Kolesterol Bukan Hanya Disebabkan Oleh Makanan

makanan berlemak

makanan berlemak

Makanan yang kaya akan kandungan lemak sering dianggap sebagai penyumbang utama dari naiknya kolesterol, khususnya kolesterol jahat atau LDL di dalam darah. Namun pada kenyataannya, makanan hanya akan menyumbang sebanyak 20% saja dari total kadar kolesterol dalam darah.

Menurut dr Aulia Sani, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Sahid Sahirman, mengungkapkan bahwa penyumbang kolesterol dalam darah sebenarnya adalah dari organ hati yang bisa menyumbangkan kolesterol dalam darah kita sebanyak 80%.

Jadi, bisa dikatakan bahwa sebagian besar jumlah kolesterol dalam tubuh kita dihasilkan oleh tubuh kita sendiri. Hanya saja, kemampuan dalam menentukan sedikit atau banyaknya produksi kolesterol tergantung dari masing-masing individu.

Umumnya, hal yang dapat menentukan sedikit atau banyaknya produksi kolesterol tergantung dari faktor keturunan serta gaya hidup dari seseorang.

Faktor keturunan ikut berperan dalam tingginya produksi kolesterol dalam tubuh seseorang. Bila anda selalu memilih makanan serta sudah menghindari jenis makanan yang kaya lemak, berpengawet maupun berpewarna, namun kadar kolesterol total dalam darah anda tetap tinggi, mencapai 206 mg/dL bisa jadi kolesterol anda tinggi karena adanya faktor keturunan. Padahal, seharusnya kadar kolesterol total seharusnya dibawah 200 mg/dL.

Meskipun anda sudah menjaga pola makan anda namun masih belum cukup untuk menjaga kadar kolesterol anda tetap stabil. Umumnya anda juga akan disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur, paling tidak tiga kali seminggu selama 30 menit. Olahraga yang disarankan biasanya berupa jalan kaki yang memiliki gerakan yang stabil. Selain itu anda juga akan disarankan untuk mengkonsumsi obat penurun kolesterol.

kolesterol dalam tubuh kita

kolesterol dalam tubuh kita

Kolesterol, merupakan senyawa lemak komplek atau lipid yang bentuknya mirip seperti serpihan lilin yang berwarna putih kekuningan. Kolesterol sebenarnya diperlukan oleh tubuh kita untuk membantu membran sel, membentuk asam empedu yang digunakan untuk mencerna makanan di dalam usus, membentuk vitamin D serta membentuk berbagai hormon seperti hormon testosteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita.

Namun, dibalik semua manfaat tersebut, kolesterol juga ada yang sifatnya jahat yang biasa disebut LDL. Kolesterol LDL ini membawa lemak dari hati ke jaringan tubuh sehingga dapat memicu terjadinya penumpukan lemak di jaringan.

Kadar kolesterol LDL yang tinggi di dalam darah diketahui merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit kardiovaskular atau penyakit pembuluh darah. Maka dari itu, gaya hidup yang baik seperti rutin berolahraga serta menjauhi rokok akan sangat berpengaruh terhadap kadar kolesterol total dalam tubuh seseorang.

Kolesterol juga merupakan faktor resiko yang utama dari penyakit jantung koroner. Manurut para ahli kesehatan, tidak ada yang lebih menentukan resiko seseorang akan mengalami serangan jantung atau tidak selain dari kadar kolesterol.

Kadar kolesterol yang tinggi atau berlimpah dalam aliran darah anda akan cenderung mengendap di dalam dinding pembuluh darah koroner. Kolesterol bersama dengan jaringan fibrous akan membentuk plak endapan yang mengakibatkan penebalan, penyempitan dinding pembuluh darah serta dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung secara mendadak.

Namun, bukan berarti bahwa kolesterol merupakan penyebab utama dari penyakit jantung. Dalam jumlah tertentu, tubuh masih memerlukan kolesterol untuk menjaga tubuh kita tetap sehat. Jika jumlah kolesterol tersebut berlebihan yang merupakan sebuah kondisi yang disebut hiperkoleterolemia, akan menyebabkan munculnya masalah pada kesehatan.

Turunnya kadar kolesterol sebesar 1% saja akan dapat mengurangi munculnya resiko serangan jantung sebanyak 2 sampai 3%. Maka dari itu, sebaiknya kita melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kadar kolesterol dalam darah, seperti:

  • Membatasi lemak jenuh

Lemak jenuh umumnya mengacu pada lemak yang berasal dari hewan, khususnya pada kulit unggas, produk susu serta daging merah. Sebaiknya batasi konsumsi berbagai makanan yang mengandung lemak jenuh karena dapat memacu produksi kolesterol serta meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Dengan menjaga pola makan, maka anda sudah dapat memperbaiki kadar kolestrol dalam tubuh anda. Dalam metode diet mediteranian, konsumsi daging merah hanya boleh dilakukan sekali saja dalam sebulan. Dan metode diet ini memang dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

  • Hindari lemak trans

Lemak trans cenderung lebih berbahaya daripada lemak jenuh karena dapat meningkatkan LDL serta menurunkan kadar HDL dalam tubuh dengan cepat sekali. Maka dari itu sebaiknya kurangilah konsumsi makanan yang mengandung lemak trans seperti berbagai makanan yang diolah dengan cara digoreng.

  • Mempertahankan berat badan

Pada kebanyakan orang, kadar kolesterol akan membaik seiring dengan menurunnya berat badan. Hal seperti ini tidak hanya disebabkan karena berkurangnya berat badan namun juga sebagai akibat dari diet atau pola makan yang lebih sehat dan diimbangi dengan berolahraga. Perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat diperlukan untuk mempertahankan berat badan dalam kisaran normal . Dengan mengurangi berat badan mencapai 5 sampai 10% saja akan dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.

  • Olahraga

olah ragaOlahraga yang cukup dan dilakukan secara rutin, minilam 30 sampai 40 menit setiap hari juga bisa kita lakukan untuk menormalkan kadar kolesterol dalam tubuh kita. Berbagai olahraga yang bisa kita lakukan untuk  menstabilkan kadar kolesterol dalam tubuh kita, jogging, jalan kaki, berenang maupun bersepeda. Tidak perduli apakah anda kurus atau gemuk, olahraga akan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh anda. Olahraga moderat yang anda lakukan secara teratur akan meningkatkan HDL serta menurunkan kadar LDL dalam tubuh.

  • Berhenti merokok

Merokok tidak hanya menyebabkan kanker, namun juga berbahaya untuk jantung serta dapat menurunkan kadar HDL dalam darah. 20 menit setelah anda berhenti merokok, maka tekanan darah anda akan menurun. Dalam tempo 24 jam maka resiko mengalami serangan jantung akan menurun.

  • Mengunjungi dokter secara teratur

Bila gaya hidup anda sudah anda rubah namun masih belum bisa membantu untuk menurunkan kadar koleterol dalam tubuh anda, atau anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki kolesterol tinggi atau menyakit jantung, ssepertinya anda memerlukan batuan dokter, Dokter anda akan membantu anda dengan memberikan obat yang tepat untuk segala masalah kesehatan anda, termasuk tingginya kadar kolesterol.