Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Gondongan

penyakit gondongan

penyakit gondongan

Penyakit gondongan atau dalam istilah medis disebut parotitis atau mump umumnya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 2 sampai 14 tahun. Namun sering juga terjadi pada orang dewasa.

Anak-anak yang pernah mengalami penyakit gondongan, umumnya tidak akan terserang penyakit gondong untuk kedua kalinya karena tubuhnya telah memiliki kekebalan terhadap virus penyebab penyakit gondongan.

Gondongan sebenarnya bukanlah suatu penyakit yang sangat berbahaya, karena penyakit ini cenderung dapat hilang atau sembuh dengan sendirinya. Namun, penyakit gondongan juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang serius bagi orang-orang yang menderita penyakit gondongan.

Penyakit gondongan merupakan suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh serangan virus Paramyxovirus. Penyakit gondongan mudah sekali untuk menular karena adanya virus yang ikut keluar bersama cairan yang dikeluarkan oleh si penderita.

Cairan yang keluar dari mulut, hidung maupun tenggorokan seorang penderita gondongan yang mengandung virus Paramyxovirus tersebut akan keluar saat si penderita gondong mengalami bersin atau batuk.

diagaram bagian dalam mulut

diagaram bagian dalam mulut

Penyakit gondongan dapat dicegah sedini mungkin dengan cara melakukan imunisasi MMR yang memang dikhususkan untuk mencegah terjadinya penyakit campak, gondongan dan rubela pada anak yang masih berusia 12 bulan dan 4 tahun.

Masyarakat yang masih awam dengan penyakit gondongan, sering menyamakan penyakit gondongan dengan penyakit gondok. Memang, gejala dari penyakit gondongan serta penyakit gondok hampir sama persis, yaitu adanya pembesaran atau pembengkakan pada bagian leher, Namun penyakit gondongan sangatlah berbeda dengan penyakit gondok.

Penyakit gondongan lebih disebabkan oleh serangan virus yang bernama Paramyxovirus, sedangkan penyakit gondok lebuh disebabkan oleh adanya gangguan pada hormon thyroid.

Serangan dari Paramyxovirus ini nantinya menyebabkan munculnya pembengkakan yang disertai dengan rasa nyeri pada kelenjar ludah atau kelenjar parotis sehingga dinamakan dengan nama parotitis.

Adanya kontak dengan pengidap penyakit gondongan dapat menyebabkan munculnya penularan, terlebih lagi saat daya tahan tubuh seseorang sedang dalam keadaan lemak. Dan ketika si pengidap penyakit gondongan sedang batuk atau bersin, virus Paramoxyvirus menyebar di udara dan masuk lewat saluran pernapasan orang yang ada di sekitarnya.

Gejala dari penyakit gondongan memang hampir mirip sekali dengan gejala penyakit flu biasa, karena keduanya memang sama-sama disebabkan oleh virus (walaupun virusnya berbeda). Namun, gejala yang paling signifikan dari penyakit gondongan adalah adanya pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian leher.

Beberapa gejala umum dari penyakit gondongan, meliputi:

  • Demam
  • Pusing atau sakit kepala
  • Nafsu makan hilang
  • Rasa nyeri pada rahang belakang
  • Nyeri saat mengunyah
  • Rasa kaku pada bagian rahang
  • Nyeri saat menelan

gondonganBiasanya, berbagai gejala seperti diatas akan hilang dengan sendirinya selama 10 hingga 12 hari lamanya.

Sebenarnya tindakan seperti pengompresan dengan air dingin, bukan untuk menyembuhkan penyakit gondongan, namun lebih pada sebagai tindakan untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh penderita gondongan.

Cara untuk mencegah penyakit gondong adalah dengan melakukan vaksinasi MMR sejak dini,  serta melakukan beberapa cara seperti dibawah ini:

  • Memenuhi asupan iodium dengan cara mengkonsumsi garam beriodium atau garam beryodium. Bila tubuh kekurangan iodium maka  tubuh kita rentan sekali terhadap serangan virus gondongan. Namun jangan lupa, jangan terlalu banyak mengkonsumsi garam. Konsumsi garam sebaiknya dilakukan seperlunya saja.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita penyakit gondongan.
  • Lakukan pola makan yang sehat dan seimbang yaitu banyak mengkonsumsi makanan bernutrisi seperti sayur dan buah.

Meskipun penyakit gondongan dapat hilang atau sembuh dengan sendirinya, namun penyakit ini dapat mendatangkan berbagai komplikasi penyakit yang cukup berbahaya, meliputi:

  • Gangguan pendengaran secara permanen pada salah satu atau bisa saja kedua telinga.
  • Pembengkakan pada testis atau orchitis.
  • Gangguan pada organ pankreas atau pankreatitis.
  • Ooforitis atau peradangan ovarium maupun mastitis atau peradangan pada payudara.
  • Meningitis serta ensefalitis yang sangat berbahaya.

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan, meliputi:

  • Perbanyak istirahat
  • Dikompres dengan air dingin atau air hangat untuk meringankan rasa sakit karena adanya pembengkakan pada kelenjar ludah.
  • Hindari dulu mengkonsumsi makanan yang perlu untuk dikunyah.
  • Sebaiknya konsumsi makanan yang lembut dulu saat mengalami gondongan, seperti bubur, sup, atau oatmeal.
  • Hindari buah yang berasa asam karena rasa asam akan memproduksi air liur lebih banyak yang nantinya justru menjadi semakin terasa menyakitkan.
  • Konsumsi Nectura juice yang mengandung antioksidan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Bila gejala-gejala penyakit gondongan menjadi semakin parah serta berlangsung lebih dari 12 hari, sebaiknya segera ke dokter ahli. Karena, penyakit gondongan yang tidak dapat sembuh atau hilang dengan cepat, akan menyebabkan berbagai komplikasi yang sangat berbahaya untuk kesehatan kita.

1 comment for “Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Gondongan

  1. Pingback: ryan

Comments are closed.