Manfaat Serta Bahaya Mengkonsumsi Teh Secara Berlebihan

teh kering dan teh seduh

teh kering dan teh seduh

Manfaat dari minum teh dalam hal mengikis lemak dalam tubuh telah banyak dibuktikan dalam berbagai macam penelitian ilmiah. Salah satu jenis teh yang sering digunakan untuk mengikis lemak berlebihan biasanya adalah teh hitam.

Para pakar kesehatan memang menyarankan untuk menyeduh teh hitam untuk menurunkan kegemukan atau obesitas. Teh hitam mengandung senyawa catechin yang merupakan senyawa paling penting yang berperan dalam memerangi lemak berlebihan.

Ada berbagai macam riset yang mengekplorasi sumber herbal alami sebagai bahan dari minuman sehat. Bahan herbal lain yang sering diekplorasi adalah teh hitam, teh hijau, campuran jus sayur dengan buah serta bahan herbal yang lain.

Selama ini masyarakat lebih mengenal teh hijau sebagai minuman untuk menurunkan berat badan. Namun sekarang sudah ada penelitian yang telah menemukan bahwa teh hitam juga dapat menurunkan berat badan secara efektif.

Dari hasil penelitian tersebut, para peneliti telah menemujkan bahwa teh hitam yang sudah diseduh memiliki potensi yangh besar sebagai bioaktif alami untuk terapi mengurangi kelebihan berat badan.

Kegemukan atau obesitas merupakan kondisi kelebihan massa jaringan lemak tubuh sebagai akibat dari kelainan sistem metabolisme tubuh yang nantinya dapat meningkatkan resiko kerusakan atau kegagalan dari beberapa sistem dalam tubuh manusia, seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke serta stres berkepanjangan.

teh hitamMinuman seperti teh memang sangat identik dengan kesehatan tubuh manusia. Namun sebaiknya anda tetap lebih waspada dengan cara membatasi jumlah asupan teh. Mengkonsumsi teh dalam jumlah yang berlebihan nantinya justru akan memperburuk kesehatan tulah serta gigi sehingga mudah rapuh.

Ada seorang wanita yang berasal dari Detroit, Amerika Serikat yang mengalami nyeri kronik pada bagian tulang panggul, tangan serta kakinya. Pada mulanya wanita tersebut mengira bahwa dia mengalami kanker, namun dari hasil pemeriksaan dokter telah menunjukkan bahwa rasa nyeri kronik yang dialaminya disebabkan oleh karena konsumsi teh secara berlebihan.

Wanita tersebut mengaku bahwa dirinya mengkonsumsi satu pitcher teh yang terbuat dari 100 sampai 150 kantung teh celup. Akibatnya, kadar flouride dalam darahnya menjadi meningkat secara signifikan sehingga menyebabkan dirinya mengalami gejala-gejala seperti tulang yang terlalu padat serta gigi yang rapuh.

Para dokter di Henry Ford Health System di Detroit, menemukan bahwa kadar flouride dalam darah wanita tersebut mencapai 0,43 mg per liter. Kadar tersebut lebih tinggi daripada kadar flouride normal yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh yaitu kurang dari 0,10 mg per liter.

Jadi, dapat dikatakan bahwa wanita tersebut telah mengkonsumsi satu pithcer teh yang mengandung kurang lebioh 20 mg flouride yang masuk ke dalam tubuhnya.

Mayoritas manusia memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kelebihan kadar flouride dari dalam tubuh kita dengan baik. Namun, bila kita mengkonsumsi terlalu banyak minuman atau makanan yang mengandung banyak flouride justru akan menjadi masalah bagi kesehatan kita sendiri. Di Amerika sendiri sudah ada 4 kasus yang disebabkan karena mengkonsumsi teh secara berlebihan.

Ada seorang dokter yang bermaksud untuk melakukan biopsi tulang pada wanita tersebut. Namun yang terjadi tulang wanita tersebut terlalu keras sehingga alat untuk melakukan biopsi tidak dapat menembus tulangnya.

Tulangnya keras seperti baja karena kepadatannya naik tujuh kali lipar dari kepadatan tulang yang normal, karena konsumsi teh secara berlebihan.

seduh teh hijau

teh hijau

Para dokter menyarankan pada wanita tersebut untuk mengurangi konsumsi teh per hari. Akhirnya berbagai gejala seperti nyeri pada tulangnya mulai berkurang. Karena memang pada dasarnya tubuh kita akan mengeluarkan flouride secara alami. Namun dokter memberikan suplemen hormon paratiroid untuk mempercepat proses pengeluaran flouride dari tulang wanita tersebut.

Selain pemberian suplemen paratiroid, dokter juga menyarankan wanita tersebut untuk mengurangi asupan makanan yang mengandung kalsium serta mengandung vitamin D.

Menurut pakar tulang dari Weill Cornell Medical College yang bernama Dr. Joseph Lane, mengatakan bahwa belakangan ini semakin banyak orang yang mengadopsi pola makan yang salah dengan harapan agar tubuhnya semakin sehat.

Maka dari itu bila kita ingin selalu sehat, sebaiknya kita berkonsultasi pada dokter maupun para ahli gizi sebelum menjalani pola makan atau diet tertentu agar efeknya baik untuk kesehatan kita.