Kanker Uterus

kanker-uterus

  • Definisi

Kanker uterus adalah tumor ganas yang terdapat pada lapisan terdalam rahim (endometrium). Kanker ini merupakan jenis kanker yang menakutkan karena mempengaruhi kemampuan reproduksi perempuan, di samping itu penderita juga beresiko meninggal dunia.

Kanker uterus adalah penyebab kematian terbesar dari kaum perempuan di dunia.

Sel kanker uterus aktif di daerah yang lembab. Biasanya mereka hidup di dalam cairan vagina yang diidap oleh penderita leukore (keputihan). Jika keputihan ini tidak segera diatasi maka bisa mengakibatkan kanker rahim.

 

  • Gejala
  1. Mengalami perdarahan di luar masa haid
  2. siklus menstruasi yang tidak normal
  3. Perut bagian bawah atau kram panggul terasa nyeri
  4. keluar cairan putih encer, jernih atau kekuning-kuningan bercampur nanah yang berbau tidak sedap
  5. Mengalami nyeri saat buang air kecil
  6. Adanya pendarahan setelah berhubungan badan
  7. Adanya rasa nyeri ketika melakukan hubungan badan

 

  • Penyebab

Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab kanker uterus.

Namun para peneliti telah sepakat bahwa ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena kanker uterus, yaitu:

  1. Wanita yang berusia lebih dari 50 tahun.
  2. Melakukan hubungan badan pada usia sekitar 12-17 tahun.
  3. Suka berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan badan sehingga menularkan virus HPV (Human Papilloma Virus).
  4. Mengalami peningkatan dalam jumlah sel-sel lapisan rahim (endometrial hyperplasia).
  5. Merokok atau terkena asap rokok dari orang lain.
  6. Wanita yang menggunakan hormon estrogen tanpa progesterone mempunyai resiko lebih besar terkena kanker uterus. Misalnya terapi sulih hormon atau Hormon replacement therapy (HRT).
  7. Mengalami kegemukan atau obesitas. Wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang tinggi sehingga bisa meningkatkan resiko kanker uterus.
  8. Menggunakan tamoksifen untuk mencegah kanker payudara. Tamoksifen mempunyai efek antiestrogen pada sel kanker payudara tetapi berefek estrogenik pada rahim, sehingga wanita yang menggunakan obat ini mempunyai resiko terkena kanker rahim.
  9. Kanker rahim biasanya ditemukan pada wanita yang berkulit putih.
  10. Kurang menjaga kebersihan alat kelamin.
  11. Menstruasi pertama pada usia yang masih sangat muda, sekitar usia 12-13 tahun.
  12. Menopause setelah usia 50 tahun.
  13. Tidak memiliki anak atau tidak bisa hamil (mandul).
  14. Adanya polip pada endometrium.

 

  • Diagnosa

Diagnosis dilakukan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan panggul, pap smear, USG transvagina dan biopsi endometrium.

Untuk menentukan stadium atau penyebaran kanker, maka akan dilakukan pemeriksaan berikut:

– Pemeriksaan darah lengkap
– Pemeriksaan air kemih
– Rontgen dada
– CT scan tulang dan hati
– Sigmoidoskopi
– Limfangiografi
– Kolonoskopi
– Sistoskopi.

Staging (Menentukan stadium kanker)

  1. Stadium I : kanker hanya tumbuh di badan rahim
  2. Stadium II : kanker telah menyebar ke leher rahim
  3. Stadium III : kanker telah menyebar ke luar rahim dan masih sebatas di dalam rongga panggul
  4. Stadium IV : kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum, atau telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti hati, paru-paru atau tulang.

 

  • Pengobatan / Terapi

Jenis pengobatan tergantung tingkat stadium, ukuran tumor, usia, pengaruh hormon terhadap pertumbuhan tumor dan kecepatan pertumbuhan tumor penderita.

Pada umumnya pengobatan kanker uterus mempunyai 3 metode, yaitu :

  1. Pembedahan

Pasien akan menjalani pengangkatan rahim (histerektomi). Selain itu kedua tuba falopii dan ovarium juga diangkat (salpingo-ooforektomi bilateral) karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggal kemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium.

 

  1. Terapi penyinaran (radiasi)

Terapi ini dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker melalui penyinaran dan hanya menyerang sel-sel kanker di daerah yang disinari.

Terapi penyinaran ini sendiri mempunyai 2 jenis, yaitu Radiasi eksternal yang menggunakan mesin radiasi yang besar untuk mengarahkan sinar ke daerah tumor dan Radiasi internal yang menggunakan sebuah selang kecil yang mengandung suatu zat radioaktif, yang dimasukkan melalui vagina dan dibiarkan selama beberapa hari.

 

  1. Kemoterapi

Terapi ini menggunakan obat-obatan yang mengandung zat yang mampu mencegah sel kanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker.

Terapi Kemoterapi ini biasanya dilakukan pada penderita kanker uterus yang tidak mungkin menjalani pembedahan ataupun terapi penyinaran, penderita yang kankernya telah menyebar ke organ tubuh lainnya dan penderita yang kanker rahimnya mengalami kekambuhan.

Jika kanker telah menyebar, maka akan diberikan obat kemoterapi lain, yaitu siklofosfamid, doksorubisin dan sisplastin.

 

  • Pencegahan

Untuk mencegah penyakit kanker uterus anda bisa melakukan langkah-langkah seperti berikut, yaitu :

  • Hindari rokok
  • Rutin membersihkan vagina
  • Menaburi bedak pada vagina
  • Diet rendah lemak
  • Perbanyak makan sayur-sayuran, buah-buahan, dan vitamin C.
  • Mengkonsumsi Nectura secara teratur