Kandungan Gizi dan Nutrisi Jeroan


Ada kalanya jeroan hewan memiliki cita rasa yang lezat ketika diolah menjadi makanan atau bagian dari masakan.

Di sebagian negara di dunia, termasuk Indonesia jeroan merupakan bahan makanan yang populer dimana ginjal, lidah, usus, hati, limpa dan babat bisa menjadi buruan masyarakat untuk menjadi melengkapi menu makanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada pula sebagian kalangan masyarakat yang sengaja menghindari mengonsumsi jeroan dengan alasan kesehatan karena jeroan diyakini tinggi akan kandungan kolesterol.

Akan tetapi berdasarkan laman Daily Mail, meskipun tinggi akan kandungan kolesterol namun mengandung berbagai gizi dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan Gizi dan Nutrisi Jeroan

Berikut ini adalah kandungan nutrisi beserta manfaat dari jeroan, diantaranya :

  • Hati

Nutrisi

Sapi 
Protein 33,4 gr
Lemak 14,4 gr
Kalori 264

Kambing 

Protein 45,1 gr
Lemak 19,3 gr kalori 355

Ayam 

Protein 33,1 gr
Lemak 13,3 gr
Kalori 253

Manfaat :

Hati memiliki kandungan zat besi dan sumber energi yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh.

Kandungan zat besi dari hati lebih tinggi jika dibandingkan dengan bayam dan cara terbaik untuk mengolahnya adalah dengan cara digoreng.

Mengonsumsi hati baik untuk membantu meningkatkan kekuatan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu pertumbuhan otak.

 

  • Ginjal

Nutrisi

Sapi

Protein 36,7 gr
Lemak 6,6 gr
Kalori 207

Kambing

Protein 35,3 gr
Lemak 15,4 gr
Kalori 339

Manfaat :

Ginjal bisa menjadi sumber protein yang baik untuk tubuh dimana kandungan nutrisinya sebanding dengan 6 butir telur dan 5 ikat sayur bayam.

Kandungan antioksidan pada ginjal juga baik untuk tubuh dimana cara yang terbaik untuk mengolahnya adalah dengan digoreng.

 

  • Lidah

Nutrisi

Protein 27,3 gr
Lemak 36 gr
Kalori 433

Manfaat :

Lidah sapi biasanya diolah menjadi sandwich dimana jika dibandingkan dengan daging ham sebenarnya lidah sapi lebih sehat.

Di balik cita rasanya yang nikmat, kandungan zat besi pada lidah 3 kali lebih banyak, vitamin B12 7 kali lebih banyak dan vitamin C yang lebih banyak, dimana cara terbaik untuk mengolah lidah sapi adalah dengan cara direbus.

 

  • Jantung

Nutrisi

Protein 37,9 gr
Lemak 20,8 gr
Kalori 339

Manfaat :

Mengonsumsi jantung bisa membantu menurunkan berat badan dimana jika dibandingkan dengan ginjal, kandungan vitamin B dan protein di dalamnya lebih banyak.

Mengonsumsi 1 porsi jantung bisa memenuhi kebutuhan zat besi harian dimana cara terbaik untuk mengolahnya adalah dengan cara direbus.

 

  • Babat 

    Beef Tripe

    Beef Tripe

Nutrisi

Protein 10,6 gr
Lemak 0,75 gr
Kalori 49

Manfaat :

Mengonsumsi babat bisa menjadi sumber kekuatan tulang namun karena rendah akan kalori maka abat baik dikonsumsi bagi yang sedang menjalankan program diet.

Di dalam setiap 100 gr babat terdapat kandungan kalsium yang cukup tinggi, yakni 52 mg.

 

  • Buntut

Nutrisi :

Protein 45,7 gr,
Lemak 20,1 gr
Kalori 364

Manfaat :

Buntut sapi biasanya diolah menjadi menu masakan seperti sup yang kaya akan kaldu dimana menu makanan ini dikenal sangat baik untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang terkena penyakit flu.

Buntut sapi bermanfaat untuk membantu proses pembentukan otot dimana cara yang terbaik untuk mengolahnya adalah dengan merebusnya terlebih dahulu kemudian dicampurkan ke dalam sup.

 

 

Kandungan Gizi dan Nutrisi Jeroan gizi jeroan

Berikut ini merupakan kandungan gizi dan nutrisi jeroan, diantaranya :

  • Lemak

Lemak merupakan salah satu kandungan gizi yang tertinggi pada jeroan, misalnya hati ayam yang mengandung 1 gr lemak namun tidak mengandung karbohidrat.

 

  • Protein

Ampela ati mengandung 30,39 gr protein, sedangkan kebutuhan protein yang dibutuhkan oleh tubuh adalah sebesar 8 gr dimana protein sangat baik untuk membantu proses pembentukan otot dan menghasilkan energi.

 

  • Karbohidrat

Kandungan karbohidrat pada jeroan sangat sedikit atau bahkan bisa dibilang hampir tidak ada.

 

  • Fosfor

Pada sekitar 100 gr usus sapi terdapat kandungan fosfor sebesar 72 gr dimana hal ini sangat baik untuk membantu proses pertumbuhan tulang dan gigi.

 

  • Vitamin A

Karena kandungan vitamin A pada jeroan sapi sangat tinggi maka disarankan untuk tidak mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak, dimana terdapat kandungan vitamin A sebesar 26,957 IU pada hati sapi dan 60 ribu per ons lebih pada hati daging sapi muda.

 

  • Vitamin B12 dan B5

Selain vitamin A, jeroan juga mengandung vitamin B5 dan juga B12 yang tentunya mendukung sistem metabolisme dalam tubuh. Kedua vitamin tersebut tentunya dapat membantu makanan menjadi energi.

Bukan hanya itu saja karena vitamin juga bisa berperan aktif dalam memproduksi hormon di dalam tubuh.

 

  • Zat besi

Kandungan zat besi yang ada di dalam jeroan bisa mencukupi kebutuhan zat besi di dalam tubuh dimana pada ati ampela terdapat 4 mg zat besi dan juga 4,42 mg zinc.

Pria dewasa membutuhkan asupan zat besi harian sekitar 8 mg dan 11 mg zinc, sedangkan pada wanita adalah 16 mg zat besi dan 8 mg zinc.

 

  • Magnesium sate jeroan

Kandungan magnesium di dalam jeroan hewan juga bisa mencukupi kebutuhan magnesium yang memang diperlukan oleh tubuh dalam mempertahankan saraf tubuh, otot dan juga tulang.

Bukan hanya itu saja karena magnesium juga dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan organ jantung.

 

  • Kalium

Selain magnesium, jeroan hewan juga mengandung kalium yang menjaga detak jantung tetap stabil. Tentunya kalium sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang, otak, stroke, serta ginjal dan menjaga tekanan darah.

Dengan mencukupi kebutuhan kalium maka Anda sudah termasuk melakukan upaya mengurangi resiko tekanan darah tinggi.

 

  • Asam folat dan omega

Otak sapi mengandung DHA dan juga omega-3 yang memang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mendorong fungsi otak agar berfungsi dengan baik.

Bukan hanya itu saja karena omega-3 juga dibutuhkan oleh tubuh dalam merangsang kinerja otak dengan baik dan berfungsi dengan normal.

 

  • Selenium dan tembaga

Selenium dan juga tembaga keduanya bisa menjadi sumber yang berperan baik bagi kesehatan tubuh dan bukan hanya itu saja karena selenium berperan untuk menjaga supaya jaringan tubuh bisa tetap sehat dan juga mencegah terjadinya kerusakan pada organ tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas.

Tembaga juga memiliki fungsi yang hampir sama dengan selenium, dimana tembaga juga bisa menjaga fungsi serta sistem kekebalan tubuh dengan optimal.

Terdapat kandungan tembaga sekitar 324 microgram dan selenium sekitar 24 microgram pada otak sapi dimana jumlah tersebut merupakan jumlah yang sesuai dan disarankan untuk menjaga kecukupan gizi dan nutrisi di dalam tubuh.