Mengenal Lebih Dekat Tentang Protein

protein nabati

protein nabati

Protein, merupakan salah satu nutrisi yang penting dan sangat dibutuhkan untuk membangun tubuh kita. Namun, untuk bisa mendapatkan berbagai manfaat yang baik dari protein untuk tubuh kita, memperbanyak asupan protein saja tidak akan cukup, melainkan harus dikonsumsi dengan pola makan yang benar.

Dalam sebuah penelitian telah menunjukkan baha kita perlu mengkonsumsi protein dalam jumlah yang cukup ketika makan agar otot dalam tubuh kita bisa bekerja dengan baik dan optimal. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa kebanyakan orang sudah mengkonsumsi protein dalam jumlah cukup, hanya saja caranya masih salah.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa orang-orang di Amerika kebanyakan mengkonsumsi protein dalam jumlah yang sedikit ketika makan pagi atau sarapan dan justru mengkonsumsi banyak protein di malam hari. Bahkan para peserta dalam penelitian tersebut mengkonsumsi 90 gram protein per hari.

Jumlah tersebut bisa dikatakan terlalu banyak. Seharunya kita cukup mengkonsumsi protein sebanyak 30 gram saja ketika makan. Namun pada kenyataannya, para peserta mengkonsumsi 10 gram protein ketika sarapan, 15 gram protein saat makan siang serta 65 gram protein ketika makan malam. Padahal, jumlah protein yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan untuk orang dewasa hanya 60 gram protein saja.

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menyatakan bahwa, orang-orang yang mengkonsumsi protein dengan cara yang benar akan mengalami peningkatan dalam proses pembentukan otot sebanyak 25% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang asupan protein dalam makanannya tidak tercukupi.

Seorang pakar metabolisme otot, bernama Doug Paddon-Jones mengatakan, umumnya orang mengkonsumsi protein dalam jumlah sedikit ketika sarapan, sedikit lebih banyak ketika makan siang serta dalam jumlah berlebihan di malam hari.

Hal seperti ini kemungkinan terjadi karena kebanyakan orang memiliki kebiasaan untuk makan malam di luar rumah serta memilih menu makanan yang mengandung banyak protein.

Padahal, kita tidak perlu mengkonsumsi protein dalam jumlah yang berlebihan hanya untuk memaksimalkan proses pembentukan otot, melainkan cukup dengan mengatur porsi asupan protein pada saat kita makan.

makanan protein hewani

makanan protein hewani

Maka dari itu, banyak ahli gizi yang menyarankan agar orang-orang memasukkan lebih banyak protein ketika sarapan.

Contoh yang paling mudah adalah mengganti karbohidrat sederhana dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein yang tinggi kualitasnya, seperti segelas susu, telur, yoghurt maupun kacang. Selain itu, kita juga perlu mengurangi jumlah konsumsi protein pada saat kita makan malam untuk menyeimbangkan asupan protein setiap waktu makan.

Protein tersusun dari berbagai asam amino. Makanan hewani mengandung banyak asam amino yang lengkap untuk memenuhi berbagai kebutuhan fungsi tubuh kita. Maka dari itu, jenis makanan hewani lebih disarankan untuk mendapatkan protein yang cukup demi kesehatan kita.

Dibaah ini adalah berbagai jenis makanan heani yang mengandung banyak protein, meliputi:

  • Telur

Dalam 100 gram telur rebus terkandung 12,58 gram protein. 100 gram telur orak arik mengandung paling tidak 10 gram protein. Kuning telur mengandung lebih banyak protein daripada putih telur, namun didalamnya juga terkandung lemak jenuh serta kolesterol. Sebaiknya jangan dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

  • Daging merah segar

100 gram daging merah segar mengandung 10% lemak serta 25,21 gram protein. Daging domba tanpa lemak mengandung 28,22 gram protein dalam ukuran yang sama. Mekipun jumlah proteinnya lebih besar daripada telur, sebaiknya konsumsilah daging merah dengan bijakana dan jangan berlebihan.

  • Daging unggas

100 gram daging unggas seperti daging ayam mengandung sekitar 25 gram protein. edangkan daging kalkun mengandung 29 gram protein dalam ukuran 100 gram. ayangnya, Sdaging unggas khususnya ayam juga mengandung lemak jenuh mekipun jumlah kandungan proteinnya lebih banyak daripada telur.

  • Ikan

100 gram ikan salmon maupun ikan herring mengandung 23 gram protein. edangkan ikan tuna mengandung 29 gram protein. Selain kaya kandungan protein, ikan laut juga kaya akan asam lemak omega 3. Yang lebih baik lagi, ikan laut rendah kolesterol serta lemak jenuh bila dibandingkan dengan telur.

Memang, akhir-akhir ini banyak produsen makanan yang membuat produk makanan seperti camilan bahkan minuman yang mengandung protein. Dengan cara seperti ini, tampaknya mencukupi kebutuhan protein sekarang ini sangat mudah sekali.

Pria deasa membutuhkan 60 gram kalori, sedangkan anita deaa membutuhkan 50 gram kalori. Dalam sebuah penelitian di Amerika, pria yang umurnya diatas 20 tahun telah mengasup sekitar 98 gram protein setiap hari, sedangkan wanita yang umurnya diatas 20 tahun telah mengasup 68 gram protein setiap hari.

Protein merupakan unsur gizi yang penting bagi kesehatan. Bila kekurangan protein, maka tubuh kita tidak mampu untuk membangun serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Sarapan yang mengandung protein juga akan membuat tubuh kita menjadi lebih berenergi.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, apapun yang menyehatkan bagi kita, bila dikonsumsi secara berlebihan maka akan memberikan dampak yang buruk bagi kita. Begitu juga dengan protein. Kelebihan protein akan dirubah menjadi lemak yang dampaknya akan sangat berbahaya bagi kesehatan kita.

Beberapa tanda-tanda yang muncul karena kelebihan asupan protein, meliputi:

  • Naiknya berat badan

Konsumsi protein secara berlebihan tanpa mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kalori, akan membuat naiknya berat badan dengan capat. Dalam sebuah penelitian telah ditemukan bahwa orang yang kelebihan protein akan mengalami peningkatan berat badan mirip dengan orang yang kelebihan lemak. Sebenarnya, orang yang mengkonsumsi protein secara berlebihan akan memiliki otot yang lebih banyak sehingga mempengaruhi berat badannya.

  • Gangguan organ ginjal
ginjal

ginjal

Fungsi dari ginjal adalah menyaring semua produk sisa metabolisme tubuh saat mencerna protein. Beberapa penelitian menemukan bahwa, mengkonsumsi protein dalam jumlah berlebihan akan meningkatkan beban kerja dari ginjal. Hal seperti ini dapat dilihat pada orang-orang yang mengalami gangguan ginjal stadium awal.

  • Dehidrasi

Hasil sisa yang dibuat oleh organ ginjal ketika menyaring protein adalah ureum. Para dokter umumnya berpatokan pada kadar ureum untuk mengevaluasi fungsi ginjal seseorang. Kadar ureum dalam tubuh juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa berat kondisi dehidrasi pada seseorang. Maka dari itu, bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, sebaiknya imbangi dengan memperbanyak minum air agar tidak terjadi dehidrasi.