Mengenal Penyakit Paru Obstruktif Kronik

gambaran PPOK

gambaran PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK yang dalam bahasa Inggris disebut Chronic Obstructive Pulmonary Disease atau COPD merupakan salah satu bentuk dari penyakit paru kronik.

PPOK ditandai dengan adanya keterbatasan aliran udara di dalam saluran pernapasan yang tidak sepenuhnya reversible, bersifat progresif serta umumnya disebabkan oleh proses inflamasi paru yang disebabkan oleh paparan gas berbahaya yang menyebabkan gangguan pada sistemik paru.

Gangguan dari PPOK sebenarnya dapat dicegah serta dapat diobati. Gangguan aliran udara di dalam slauran pernapasan disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan pada paru yang menyebabkan terjadinya kombinasi penyakit saluran napas kecil serta destruksi atau kerusakan parenkim atau biasa disebut penyakit emfisema.

Gejala yang paling umum dari PPOK adalah meningkatnya produksi sputum atau lendir dari paru-paru, sesak napas serta batuk yang terus menerus terjadi.  Gejala seperti ini umumnya muncul dalam jangka waktu yang lama dan akan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Para ahli kesehatan masih belum bisa memastikan tentang jenis dari PPOK. Untuk sementara PPOK dibagi menjadi dua, yaitu emfisema serta bronchitis kronis.  Emfisema sebagai gambaran dari perubahan paru-paru dari penyakit PPOK, sedangkan bronchitis kronis merupakan gambaran dari gejala yang mungkin saja terjadi atau tidak dari PPOK.

Gejala yang sering muncul dari PPOK, meliputi:

  • Batuk
gejala PPOK

gejala PPOK

Batuk kronis umumnya merupakan gejala pertama dari PPOK. Bila anda mengalami baruk selama lebih dari 3 bulan dalam 1 tahun atau bahkan batuk terus menerus selama 2 tahun, bisa saja anda mengalami PPOK. Kondisi batuk seperti ini umumnya terjadi sebelum penyakit PPOK berkembang sepenuhnya. Produksi sputum semakin meningkat.

Dalam beberapa kasus, kemungkinan batuk tidak terjadi, ada yang hanya terjadi sesekali, dan ada juga batuk yang terjadi terus menerus. Batuk yang kuat dapat menyebabkan tulang rusuk menjadi patah atau mengalami kehilangan kesadaran dalam waktu singkat. Seseornag yang mengidap PPOK sering mengalami masuk angin dalam waktu lama.

  • Sesak napas

Gejala sesak napas sangat mengganggu aktivitas pengidap PPOK. Hal seperti ini terkadang diistilahkan dengan adanya usaha yang lebih berat dalam bernapas, seperti kehabisan napas , atau paru-paru tidak mendapatkan udara yang cukup. Umumnya sesak napas akan semakin memburuk saat beraktivitas dalam waktu yang lama serta dapat memburuk dari waktu ke waktu. Terkadang sesak napas juga bisa terjadi saat si pasien sedang beristirahat. Umumnya sesak napas terjadi karena adanya kecemasan pada si pasien maupun buruknya kualitas hidup si pasien.

PPOK juga dapat memunculkan gejala lain, seperti waktu yang lebih lama saat menarik maupun mengeluarkan napas. Terkadang ada juga gejala seperti sesak pada bagian dada, namun gejala seperti ini tidak begitu umum dan bisa saja disebabkan oleh masalah yang lain. Mereka yang aliran udaranya terhambat kemungkinan akan mengalami mengi atau adanya penurunan suara saat udara masuk ketika melakukan pemeriksaan dada dnegan menggunakan stetoskop.

gambaran kanker paru-paru

gambaran kanker paru-paru

PPOK dapat menyebabkan munculnya tekanan yang tinggi pada arteri paru-paru di ventrikel kanan jantung. Kondisi seperti ini disebut pulmonale cor serta dapat menyebabkan kaki bengkak dan vena leher menjadi menggembung.

PPOK sering terjadi secara bersamaan dengan berbagai kondisi lain. Kondisi lain yang dapat menimbulkan PPOK, meliputi penyakit jantung iskemik, hipertensi, diabetes mellitus, pengecilan otot, kanker paru-paru, osteoporosis, depresi serta gangguan kecemasan.

Eksaserbasi atau semakin memburuknya PPOK akan menyebabkan meningkatnya sesak napas, peningkatan produksi sputum, perubahan warna pada dahak menjadi kuning maupun hijau, serta meningkatnya batuk pada seseorang.

Kondisi lain yang kemungkinan bisa terjadi, meliputi peningkatan kerja napas, detak jantung semakin cepat, berkeringat, otot-otot leher semakin aktif, adanya lebam kebiruan pada kulit, serta kebingungan atau perilaku menjadi lebih agresif.

Penyebab utama dari PPOK umumnya adalah asap rokok, paparan gas maupun polusi udara yang semakin meningkat di beberapa negara. Umumnya gejala PPOK baru muncul setelah seseorang mengalami paparan asap, gas maupun polusi selama beberapa decade. Factor genetic dari seseorang juga dapat mempengaruhi resiko mengidap PPOK.

Penyebab munculnya PPOK, meliputi:

  • Kebiasaan merokok

Factor utama dari PPOK adalah kebiasaan merokok. Sekitar 20% perokok mengidap PPOK. Di Inggris serta Amerika  ada sekitar 80 sampai 95% perokok aktif maupun perokok pasif yang mengalami PPOK. Wanita cenderung lebih rentan terhadap bahaya dari asap dibandingkan dengan laki-laki. Sekitar 20% kasus PPOK dialami oleh para perokok pasif. Asap lain seperti ganja, cerutu maupun asap pipa air juga dapat menyebabkan terjadinya PPOK. Wanita yang merokok selama masa kehamilan juga dapat meningkatkan resiko PPOK pada anak-anaknya.

  • Polusi udara
polusi udara karena asap kendaraan bermotor

polusi udara karena asap kendaraan bermotor

Polusi udara juga dapat menyebabkan PPOK. Memasak ditempat yang ventilasinya kurang memadai juga mampu meningkatkan resiko PPOK. Kondisi seperti ini dipicu oleh pemakaian bahan bakar seperti batubara maupun biomassa seperti kayu maupun kotoran hewan, sehingga menyebabkan polusi udara dalam ruangan. Hal seperti ini merupakan penyebab PPOK paling umum di negara-negara berkembang. Biasanya kondisi seperti ini akan memicu terjadinya PPOK pada wanita, karena wanita yang lebih banyak menerima paparan polusi secara langsung.

Sementara itu, orang-orang yang tinggal dikota besar mengalami peningkatan resiko terserang PPOK bila dibandingkan dengan ornag yang tinggal di pedesaan.

  • Pekerjaan

Paparan debu,gas, serta bahan kimia secara intens dan terus menerus di tempat kerja juga dapat meningkatkan resiko PPOK, pada perokok aktif maupun perokok pasif. Ada sekitar 10% kasus PPOK yang terjadi karena paparan dari tempat kerja.

Pekerjaan berbahaya seperti pertambangan batu bara, tambang emas, industry tekstil, pekerjaan yang melibatkan cadmium serta isosianat, asap dan pengelasan; dapat menyebabkan terjadinya PPOK.

  • Genetika

Genetika umumnya lebih berperan dalam perkembangan PPOK. Saat ini telah diketahui bahwa berkurangnya DNA alpha1-antitrypsin merupakan factor yang dapat mengembangkan penyakit PPOK. Resikonya akan semakin tinggi bila orang yang kekurangan alpha1-antitrypsin memiliki kebiasaan merokok.

Factor lain yang dapat meningkatkan resiko PPOK, adalah adanya penyakit asma serta hipersensitifitas saluran napas. Factor sejak lahir, seperti berat badan rendah saat lahir kemungkinan juga ikut berperan seperti pada penyakit HIV/AIDS serta TBC. Infeksi pernapasan seperti pneumonia justru tidak meningkatkan resiko PPOK, kecuali pneumonia tersebut terjadi sejak masa anak-anak.