Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Perikarditis

letak perikardium

letak perikardium

Perikarditis merupakan suatu peradangan pada pericardium yang berbentuk seperti kantung mengelilingi organ jantung. Pericarditis sering disertai dengan rasa nyeri pada bagian dada.

Kedua lapisan pericardium umumnya dipisahkan oleh sebuah cairan tipis yang berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan organ jantung untuk memompa darah secara lebih efisien tanpa menyebabkan gesekan dengan organ yang lainnya.

Penyakit pericarditis terbagi menjadi tiga jenis menurut lamanya penyakit tersebut, yaitu:

  • Pericarditis akut, bila gejalanya dirasakan kurang dari 6 minggu
  • Pericarditis rekuren, bila gejala yang dirasakan selama 6 minggu sampai 6 bulan
  • Pericarditis kronis, bila gejalanya dirasakan selama lebih dari 6 bulan

Kasus pericarditis ringan umumnya akan membaik dengan sendirinya. Namun untuk kasus pericarditis yang berat, umumnya diperlukan perawatan berupa pemberian obat. Sedangkan kasus pericarditis yang sangat berat diperlukan tindakan pembedahan untuk menghilangkan cairan berlebihan pada pericardium saat kondisinya telah menyebabkan tamponade jantung.

Tamponade jantung sendiri merupakan kondisi dimana pericardium sudah dipenuhi oleh berbagai macam hal, seperti cairan, darah, nanah, gas dan lain-lainnya.

Penyebab dari penyakit pericarditis sangat bervariasi, termasuk infeksi pericardium karena bakteri maupun virus, idiopatik, pericarditis uremik, pericarditis pasca infark atau dalam waktu 24 jam setelah serangan jantung, atau sindrom Dressler yaitu beberapa minggu maupun beberapa bulan setelah serangan jantung.

Tergantung dari bentuk dan lamanya serangan, pericarditis terbagi dalam bentuk akut ka bentuk kronis. Pericarditis akut lebih sering terjadi jika dibandingkan dengan pericarditis kronis. Pericarditis bisa terjadi sebagai hasil komplikasi dari adanya infeksi, kondisi daya tahan tubuh, bahkan sebagai hasil komplikasi dari serangan jantung atau infark miokard.  Pericarditis konstruktif merupakan bentuk penyakit kerikarditis kronis, namun jenis ini jarang sekali terjadi.

Gejala penyakit pericarditis hamper mirip dengan serangan jantung dan disertai dengan nyeri dada serta irama denyut jantung yang tidak normal. Pria yang berusia antara 20 sampai 50 tahun merupakan orang yang paling rentan mengalami gejala-gejala dari pericarditis.

Dalam banyak kasus, penyakit pericarditis tidak dapat untuk dicegah, namun pengobatan yang tepat dari infeksi bakteri mampu mengurangi resiko terjadinya pericarditis yang disebabkan oleh bakteri.

Gejala pericarditis tergantung dari jenisnya, namun beberapa gejala yang sering terjadi, adalah:

  • gejala perikarditis

    gejala perikarditis

    Suhu tubuh yang tinggi

  • Tubuh berkeringat serta menggigil
  • Sesak napas
  • Batuk kering
  • Denyut jantung tidak normal dan cenderung lebih cepat atau takikardia
  • Rasa nyeri yang tajam seperti menusuk-nusuk di dada
  • Rasa sakit dan nyeri dapat menjalar ke lengan serta bahu kiri

Berbagai penyebab dari penyakit pericarditis, meliputi:

  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi jamur
  • Cedera pada dada
  • Cedera pada ensofagus
  • Serangan jantung
  • Operasi jantung
  • Gagal ginjal
  • Leukemia
  • Penyakit karena autoimun, seperti lupus
  • Terapi radiasi
  • Kanker
  • Obat-obatan tersentu seperti obat pengencer darah

Pericarditis bacterial merupakan kondisi yang sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani dengan baik. Mayoritas kasus pericarditis bacterial dipicu oleh adanya infeksi pada organ tubuh yang lain. Misalnya, seseorang yang mengalami infeksi paru-paru bisa saja sangat rentan mengalami pericarditis bacterial bila bakteri yang menyerang paru-paru menyebar dan memasuki pericardium, baik secara langsung maupun melalui aliran darah.

Penyebab lain dari penyakit pericarditis namun jarang sekali terjadi, meliputi:

  • Kerusakan pada hati

Kerusakan pada hati memungkinkan untuk menyebarkan infeksi ke jantung maupun infeksi pada pericardium.

  • Serangan jantung setelah pericarditis

Pericarditis tidak menyebabkan atau ikut berperan dalam serangan jantung. Namun cedera pada jaringan jantung yang terkadang bisa menyebakan terjadinya serangan jantung. Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah post-MI atau infark miokard pasca pericarditis.

  • Pericarditis setelah operasi jantung

Pericarditis bisa saja merupakan komplikasi dari operasi jantung. Sebelum melakukan operasi jantung, diharuskan untuk membuka pericardium. Operasi jantung termasuk cangkok pintas arteri coroner, mengganti katup jantung dan lain sebagainya.

  • Perkarditis efusif kronis

Peradangan dalam jangka panjang menyebabkan adanya penumpukan cairan selama bertahap pada kedua lapisan pericardium. Kondisi seperti ini masih belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Beberpa penyebab terjadinya penumpukan cairan dalam pericardium, adalah karena adanya penyakit tuberculosis maupun hipotiroidism atau kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Pericarditis mampu menyebabkan terjadinya komplikasi yang sangat berbahaya bagi manusia, seperti:

  • Tamponade jantung

Tamponade jantung merupakan kondisi dimana adanya penumpukan cairan diantara dua lapisan pericardium. Dengan adanya penumpukan cairan pada pericardium, maka jantung akan tertekan oleh cairan sehingga tidak dapat bekerja dengan maksimal.

  • Abses

Adanya penumpukan nanah, baik di dalam organ jantung maupun di dalam pericardium.

  • Penyebaran infeksi

Sama dengan infeksi yang lain di tubuh, jantung yang sudah terinfeksi dapat menyebar ke bagian atau organ yang lain.

  • Perikaditis konstruktif

Ketika pericardium yang mengalami cedera atau radang telah pulih, maka akan membentuk jaringan parut. Jaringan parut pada pericardium akan membuat pericardium menjadi keras dan kaku, sehingga jantung tidak dapat mengembang dengan baik ketika terisi dengan darah.

  • Denyut jantung tidak teratur

Kemungkinan disebabkan oleh adanya peradangan pada pericardium

  • Gagal jantung

Peradangan dan penumpukan cairan pada pericardium, membuat jantung tidak mampu bekerja seperti biasanya sehingga dapat menyebabkan gagal jantung kapan saja.

perikardiectomy

perikardiectomy

Operasi untuk menghapus atau mengambil pericardium disebut bedah pericardiectomy. Pembedahan dapat dilakukan bila pericardium sudah mengalami luka dan sudah tidak fleksibel, atau karena terjadinya pericarditis secara berulang-ulang.

Bagian yang rusak pada pericardium akan dibuang. Bila seluruh bagian dari pericardium telah rusak terpaksa kantung pericardium harus dipotong. Namun itu semua tergantung dari tingkat keparahannya.

Meskipun pericardium berfungsi untuk mendukung serta melindungi organ jantung, pengambilan pericardium tidak akan menyebabkan kerusakan apapun pada jantung. Dan organ jantung masih dapat berfungsi dengan baik, walaupun tanpa adanya pericardium.