Mengenal Lebih Dekat Tentang Kesemutan

kesemutan di kaki

kesemutan di kaki

Dalam ilmu kedokteran, kesemutan lebih dikenal dengan nama parestesia. Kesemutan merupakan sensasi yang dapat dirasakan tanpa adanya stimulan dari luar. Sensasi yang terjadi bukan hanya rasa sakit yang menusuk, namun juga terkadang disertai dengan rasa panas pada suatu anggota tubuh.

Kesemutan merupakan gejala dari gangguan sistem saraf sensorik. Umumnya, kesemutan terjadi sebagai akibat dari tertutupnya jalan darah akibat dari bagian tubuh tertentu yang ditekuk terlalu lama.

Kesemutan yang tidak disertai dengan gejala lain seperti sensasi panas, umumnya lebih disebabkan karena adanya gangguan pada reseptor di kulit maupun pada cabang-cabang saraf tepi. Ada baiknya  bila kita lebih waspada bila ada gejala lain yang menyertai ketika kita mengalami kesemutan.

Kesemutan tidak hanya bisa menyebabkan kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu, ada juga kasus kesemutan yang disertai dengan munculnya gangguan pada penglihatan, pendengaran, gabungan dari gangguan penglihatan dan pendengaran dan lain sebagainya.

Kesemutan ringan seperti yang terjadi ketika jalan darah tertutup terlalu lama pada bagian tubuh tertentu kemungkinan terjadi karena kurangnya vitamin neurotropik, seperti vitamin B1, B6 dan B12.

Bila anda merasakan kesemutan setelah menekuk kaki maupun tangan dalam waktu yang terlalu lama, sebaiknya segera luruskan kaki maupun tangan anda selama sekitar 10 sampai 15 menit. Bisa juga disertai dengan konsumsi vitamin neurotropik.

Namun bila anda sudah meluruskan kaki maupun tangan anda dan rasa kesemutan tersebut tetap tidak hilang, kemungkinan bisa saja hal seperti itu merupakan suatu gejala penyakit tertentu. Perlu adanya pemeriksaan pada dokter ahli untuk mengetahui penyebab pastinya agar tidak terjadi kesalahan dalam hal pengobatan maupun perawatannya.

Umumnya rasa kesemutan pada kaki maupun tangan lebih disebabkan karena tidak lancarnya aliran darah atau bisa juga karena lemahnya saraf.

Untuk langkah penanganan yang baik, sebaiknya konsultasikan apa yang anda alami pada dokter ahli penyakit dalam atau dokter saraf. Sensasi rasa kesemutan sering terjadi pada anggota tubuh tertentu, seperti kaki, tangan maupun lengan.

Berbagai penyebab dari munculnya sensasi rasa kesemutan, meliputi:

  • Karena posisi duduk maupun berdiri yang terlalu lama.
  • Kurangnya aliran darah pada aggota tubuh tertentu, contohnya karena penumpukan plak akibat dari kondisi aterosklerosis pada pembuluh darah bagian kaki yang bisa menyebabkan munculnya rasa nyeri, kebas atau mati rasa serta kesemutan meskipun sambil berjalan.
  • Adanya tekanan pada saraf tulang belakang.
  • Gejala dari kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipotiroid, multiple sclerosis, kejang, sakit kepala biasa maupun migrain.
  • Kurangnya mineral penting dalam tubuh, seperti kalium, kalsium maupun natrium.
  • Kurangnya vitamin B12.
kesemutan di tangan

kesemutan di tangan

Ada baiknya untuk lebih mewaspadai penyebab-penyebab dari munculnya kesemutan untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit tertentu yang lebih serius. Untuk mengatasi tangan dan kaki yang sering kesemutan, anda bisa memperbanyak konsumsi vitamin B, khususnya B1, B6 serta B12 karena sangat penting untuk menjaga kesehatan jaringan saraf dalam tubuh kita.

Selain untuk mencegah kesemutan, vitamin B1 juga penting artinya untuk metabolisme karbohidrat dan menyediakan ebergi yang cukup untuk saraf. Vitamin B6 penting artinya dalam proses metabolisme protein dan memelihara fungsi saraf agar tetap dalam kondisi normal. Sedangkan vitamin B12 penting untuk proses sintesa alam nukleat serta menjaga integritas jaringan-jaringan saraf. Untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul saat kesemutan, anda bisa mengkombinasikan vitamin tersebut dengan analgesik yang fungsinya untuk antiradang.

Sebagian orang sering menganggap kesemutan sebagai hal yang wajar, sebab kesemutan sering terjadi ketika kita dalam posisi statis atau tidak bergerak dalam waktu yang terlalu lama.

Namun, bila rasa kesemutan terlalu sering terjadi tanpa dipicu oleh apapun, orang-orang sering menganggapnya sebagai salah satu gejala dari arthritis atau rematik. Namun, menurut para pakar kesehatan, kesemutan justru merupakan salh satu gejala dari adanya kerusakan pada saraf tepi atau sering disebut neuropati.

rematik pada bagian lutut

rematik pada bagian lutut

Neuropati merupakan kerusakan saraf tepi yang lebih disebabkan oleh adanya penyakit, trauma pada bagian saraf tertentu, maupun karena adanya komplikasi dari suatu penyakit sistemik. Sedangkan arthritis merupakan suatu peradangan pada persendian yang lebih disebab oleh adanya infeksi.

Antara neuropati dengan arthritis jelas-jelas berbeda. Neuropati gejalanya sering terjadi pada daerah ujung-ujung daru anggota tubuh. Sedangkan arthritis lebih sering terjadi pada bagian persendian seperti siku maupun lutut.

Gejala dari neuropati dengan arthritis juga berbeda. Neuropati sering ditandai dengan gejala kesemutan, kemas atau mati rasa, kaku, kram, rasa panas seperti terbakar, kulit yang hipersensitif serta kelemahan pada anggota gerak tubuh. Sedangkan gejala dari arthritis lebih disertai dengan adanya rasa nyeri dan kaku pada bagian persendian. Orang yang mengalami arthritis kemungkinan juga akan merasakan sensasi hangat pada persendian  serta kesulitan untuk menggerakkan sendi.

Jadi sudah jelas bahwa sensasi rasa kemutan bukanlah salah satu dari gejala arthritis. Meskipun neuropati dengan arthritis berbeda, namun pada dasarnya keduanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama tidak dapat disembuhkan secara total. Permaan yang lain adalah resiko mengalami kedua penyakit ini akan semakin meningkat dengan bertambahnya usia seseorang.