Jenis Makanan Yang Bisa Merusak Mood

Ada kalanya dalam momen tertentu anda sengaja ingin mengonsumsi jenis makanan tertentu yang anda harapkan bisa meningkatkan mood anda.

Atau mungkin anda telah mengalami suatu kejadian tertentu yang membuat semangat anda jatuh, kemudian anda berharap bisa meningkatkan semangat anda seperti sebelumnya yang salah satunya bisa dilakukan melalui makanan.

Namun sayangnya ada beberapa jenis makanan yang ternyata bisa saja justru merusak mood anda dan tentu saja akan menunda harapan anda untuk bisa bahagia.

Jenis Makanan Yang Bisa Merusak Mood

Berikut ini adalah beberapa Jenis Makanan Yang Bisa Merusak Mood, diantaranya :

  • Keripik kentang

Keripik kentang biasanya dikonsumsi sebagai makanan cemilan yang dikonsumsi dalam acara yang bersifat santai seperti kumpul-kumpul santai bersama teman atau keluarga, sambil membaca buku, sambil menonton televisi dan sebagainya.

Keripik kentang biasanya digoreng dengan menggunakan minyak yang tinggi akan kandungan asam lemak omega-6 dan bisa menghalangi asam lemak omega-3 yang bisa menghasilkan “mood” yang baik.

Sebagai alternatif dari keripik kentang, anda bisa menggantinya dengan mengonsumsi cemilan kacang almond yang bisa memberikan efek menenangkan atau membahagiakan.

 

  • Soda

Kandungan gula yang tinggi di dalam minuman yang bersoda bisa mengakibatkan jantung anda lebih mudah berdebar-debar karena meningkatnya kadar gula darah dimana kondisi ini dikenal dengan istilah “sugar rush”.

Ketika kadar gula darah dalam tubuh anda mengalami peningkatan maka tubuh anda akan menghasilkan insulin untuk menyeimbangkannya, namun dampaknya tubuh anda akan menjadi lemas.

Dengan kondisi tubuh yang tadinya segar dan bugar yang berubah menjadi lemas tentunya hal ini akan memberikan pengaruh terhadap mood anda, misalnya saja yang tadinya anda memiliki mood bahagia lalu mood anda tiba-tiba berubah menjadi tidak baik.

 

  • Margarin

Tingginya kandungan asam lemak omega-6 yang ada di dalam margarin bisa meningkatkan produksi insulin di dalam tubuh yang bisa memberikan dampak terhadap mood anda.

Sebagai alternatif dari margarin, anda bisa menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun yang lebih sehat pada saat menggunakan minyak untuk memasak.

 

  • Gula pasir atau madu berlebih gula

Gula pasir dan madu memiliki efek yang sama seperti soda dimana bahan makanan ini tinggi akan kandungan fruktosa yang bisa meningkatkan kadar gula darah dalam jumlah yang sangat tinggi.

Tentunya jika anda menggunakan terlalu banyak gula pasir atau madu dalam makanan atau minuman yang anda konsumsi maka akibatnya akan membuat mood anda menjadi tidak stabil, di sisi lain hal ini juga bisa memicu resiko obesitas.

Alan Aragon, M.S yang merupakan seorang penasehat bidang gizi Men’s Health memberikan saran untuk menghindari konsumsi gula pasir berdasarkan fakta bahwa gula merupakan kalori kosong atau tinggi akan kalori tapi tidak mengandung nutrisi.

“Tubuh manusia sudah diciptakan dengan sempurna termasuk dengan adanya sistem tubuh yang diciptakan untuk mencerna gula”, ungkapnya.

“Meski demikian anda tidak perlu merasa takut untuk mengonsumsi produk susu, buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung gula alami”, ungkap profesor nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health yang bernama Frank Hu, M.D., Ph.D.

 

  • Roti Bagel

Selama ini roti bagel identik sebagai jenis makanan yang sehat meski ada juga sebagian kalangan yang tidak setuju.

Akan tetapi jangan hanya karena roti bagel identik sebagai jenis makanan yang sehat kemudian anda mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan.

Dari sekian banyak bahan komposisi dari roti bagel, terdapat keju dan margarin yang tinggi akan kandungan kalori dan tentu saja jika anda mengonsumsi roti bagel dalam jumlah yang banyak maka sama artinya akan ada banyak kalori yang akan masuk ke dalam tubuh anda.

Sebagai perbandingan, di dalam 1 potong roti bagel yang masih polos (tanpa keju dan margarin) terdapat kandungan kalori sebesar 400 kkal, tentunya jika ditambahkan dengan keju dan margarin maka akan ada banyak kalori yang menumpuk pada roti bagel tersebut.

 

  • Kacang tanah 

    kacang-kacangan

    kacang-kacangan

Makanan ringan seperti kacang tanah yang memiliki berbagai pilihan rasa biasanya menggunakan bumbu yang terbuat dari monosodium glutamat (MSG).

Konsumsi yang berlebihan terhadap monosodium glutamat (MSG) bisa memicu kondisi tubuh seperti lesu, migrain dan bagi yang alergi biasanya mengalami sesak napas.

Maka dari itu disarankan untuk mengganti makanan ringan kacang yang berbumbu dengan kacang almond atau kacang kenari yang tinggi akan kandungan omega-3.

 

  • Ubi Jalar

Bagi sebagian masyarakat, penyajian ubi jalar sebagai makanan cemilan baik yang direbus atau dipanggang selama ini dikenal sebagai jenis makanan yang sehat.

Ada kalanya ubi jalar yang disajikan terasa kurang manis hingga akhirnya ditambahkan dengan gula tambahan untuk memberi cita rasa yang manis.

Pemberian gula tambahan inilah yang bisa memicu tekanan darah mengalami peningkatan, meningkatkan depresi dan memicu resiko penyakit Alzheimer.

Dengan demikian jika anda berkeinginan untuk menyajikan ubi jalar sebagai makanan cemilan bersama yang dinikmati ramai-ramai, maka sebaiknya anda tidak perlu menambahkannya dengan gula.

 

  • Putih telur 

    putih telur

    putih telur

Ada kalanya sebagian orang lebih memilih untuk mengonsumsi putih telur daripada mengonsumsi kuning telur yang dianggap tinggi akan kandungan kolesterol.
Faktanya kuning telur mengandung beberapa nutrisi yang bisa mengatur kesehatan sel-sel otak dan mengatur mood kebahagiaan, misalnya seperti vitamin B12, vitamin D, asam omega-3 dan folat.
 
  • Smoothies 
Minuman smoothies sekilas terlihat seperti jenis minuman yang sehat, namun jika anda mengonsumsi smoothies yang menggunakan banyak bahan gula maka minuman ini bisa menjadi minuman yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Kandungan gula pada smoothies diketahui bisa memicu kegemukan, depresi, diabetes, mengganggu kinerja otak.
Kalaupun anda masih ingin mengonsumsi smoothies maka disarankan untuk memilih smoothies yang tidak menggunakan gula.
  • Yoghurt kedelai
Kandungan asam lemak omega-6 pada yoghurt kedelai diketahui bisa menghambat mood padahal di sisi lain sebenarnya otak manusia sudah terdapat sejumlah lemak.
Bilamana anda mengonsumsi jenis lemak yang salah maka akibatnya akan terjadi gangguan pada sekitar otak anda misalnya seperti emosi yang tidak terkontrol terutama jika yoghurt yang anda konsumsi menggunakan bahan tambahan gula.

Berbagai jenis makanan yang telah disebutkan di atas selain bisa menurunkan mood kebahagiaan juga bisa menumpuk racun di dalam tubuh dan menjadikan gula darah tidak stabil.

Dengan demikian bilamana anda ingin menikmati makanan cemilan dalam acara yang bersifat santai maka disarankan untuk mengonsumsi makanan cemilan yang terbuat dari bahan makanan yang tinggi akan serat, tidak menggunakan bahan gula tambahan dan tidak perlu mengonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.