Mencegah Terjadinya Serangan Jantung

serangan jantung

serangan jantung

Tentunya kita sering mendengar berita tentang seseorang yang meninggal dunia secara mendadak ketika ia sedang bekerja, berolahraga maupun sedang melakukan aktivitas lainnya, seperti tidur. Setelah ditelusuri, penyebab dari kematian mereka disebabkan oleh serangan jantung yang memiliki reputasi sebagai pembunuh nomor satu di dunia.

Serangan jantung sudah seperti momok bagi kita, karena tanpa adanya penanganan yang cepat dan tepat akan sangat fatal sekali akibatnya.

Jantung merupakan organ tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk memompa serta mendistribusikan darah ke seluruh tubuh dengan membawa berbagai nutrisi dan oksigen, yang nantinya akan kembali ke paru-paru dan jantung untuk membawa sampah dari hasil metabolism tubuh kita. Jantung kita terus bekerja tanpa pernah beristirahat, walaupun kita sedang dalam keadaan tidur.

Dalam menjalankan semua fungsinya, jantung memerlukan banyak pembuluh darah di seluruh tubuh serta pembuluh utama yang terletak di dalam organ jantung yang bentuknya menyerupai mahkota atau corona, sehingga sering disebut dengan nama pembuluh coroner jantung.

Jika pembuluh coroner jantung tersebut mengalami gangguan atau penyumbatan, maka kondisi inilah yang disebut dengan istilah penyakit jantung coroner.

Sesungguhnya, penyakit jantung tidak terjadi secara spontan, namun umumnya tidak disertai dengan gejala awal yang signifikan sehingga disebut dengan nama serangan mendadak yang mematikan atau suddent death.

penyebab jantung koroner

penyebab jantung koroner

Dalam banyak kasus kejadian serangan jantung, berbagai gejala maupun tanda-tanda akan adanya serangan jantung hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang melakukan chek up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Tindakan pemeriksaan kesehatan secara rutin umumnya bersifat prefentif, sehingga dapat menjaga kondisi kesehatan orang tersebut meskipun tidak memiliki keluhan kesehatan khusus pada orang tersebut.

Kondisi kolesterol yang terlalu tinggi, bukanlah satu-satunya penyebab dari serangan jantung. Memang, kadar lemak yang terlalu tinggi dalam tubuh merupakan salah satu factor resiko terjadinya serangan jantung.

Namun, nyatanya cukup banyak juga kasus serangan jantung meskipun kadar lemak dalam tubuh orang tersebut normal. Faktanya, 1 dari 3 kasus serangan jantung justru terjadi pada seseorang yang memiliki kadar kolesterol normal dalam tubuhnya.

Mengetahui kadar kolesterol konvensional secara keseluruhan, seperti kolesterol total, LDL, HDL serta trigliserida; memang tetap diperlukan. Namun, ada pemeriksaan lain yang dapat menlengkapi penilaian resiko terjadinya penyakit jantung coroner, yaitu mengetahui Apo B serta hs-CRP

Nilai Apo B berguna dalam hal memprediksi resiko terjadinya penyakit jantung coroner. Sebab, semakin tinggi kadar Apo B dalam tubuh seseorang, maka semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah atau arteriosclerosis, walaupun kadar LDL dalam tubuhnya tetap normal.

Sedangkan nilai hs-CRP berguna untuk menentukan resiko kardiovaskular pada orang yang sehat. Sebab, dalam proses penyumbatan maupun pengerasan pada pembuluh darah, biasanya juga disertai dengan adanya proses peradangan.  

Selain pemeriksaan dalam laboratorium, beberapa pemeriksaan lain juga ikut menunjang prediksi terjadinya penyakit jantung coroner pada seseorang. Pemeriksaan lainnya bisa melalui EKG, treadmill maupun pemeriksaan imaging lainnya juga tetap dibutuhkan dalam melakukan diagnose terhadap penyakit jantung coroner.

makanan yang kaya akan serat

makanan yang kaya akan serat

Selain rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, sebaiknya mulailah untuk melakukan gaya hidup sehat. Melakukan gaya hidup sehat seperti memperbanyak konsumsi sayur dan buah juga dapat menurunkan resiko terjadinya serangan jantung.

Sebisa mungkin hindari makanan yang kaya garam, seperti makanan cepat saji, makanan yang diawetkan serta makanan beku. Karena semua makanan itu sangat tidak baik untuk kesehatan jantung dan tubuh kita secara keseluruhan. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar untuk mencukupi kebutuhan serat. Konsumsi ikan serta kacang-kacangan yang kaya akan omega 3.

Selain melakukan gaya hidup sehat, orang-orang yang memiliki resiko penyakit jantung disarankan untuk bangun lebih pagi untuk menghindari terjadinya serangan jantung.

Menurut para ahli spesialis penyakit jantung, bangun pagi dapat mengurangi resiko terjadinya serangan jantung. Sebab, umumnya serangan jantung terjadi pada pagi hari anatara jam 3 sampai jam 9 pagi.

bangun pagiIrama sirkadian merupakan jam biologis tubuh yang sangat berhubungan dengan siklus hormonal dalam tubuh kita. Dalam sebuah penelitian telah ditemukan bahwa, melakukan aktivitas yang sesuai dengan irama sirkadian akan memberikan banyak manfaat, termasuk menghindari terjadinya serangan jantung.

Pada jam 3 sampai jam 9 pagi, semua hormone dalam tubuh kita sudah siap untuk menjalani segala aktivitas sehingga membutuhkan aliran darah yang lebih cepat dari biasanya. Maka dari itu, bila ada seseorang yang masih tidur pada jam 3 sampai jam 9 pagi, maka aliran darahnya masih lambat serta darah dalam tubuhnya cenderung kental.

Aliran darah yang lambat serta darah yang cenderung kental akan menimbulkan masalah. Darah yang cenderung kental sangat berpotensi untuk menyumbat pembuluh darah yang nantinya justru akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung.

Saat kita bangun lebih awal di pagi hari, maka jantung kita akan berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat serta aliran darah cenderung lebih lancar sehingga dapat mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah.

Agar bisa bangun lewih pagi, maka kita perlu tidur lebih awal. Pada pukul 9 malam, tubuh kita seharusnya sudah beristirahat karena ini sesuai dengan irama sirkadian atau jam biologis tubuh kita. Pada pukul 9 malam tubuh membutuhkan aliran darah yang lebih lambat. Selain itu tidur lebih awal dapat mencukupi kebutuhan tidur kita ketika kita perlu bangun lebih pagi.

1 comment for “Mencegah Terjadinya Serangan Jantung

  1. Pingback: rafael

Comments are closed.