Mengenal Lebih Dekat Tentang Detoksifikasi

racun dalam tubuh

racun dalam tubuh

Secara fisiologi, detoksifikasi merupakan lintasan atau proses metabolisme tubuh yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan kadar racun yang berbahaya dari dalam tubuh kita, dengan penyerapan, distribusi, biotranformasi serta sekresi molekul toksin.

Peroksidase merupakan keluarga enzim detoksifikasi yang berfungi untuk mereduksi atau mengurangi toksin atau racun dengan substrat yang lain.

Umumnya enzim peroksidase mengandung heme yang menggunakan hidrogen peroksida untuk mempercepat peroses oksidasi toksin atau racun.

Pada prinsipnya, detoksifikasi terbagi menjadi 3 jenis detoksifikasi, meliputi:

  • Detoksifikasi untuk racun maupun bisa

Untuk detoksifikasi racun, dokter akan memberikan obat-obatan anti racun, tergantung dari jenis racunnya. Untuk detoksifikasi bisa seperti bisa ular, dokter akan memberikan injeksi obat-obatan antibisa. Umumnya bisa ular mayoritas terdiri dari protein sehingga memiliki sifat antigenik. erum antibisa umumnya dibuat dari serum kuda.

  • Detoksifikasi keracunan alkohol

Muntah merupakan tindakan awal untuk mengurangi kadar alkohol yang berlebihan dalam tubuh. Namun, harus dibantu dengan pemberian cairan elektrolit untuk mengatasi bahaya dehidrasi atau kekurangan cairan karena proses muntah tadi. Setelah itu dokter akan memberikan obat-obatan lain untuk membantu proses pembuangan alkohol dari dalam liver.

  • Detoksifikasi metabolisme

Detoksifikasi metabolisme bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung glutation, misalnya asparagus maupun alpukat, untuk membantu proses detoksifikasi organ liver. Cara lainnya adalah dengan penggunaan daun cilantro maupun daun ketumbar untuk proses detoksifikasi merkuri yang umumnya terkandung dalam ikan. Selain dari pada itu, untuk mendetoksifikasi tinja dalam usus bisa menggunakan aloe vera.

paparan zat kimia beracun

paparan zat kimia beracun

Ada berbagai macam cara detoksifikasi yang bisa kita lakukan untuk mengeluarkan toksin atau racun yang berada di dalam tubuh kita. Bahkan tidak sedikit produsen obat maupun produsen makanan yang menawarkan produk tertentu untuk membantu memperlancar proses detoksifikasi.

Namun demikian, sesungguhnya proses detoksifikasi untuk mengeluarkan segala racun dari dalam tubuh bisa kita lakukan sendiri dengan menggunakan beberapa jenis makanan dan minuman yang ada disekitar kita.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa kita konsumsi untuk memperlancar proses detoksifikasi, meliputi:

  • Alpukat

Alpukat mengandung berbagai zat maupun senyaa yang bersifat antioksidan, seperti glutation. Glutation akan membantu mempercepat prose detoksifikasi atau pengeluaran racun yang berbahaya dari dalam tubuh kita. Dengan mengurangi berbagai macam bahan kimia serta racun yang berbahaya dari dalam tubuh kita, maka kita akan menjadi lebih sehat.

  • Cranberrie

Cranberrie merupakan buah yang sangat baik untuk kesehatan. Sebab, cranberrie memiliki kemampuan untuk mencegah infeksi pada saluran kencing. Selain itu, cranberrie dikenal sebagai agen antibakteri yang juga dapat membantu kita dalam proe detoksifikasi.

  • Kubis

Kubis mengandung sulfur. Sulfur berfungsi untuk memecahkan berbagai zat-zat kimia yang ada di dalam tubuh. Sulfur juga dapat mengeluarkan berbagai racun berbahaya yang berasal dari pestisida maupun obat-obatan yang kita konsumsi.

  • Lemon

jus lemonLemon mengandung vitamin serta antioksidan yang sangat baik untuk melindungi organ liver serta dapat membantu proses detoksifikasi berbagai zat-zat kimia yang tertinggal di dalam tubuh. Banyak para ahli kesehatan yang menyarankan untuk mengkonsumsi lemon baik di konsumsi secara langung maupun meminum jus lemon secara rutin agar tubuh kita tetap sehat dan terbebas dari racun yang berbahaya bagi kesehatan.

  • Brokoli

Brokoli juga mengandung antioksidan yang dapat membantu proses detoksifikasi dari berbagai racun serta zat kimia berbahaya. Selain itu, brokoli juga mengandung enzim yang dapat membantu sistem pencernaan bekerja secara lebih baik. Ada beberapa ahli kesehatan yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi brokoli mentah lebih baik karena masih banyak kandungan gizinya, tapi jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu.

  • Bawang putih

Sama seperti kubis, bawang putih juga mengandung sulfur yang berfungsi untuk membersihkan tubuh dari racun. Selain itu, bawang putih juga memiliki sifat antibiotik sehingga daya tahan tubuh anda semakin kuat dan terhindar dari berbagai infeksi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

  • Bit

Bit dapat dikonsumsi secara langung ketika masih mentah maupun dalam keadaan matang. Bit mengandung pektin serta betain yang nantinya akan melindungi organ liver serta sistem pencernaan tetap dalam keadaan sehat. Bit juga dapat membantu kelancaran proses detoksifikasi berbagai racun dalam tubuh kita.

  • Biji bunga matahari
biji bunga matahari

biji bunga matahari

Biji bunga matahari atau kuaci bunga matahari dapat membantu kinerja organ liver serta menjaga kesehatan organ liver sehingga proses detoksifikasi dalam tubuh kita semakin lancar. Selain itu, biji bunga matahari juga mampu menggelontor kolesterol berlebihan dalam tubuh kita.

  • Anggur

Anggur akan membersihkan sistem pencernaan serta mencegah terjadinya pembentukan batu ginjal. Anggur juga baik untuk diet karena mengandung gula serta kalori yang relatif rendah.

  • Kacang lentil

Kacang lentil mampu membersihkan sistem pencernaan serta memperlancar proses detoksifikasi dalam tubuh. Kacang lentil baik untuk kesehatan karena rendah kolesterol serta dapat menjaga kadar gula darah dalam tubuh kita tetap stabil.

  • Air putih

Minum air putih secara rutin setiap pagi setelah bangun tidur akan sangat baik untuk membantu kelancaran proses detoksifikasi. Umumnya, ketika kita bangun tidur, tubuh kita dalam keadaan kekurangan cairan sehingga proses metabolisme dalam tubuh kita cenderung semakin lambat. Air akan sangat membantu dalam hal menghilangkan berbagai racun dalam tubuh kita.

2 comments for “Mengenal Lebih Dekat Tentang Detoksifikasi

  1. Pingback: Clifford
  2. Pingback: Rafael

Comments are closed.