Manfaat Kesehatan Tempe

Sebagai orang Indonesia anda pasti sudah mengenal tempe sebagai salah satu jenis lauk yang sering kita jadikan sebagai tambahan menu makanan sehari-hari selain nasi, sayuran, daging dan sebagainya.

Tempe merupakan lauk nabati yang telah lama dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia bahkan sebagian masyarakat mancanegara juga sudah merasakan nikmatnya tempe sebagai menu makanan.

Kita harus bangga karena berdasarkan rilisan berita terbaru dari Daily Health Post disebutkan bahwa tempe merupakan satu dari enam makanan tradisional di dunia yang kaya  akan probiotik, setara dengan kefir dari Eropa dan natto dari Jepang.

Dengan demikian sudah bukan sepatutnya jika kita merasa gengsi untuk mengonsumsi tempe karena menu makanan yang dulu identik dengan makanan rakyat jelata ini sudah setara dengan makanan tradisional dunia yang lain.

Biasanya tempe diolah menjadi tempe goreng, tumis tempe, kripik tempe, ataupun dicampur ke dalam menu masakan.

manfaat-kesehatan-tempe

Tempe kaya akan protein nabati yang sangat baik untuk tubuh walaupun menu makanan ini bisa dibeli dengan harga yang terjangkau, serta proses memasaknya yang tidak terlalu sulit.

Kacang kedelai merupakan bahan utama dari tempe, walau dalam proses pembuatannya menggunakan jamur Rhizopus oligosporus.

Sebelum berwujud tempe yang biasa kita kenal, tempe yang masih setengah jadi akan mengalami fermentasi selama 24-48 jam sebelum akhirnya rongga antar kedelai menjadi padat dan penuh dengan jamur serta menjadi lebih mudah untuk diolah.

Aroma ammonia akan tercium dari tempe yang baru saja jadi dimana aroma ini berasal dari jamur dan setelah proses pemasakan aroma ini akan hilang dengan sendirinya.

Kandungan berbagai senyawa aktif pada tempe sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh misalnya asam lemak yang dikenal dengan nama PUFA (Polyunsaturated Fatty Acids).

Asam lemak Polyunsaturated Fatty Acids ini merupakan asam lemak tidak jenuh majemuk yang bermanfat untuk tubuh.

Selain asam lemak Polyunsaturated Fatty Acids proses fermentasi tempe juga menghasilkan asam linoleat dan asam oleat.

Asam linoleat dan asam oleat memiliki peranan yang penting dimana keduanya bisa menurunkan kolesterol dalam darah.

Tempe juga tinggi akan kandungan vitamin seperti vitamin B kompleks dimana vitamin yang larut dalam air ini terdiri atas tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), piridoksin (vitamin B6), sianokobalamin (vitamin B12), dan sebagainya.

Selain vitamin B kompleks tempe juga mengandung vitamin A, D, E dan K, selain itu tempe juga mengandung mineral seperti magnesium, inositol, fosfor, zink, mangan, zat besi, dan sebagainya.

Tempe mengandung isoflavon yang merupakan zat antioksidan diman zat ini bisa melawan pengaruh radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh.

Selain mineral, vitamin dan lemak tempe juga mengandung serat alami, banyak protein nabati, sampai karbohidrat.

Berikut ini adalah kandungan gizi pada tempe (per 100 gr) : menu-masakan-tempe

  • Protein 20,8 gr
  • Lemak 8,8 gr
  • Serat 1,4 gr
  • Kalsium 155 mg
  • Fosfor 326 mg
  • Zat besi 4 mg
  • Vitamin B1 0,19 mg
  • Karoten 34 mg.

Karena tingginya kandungan gizi pada tempe maka kebutuhan gizi sehari-hari hampir bisa dipenuhi oleh tempe dimana menu makanan ini disebut-sebut sebagai menu makanan terbaik pengganti daging, dan tentunya disarankan bagi vegetarian.

Bahkan hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa kandungan protein pada tempe lebih tinggi daripada protein daging dan kandungan gizi pada tempe setara dengan kandungan gizi pada yoghurt.

Tempe aman dari lemak yang berbahaya jadi anda bisa mengonsumsi tempe dengan bumbu sesuai selera anda tanpa ada rasa takut akan lemak yang berbahaya dan baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Kandungan antioksidan alami pada tempe bisa memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh karena akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Kandungan serat alami pada tempe bermanfaat untuk kesehatan pencernaan selain itu tempe juga bisa menurunkan kadar kolesterol, mengatasi diare, mencegah kekeroposan tulang, mencegah hipertensi, mencegah anemia, mencegah penyakit jantung dan mencegah berbagai penyakit kanker.

Tempe disarankan untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang menjalani program diet karena kandungan protein pada tempe bebas lemak.

Tempe bebas dikonsumsi oleh segala usia mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, bagi anak-anak tempe baik dikonsumsi untuk menunjang masa pertumbuhan sedangkan bagi orang dewasa tempe baik dikonsumsi untuk menjaga fungsi organ tubuh.

 

Berikut ini adalah manfaat kesehatan tempe diantaranya : kripik-tempe

  • Mencegah anemia
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Mencegah penyakit jantung
  • Mencegah osteoporosis
  • Mencegah berbagai jenis kanker
  • Mengatasi diare
  • Mencegah penyakit jantung
  • Membantu program diet
  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
  • Meningkatkan fungsi sistem syaraf
  • Menjaga kesehatan kulit dan otot
  • Mencegah berbagai penyakit degeneratif (jantung koroner, diabetes melitus, aterosklerosis, hipertensi, dan sebagainya)
  • Berfungsi sebagai zat anti sianida (keracunan logam berat) atau penawar antidotum
  • Mencegah timbulnya gejala kembung perut (flatulensi) karena mampu menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa.

 

Tips memilih dan mengolah tempe :

  1. Walaupun tempe goreng rasanya nikmat namun sebenarnya tidak disarankan untuk mengolah tempe dengan cara digoreng karena cara ini membuat kandungan nutrisinya berkurang drastis. Cara pengolahan yang baik yaitu direbus, dibacem atau digulai.
  2. Sebelum membeli tempe di pasar ada baiknya anda mengecek kesegarannya dengan cara dicium atau dipegang. Tempe yang masih baru permukaannya masih diselimuti jamur keputihan dan terasa padat jika dipencet.
  3. Tempe yang sudah agak lama biasanya berlendir, ada bau menyengat, warnanya agak kehitaman dan jika dipencet lunak atau empuk.
  4. Disarankan untuk langsung memasak tempe setelah dibeli. Kalaupun anda menyimpan tempe di dalam kulkas, bungkus dengan rapat serta jangan disimpan terlalu lama (maksimal 3 hari) dan keluarkan terlebih dahulu kemudian diangin-anginkan sebentar sebelum dimasak.
  5. Jangan memilih tempe dengan warna kedelai yang berwarna kuning cerah karena biasanya tempe yang seperti ini sudah diberi bahan pewarna kimia.