Mengenal Lebih Dekat Tentang Penyakit Sinusitis

gambaran sinusitis

gambaran sinusitis

Sinusitis berasal dari kata “sinus” dan diberi tambahan kata “itis” yang dalam ilmu kedokteran berarti peradangan. Maka dari itu, sinusitis merupakan peradangan pada sinus paranasal.

Di sekitar rongga hidung terdapat empat buah sinus , yaitu sinus maksilaris pada bagian pipi, sinus etmoidalis pada kedua mata, sinus frontalis pada bagian dahi, serta sinus sfenoidalis pada bagian belakang dahi.

Jadi sinusitis bisa diartikan adanya pembengkakan atau peradangan pada jaringan yang melapisi sinus. Sinus berupa rongga yang berfungsi untuk menghasilkan mucus atau lendir yang kita kenal dengan nama ingus. Umumnya, sinus berisi udara, namun ketika sinus mengalami penyumbatan serta berisi cairan, virus, bakteri, jamur dan lain-lain, nantinya akan berkembang serta dapat menyebabkan infeksi.

Sinusitis terjadi ketika ada sesuatu baik itu benda maupun mikroorganisme yang menghalangi keluarnya ingus dari dalam rongga sinus. Sinusitis juga bisa terjadi karena adanya perubahan tekanan maupun temperature yang umumnya dialami oleh orang-orang alergi dingin, pemakaian obat semprot hidung yang terlalu keras, asap rokok, debu, atau mikroorganisme berbahaya.

Sinusitis terbagi menjadi empat jenis, menurut lamanya gejala yang dialami yaitu:,

  • Sinusitis akut, yaitu suatu kondisi, seperti pilek, hidung tersumbatserta nyeri pada wajah yang terjadi secara mendadak dan tidak juga hilang selama 10 sampai 14 hari. Bahkan ada juga yang berlangsung selama 4 minggu.
  • Sinusitis subakut, yaitu suatu peradangan yang berlangsung selama 4 sampai 8 minggu.
  • Sinusitis kronis, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan gejala radang sinus yang berlangsung selama 8 minggu sampai lebih.
  • Sinusitis berulang, yaitu suatu kondisi dimana terjadi beberapa serangan dalam 1 tahun.

Berdasarkan pada penyebabnya, sinusitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Rhinogenik

Sinusitis rhinogenik merupakan sinusitis yang disebabkan oleh adanya kelainan atau masalah pada hidung maupun karena adanya suatu hal yang menyebabkan hidung tersumbat. Penyebabnya bisa karena flu biasa, alergi atau pembengkakan pada lapisan hidung, polip hidung, maupun karena pergeseran pada rongga hidung.

  • Dentogenik atau Odontogenik

Sinusitis dentogenik atau odontogenik merupakan sinusitis yang lebih disebkan oleh kelainan gigi. Sinusitis karena kelainan gigi seperti ini umumnya menyebabkan infeksi sinus pada gigi geraham atas.

Faktor penyebab dari penyakit sinusitis, meliputi:

  • sinusitis karena alergi

    sinusitis karena alergi

    Alergi mampu memperberat penyakit sinusitis, sehingga seseorang yang telah mengidap alergi umumnya cenderung lebih mudah mengalami sinusitis.

  • Hidung tersumbat yang disebabkan oleh infeksi virus flu ketika tubuh kurang fit. Infeksi yang menyerang daerah sekitar hidung serta tenggorokan terkadang menjalar ke sinus atau rongga yang ada di sekitar hidung yang berfungsi untuk mengalirkan lendir.
  • Radang pada rongga hidung bisa juga terjadi karena cara membuang ingus yang salah. Ingus yang seharusnya keluar justru tersedot dan masuk ke rongga sinus sehingga susah untuk dikeluarkan.
  • Radang sinus dapat disebabkan oleh adanya virus, bakteri maupun jamur. Kuman yang biasanya menyebabkan simusitis adalah Streptococcus pneumonia serta Haemo philus influenza. Kedua kuman tersebut sering ditemukan pada 70% kasus sinusitis.
  • Adanya radang lain yang berdekatan dengan sinus, seperti radang tenggorokan, radang pada gigi geraham atas, maupun radang amandel.
  • Terkadang sinusitis juga bisa disebabkan karena kegiatan seperti menyelam, berenang maupun karena adanya trauma tekanan udara yang biasa dialami oleh awak pesawat.
pembengkakan pada mata karena sinusitis

pembengkakan pada mata karena sinusitis

Umumnya komplikasi sinusitis lebih sering terjadi pada anak-anak jika dibandingkan dengan orang dewasa. Bila anak anda mengalami sinusitis dan telah terjadi pembengkakan pada sekitar tulang pipi maupun kelopak mata, kemungkinan hal tersebut merupakan infeksi bakteri pada jaringan kulit maupun karena infeksi pada jaringan di sekitar mata.

Bila anda melihat gejala seperti ini, sebaiknya segera bawa anak anda ke dokter ahli. Biasanya akan di rujuk ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan atau THT. Penggunaan antibiotic umumnya dapat mengendalikan penyebaran infeksi ke tulang yang ada di dekat rongga sinus.

Infeksi karena sinusitis dapat menyebar ke daerah di sekitar tulang, mata, darah dan bahkan sampai ke otak. Namun kasusnya sangat jarang sekali terjadi.

Beberapa gejala yang sering terjadi dari penyakit sinusitis, meliputi:

  • Nyeri pada bagian wajah

Rasa nyeri berdenyut atau seperti ada tekanan pada bagian wajah merupakan gejala awal dari penyakit sinusitis. Hal ini terjadi karena adanya tekanan yang disebabkan oleh jaringan yang meradang pada bagian ujung-ujung saraf di dinding sinus. Sinusitis frontalis menyebabkan nyeri pada bagian dahi atau sakit kepala. Sinusitis maksilaris dapat menyebabkan rasa nyeri pada pipi yang akan menjalar ke sekitar rahang atas. Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri diantara mata. Dan sinusitis sfenidalis menyebabkan nyeri pada bagian belakang mata, tengkuk maupun kepala paling atas.

  • Hidung tersumbat

Bersamaan dengan keluarnya ingus, sinusitis juga disertai dengan gejala sidung tersumbat. Hal ini disebabkan karena adanya peradangan akibat infeksi yang menyebabkan munculnya pembengkakan pada sinus serta bagian dalam hidung.

  • Kurangnya daya penciuman

Pembengkakan pada selaput di bagian dalam hidung akan menghambat bau yang anda hirup untuk mencapai bagian penciuman. Hal seperti inilah yang menyebabkan daya penciuman seseorang yang mengidap sinusitis menjadi berkurang.

  • Keluar ingus secara terus menerus
salah satu gejala sinusitis

salah satu gejala sinusitis

Penumpukan cairan pada bagian sinus akan dikeluarkan melalui hidung dalam bentuk ingus. Semakin banyak cairan yang terkumpul, maka semakin banyak pula yang dikeluarkan. Umumnya ingus yang keluar berwarna kehijauan yang kental. Warna hijau disebabkan karena adanya infeksi, baik itu bakteri, virus maupun jamur.

  • Kurangnya daya pengecap

Indera pengecap yang baik tergantung dari keutuhan indera penciuman. Sehingga, apabila daya penciuman sudah terganggu maka akan mengganggu atau mengurangi fungsi dari indera pengecap.

  • Rasa nyeri di kepala

Tekanan tinggi serta pembengkakan pada bagian sinus yang terus menerus terjadi, terlebih ketika sedang pilek, maka akan menggema di seluruh bagian tengkorak sehingga menyebabkan munculnya sakit kepala disertai nyeri. Selain pada bagian kepala, rasa nyeri juga muncul pada bagian yang tidak terduga, seperti gigi, rahang atas, pipi, serta telinga. Sakit kepala karena sinusitis umumnya akan sangat menyiksa terlebih saat bangun tidur di pagi hari. Hal ini terjadi karena adanya pengumpulan cairan pada bagian kepala di malam hari.

  • Batuk

Batuk yang terjadi dalam waktu yang lama bisa juga merupakan salah satu gejala dari sinusitis. Batuk terjadi karena adanya mucus dari hidung atau ingus yang masuk ke bagian belakang tenggorokan. Terkumpulnya ingus pada bagian belakang tenggorokan dapat menyentuh pita suara dan menyebabkan iritasi, khususnya bila terjadi secara terus menerus. Hal seperti inilah yang menyebabkan terjadinya batuk yang berkepanjangan.

Sinusitis dapat diobati tergantung dari jenis yang menyebabkannya, seperti:

  • Sinusitis karena virus

Umumnya sinusitis yang disebabkan oleh virus tidak perlu menggunakan antibiotika. Obat yang biasanya diberikan untuk sinusitis karena virus adalah obat pereda rasa nyeri seperti dekongestan maupun parasetamol.

  • Sinusitis karena bakteri

Apabila terjadi gejala seperti nyeri pada wajah, ingus yang disertai dengan nanah serta gejalanya timbul lebih dari 1 minggu, anda perlu lebih waspada. Umumnya hal tersebut merupakan sinusitis karena bakteri. Untuk mengobati sinusitis karena bakteri bisa menggunakan antibiotic. Pemilihan antibiotic bardasarkan pada jenis bakteri yang menyerang.

alat untuk menyedot cairan pada sinus

alat untuk menyedot cairan pada sinus

Beberapa jenis bakteri yang sering menyebabkan sinusitis, meliputi Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, serta Streptococcus pyogenes.

Anda perlu menggunakan antibiotic yang mampu membunuh ke 5 kuman tersebut. Beberapa jenis antibiotic yang sering dipakai, meliputi azithromycin, amoxicillin, cefaclor serta cortimoxazole. Bila sinusitis tidak membaik dalam 5 hari maka perlu diberi amoxicillin plus asam klavunalat. Pemberian antibiotic dianjurkan paling tidak selama 10 sampai 14 hari.

Pemberian dekongestan serta mukolitik dapat membantu kelancaran keluarnya ingus. Pada beberapa kasus kronis tertentu, terkadang sampai perlu melakukan pengurangan cairan mucus melalui pembedahan.