Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Neuroblastoma

tingkat keparahan neuroblastoma

tingkat keparahan neuroblastoma

Siapa saja bisa terkena kanker, baik tua maupun muda, bahkan anak-anak dan bayi juga bisa mengalami kanker. Neuroblastoma merupakan suatu penyakit kanker saraf yang paling sering terjadi pada bayi.

Di Amerika Serikat, kasus terjadinya neuroblastoma mencapai 650 kasus per tahun, sedangkan di Inggris mencapai 100 kasus per tahun.  Hampir setengah kasus kejadian neuroblastoma terjadi pada bayi yang masih berusia 2 tahun.

Neuroblastoma, merupakan kanker neuroendokrin yang bisa tumbuh di setiap elemen neural crest dari system saraf simpatik. Umumnya neuroblastoma berasal dari salah satu kelenjar adrenal, namun bisa juga berkembang di jaringan saraf pada bagian leher, dada, perut maupun panggul.

Neuroblastoma termasuk penyakit kanker ganas yang terbagi menjadi tiga kategori, meliputi stadium rendah, stadium menengah, dan stadium tinggi.

Neuroblastoma stadium rendah sering terjadi pada bayi dan bisa ditanggulangi tanpa maupun dengan operasi. Sedangkan neuroblastoma stadium tinggi akan sangat sulit untuk diobati bahkan dengan perawatan yang intensif sekalipun karena sudah menjalar kemana-mana.

Esthesioneuroblastoma, juga dikenal dengan neuroblastoma atau kanker saraf pada penciuman. Penyakit ini diyakini timbul dari epitel penciuman dengan klasifikasi yang masih kontroversial. Namun karena tidak adanya keganasan pada system saraf simpatik, maka esthesioneuroblastoma merupakan entitas klinis yang berbeda dan tidak bisa disamakan dengan neuroblastoma.

Pada tahun 1864, seorang dokter berkebangsaan Jerman bernama Rudolf Virchow adalah orang pertama yang menggambarkan tumor perut pada anak yang akhirnya diberi nama “glioma”. Pada tahun 1891 ciri-ciri tumor dari system saraf simpatik serta medulla adrenal dicatat oleh seorang ahli patologi dari Jerman yang bernama Felix Marchand.

Pada tahun 1901 seorang ahli kesehatan bernama William Lada melakukan presentasi tentang tumor pada hati yang tidak disebabkan oleh adanya metastasis atau penyebaran tumor dari tulang. Dan pada tahun 1910, seorang ahli dibidang kesehatan bernama James Homer Wright memahami bahwa tumor tersebut berasal dari sel-sel saraf primitive yang kemudian dinamakan neuroblastoma. Beliau juga mencatat rumpun sel berbentuk melingkar dalam sampel sumsum tulang yang sampai sekarang diberi nama “Homer-Wright pseudorosettes”

neuroblastoma stadium 4

neuroblastoma stadium 4

Sebagian kasus neuroblastoma terjadi secara sporadic serta non familial. Ada sekitar 1 sampai 2% kasus neuroblastoma yang berkaitan dengan mutasi gen tertentu.

Neuroblastoma pada suatu keluarga disebabkan karena adanya gen yang langka pada gen anaplastic kinase limfoma. Neuroblastoma juga merupakan fitur dari neurofibromatosis tipe 1 serta sindrom Beckwith-Wiedemann.

Kehadiran mutasi gen sangat berkaitan dengan stadium lanjut dari penyakit neuroblastoma. Adanya penggandaan gen LMO1 pada sel tumor neuroblastoma telah terbukti dapat meningkatkan resiko pengembangan bentuk tumor yang lebih agresif.

Beberapa factor pemicu dari neuroblastoma telah diusulkan oleh para peneliti bahkan telah menjadi subjek penelitian yang tetap berlangsung sampai sekarang. Banyak penelitian yang difokuskan pada factor-faktor orang tua sekitar proses pembuhan serta selama kehamilan.

Beberapa factor yang telah diteliti, meliputi paparan bahan kimia dalam pekerjaan, kebiasaan merokok, kebiasaan mengkonsumsi alcohol, serta penggunaan obat-obatan selama masa kehamilan dan kelahiran.

Penelitian lain tentang penyebab neuroblastoma adalah adanya kemungkinan antara atopi dengan paparan infeksi pada awal kehidupan, penggunaan hormone dan obat kesuburan serta penggunaan pewarna rambut pada ibu-ibu hamil.

Gejala pertama dari adanya penyakit neuroblastoma masih sulit untuk didiagnosis. Kelelahan, hilangnya nafsu makan, demam serta nyeri sendi merupakan gejala yang paling umum terjadi. Berbagai gejala sangat tergantung pada lokasi munculnya tumor primer serta metastasis, bila memang ada.

Berbagai gejala lain dari neuroblastoma yang tergantung dari lokasi tumor primer, meliputi:

  • Daerah sekitar mata
pembengkakan pada mata

pembengkakan pada mata

Adanya tumor pada tulang atau daerah sekitar mata akan menyebabkan adanya pembengkakan yang dapat mampu mengganggu penglihatan.

  • Perut

Pada bagian perut, tumor akan menyebabkan adanya pembengkakan disertai dengan sembelit.

  • Dada

Pada bagian dada, tumor akan menyebabkan adanya gangguan pernapasan.

  • Tulang belakang

Tumor yang muncul pada tulang belakang akan menekan saraf tulang belakang sehingga menyebabkan kelemahan serta ketidakmampuan untuk berjalan, berdiri bahkan merangkak.

  • Pinggul dan kaki

Adanya lesi atau pembengkakan pada bagian pinggul dan kaki akan menyebabkan pincang yang disertai dengan rasa sakit.

  • Sumsum tulang

Infiltrasi pada sumsum tulang akan menyebakan pucat serta anemia.

Neuroblastoma seringkali menyebar ke bagian tubuh yang lain. Lokasi yang paling umum terjadi adalah pada bagian kelenjar adrenal. Hal ini terjadi pada 40 sampai 60% kasus neuroblastoma. Neuroblastoma juga dapat berkembang ke mana saja sepanjang rantai system saraf simpatik yaitu dari leher sampai ke panggul.

3 comments for “Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Neuroblastoma

  1. Pingback: frederick
  2. Pingback: clinton
  3. Pingback: jorge

Comments are closed.