Mengenal Istilah Anak Hiperaktif

anak yang tidak bisa diam

anak yang tidak bisa diam

Anda pasti pernah merasa seperti anak anda memiliki energi yang seolah-olah tidak ada habisnya. Anak anda berlarian serta berlompatan kesana-kemari sehingga anda merasa bahwa anak anda tergolong anak yang hiperaktif.

Sebenarnya, anak-anak yang tidak bisa diam ketika masih berusia antara 2 sampai 6 tahun merupakan suatu kewajaran. Karena, pada usia 2 sampai 6 tahun, anak-anak merasa penasaran dengan apa yang ada disekitarnya sehingga mereka terus bergerak dan tidak bisa diam.

Lantas bagaimana yang disebut dengan anak hiperaktif? Anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan untuk memusatkan atau memfokuskan perhatiannya karena terlalu banyak bergerak. Hiperaktif sendiri termasuk dalam salah satu kasus attention deficit and hyperactivity disorder  atau ADHD atau dalam bahasa Indonesia disebut defisit perhatian dan gangguan hiperaktivitas.

Anak-anak hiperaktif juga disebut dengan anak yang memiliki gangguan hiperkinetik. Dulunya kondisi seperti ini disebut minimal brain dysfunction syndrome. Anak hiperaktif biasanya baru bisa diketahui ketika anak tersebut berusia diatas 6 tahun.

Umumnya, guru dan orang tua akan merasa kesusahan untuk mengatur serta mendidik anak hiperaktif. Selain karena kondisi anak hiperaktif tidak bisa diam, juga sering mengganggu anak-anak yang lain, suka memotong pembicaraan siapa saja serta mengalami kesulitan dalam memahami sesuatu yang telah diajarkan.

Pengertian dari istilah anak hiperaktif adalah hiperaktif menunjukkan adanya suatu pola perilaku yang akan menetap pada seorang anak. Perilaku tersebut ditandai dengan sikap yang tidak bisa diam, tidak mampu berkonsentrasi serta impulsive atau bertindak sesuka hatinya.

Dilihat dari segi psikologis, hiperaktif merupakan salah satu gangguan tingkah laku yang cenderung tidak normal yang disebabkan oleh adanya disfungsi neurologis dengan gejala utama adanya ketidakmampuan dalam memusatkan perhatiannya.

Para ahli memiliki perbedaan pendapat tentang defisit perhatian dan gangguan hiperaktivitas, namun mereka membaginya menjadi 3 jenis gangguan, meliputi:

  • Gangguan yang menyebabkan anak tidak dapat focus
tidka bisa fokus

tidka bisa fokus

Golongan ini adalah anak-anak yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat memfokuskan perhatiannya, namun tidak hiperaktof serta tidak impulsive. Anak-anak golongan ini tidak menunjukkan gejala hiperaktif.

Umumnya, anak-anak perempuan banyak mengalami gangguan seperti ini. Mereka sering terlihat melamun serta digambarkan seperti berada ditempat yang lain sehingga tidak mampu memfokuskan perhatiannya pada sekelilingnya.

  • Gangguan hiperaktif dan impulsive

Pada golongan ini, anak-anak akan menunjukkan gejala hiperaktif serta impulsive, namun masih bisa memusatkan perhatiannya pada keadaan disekelilingnya. Golongan ini sering ditemukan pada anak-anak yang masih kecil.

  • Tipe gabungan

Anak-anak golongan ini tidak mampu memfokuskan perhatiannya, hiperaktif serta impulsive. Mayoritas anak-anak termasuk dalam golongan ini. Anak-anak golongan ini tidak bisa diam, tidak mampu untuk focus serta sering bertindak sesuka hatinya atau impulsive. Anak-anak golongan ini akan terus bergerak serta tidak dapat merasakan asyiknya suatu permainan yang disukai oleh anak-anak seusianya, karena perhatiannya mudah sekali untuk beralih. Mereka seakan tidak ada hentinya untuk mencari sesuatu yang menarik.

Kebanyakan orang tua tidak menyadari cara untuk mengenali defisit perhatian dan gangguan hiperaktivitas serta cara untuk mengobatinya. Gejala-gejala yang muncul sering kali salah kaprah sehingga menganggap anak-anak yang mengalami defisit perhatian dan gangguan hiperaktivitas dianggap sebagai anak yang nakal.

Kita sebagai orang tua perlu belajar untuk dapat mengenali gejala anak-anak yang mengalami defisit perhatian dan gangguan hiperaktivitas. Gejala utama dari defisit perhatian dan gangguan hiperaktivitas, meliputi agresif, gelisah, impulsive, tidak mampu untuk belajar, tidak mampu focus serta hiperaktif.

anak yang tidak bisa fokusAnak-anak yang hiperaktif cenderung tidak memiliki kemampuan dalam berkonsentrasi sehingga mudah lupa pada apa yang anda katakan padanya kurang dari 2 menit. Namun, ada juga anak hiperaktif yang masih bisa mengingat apa yang anda katakan.

Banyak para ahli yang mengatakan bahwa penyebab dari anak hiperaktif adalah karena terlalu banyak konsumsi gula serta alergi. Bisa juga karena anak tersebut memang sangat cerdas sehingga dia begitu cepat bosan

Selain itu, anak-anak hiperaktif membutuhkan lebih banyak perhatian, waktu serta bantuan dari orang tua untuk membantu mereka merasa lebih terhubung dengan lingkungan di sekitarnya. Jadi pastikan agar kesehatan si anak, baik kesehatan emosional maupun mental si anak lebih diperhatikan.

Beberapa penyebab lain yang bisa memicu anak-anak menjadi anak yang hiperaktif, meliputi:

  • Kondisi si ibu pada masa kehamilan serta persalinan

Kondisi si ibu pada masa kehamilan serta persalinan merupakan suatu kondisi yang perlu diperhatikan demi tumbuh kembang anak. Kondisi yang mempengaruhi anak menjadi hiperaktif, contohnya adanya keracunan pada akhir masa kehamilanyang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah, pembengkakan pada kaki serta ekskresi protein melalui urin. Kondisi seperti ini pada masa kehamilan serta persalinan dapat menyebabkan cedera otak pada janin.

  • Cedera pada otak

Umumnya, cedera otak pada anak yang terjadi sesudah dilahirkan dapat menyebabkan gangguan pada organ otak anak tersebut. Bisa saja cedera terjadi karena adanya benturan pada bagian kepala anak.

  • Keracunan

Keracunan khususnya keracunan timbal juga dapat menyebabkan gangguan pada organ otak anak. Keracunan timbal pada anak juga ditandai dengan adanya kesulitan dalam berkonsentrasi serta prilaku hiperaktif pada anak. Sebenarnya ada obat untuk mengeluarkan timbal dari dalam tubuh, namun hanya bisa didapat dengan resep dokter. Itupun bila kadar timbal pada anak sudah terlalu tinggi. Sebab, obat ini memiliki efek samping yang bisa membahayakan si anak.

  • Lemahnya pendengaran
gangguan pendengaran pada anak

gangguan pendengaran pada anak

Lemahnya pendengaran akibat infeksi telinga akan menyebabkan si anak tidak mampu mendengar dengan jelas suara-suara yang didengarnya. Akibatnya, tingkah laku anak tersebut menjadi semakin tidak terkendali serta perkembangan bahasanya mengalami kemunduran. Untuk hal seperti ini sebaiknya segera konsultasikan pada dokter THT.

  • Factor psikologi

Factor psikologi lebih dipengaruhi oleh hubungan si anak dengan dunia luar. Meskipun jarang sekali terjadi, hubungan dengan anggota keluarga juga dapat menyebabkan hiperaktifitas pada anak. Misalnya, ketika anak melakukan kesalahan dan harus dihukum dengan diam selama 10 menit. Namun setelah itu si anak justru seperti memiliki energy yang lebih banyak dan siap untuk melakukan sesuatu yang lebih negative lagi.

1 comment for “Mengenal Istilah Anak Hiperaktif

  1. Pingback: mark

Comments are closed.