan kafein di dalamnya akan membuat cairan dalam tubuh kita semakin berkurang. Kafein merupakan zat yang bersifat diuretik yang dapat memicu buang air kecil.

Ketika kita minum minuman berkafein maka cairan yang ada dalam tubuh kita akan dikeluarkan kembali melalui air seni. Terkadang, jumlah cairan yang keluar dari tubuh kita justru lebih banyak daripada cairan yang masuk ke dalam tubuh kita. Maka dari itu, sebaiknya jauhi minuman seperti kopi maupun teh pada saat berbuka puasa.

Jika anda punya keinginan untuk mengkonsumsi kopi maupun teh ketika berbuka puasa, sebaiknya imbangi dengan memperbanyak minum air putih. Cara seperti ini berguna untuk menggantikan cairan yang keluar.