Mengenal Sindrom Ovarium Polikistik Serta Mencegahnya Secara Alami

gambaran sindrom ovarium polikistik

gambaran sindrom ovarium polikistik

Sindrom Ovarium Polikistik merupakan gangguan keseimbangan kadar hormone dalam tubuh. Waorang wanita yang mengidap sindrom seperti ini akan memproduksi hormone testosterone atau hormone laki-laki secara berlebihan. Karena kelebihan hormone laki-laki, maka wanita tersebut akan memiliki wajah yang lebih berminyak serta rambut yang tumbuh secara berlebihan khususnya di bagian kaki dan tangan.

Gejala yang paling mencolok ketika seorang wanita mengalami sindrom ovarium polikistik, adalah adanya gangguan menstruasi. Kebanyakan wanita yang mengidap sindrom ini memiliki jadwal menstruasi yang tidak menentu sejak masih remaja. Bahkan ada juga yang benar-benar berhenti menstruasi.

Kebanyakan wanita baru menyadari bahwa dirinya mengidap sindrom ovarium polikistik saat ia berusia sekitar 20-an. Mereka baru sadar bahwa ada gangguan pada siklus menstruasi maupun karena belum menstruasi. Sindrom ovarium polikistik juga dapat menyebabkan sulit hamil bahkan dapat menyembangkan kanker endometrium yang sangat serius.

Wanita yang mengidap sindrom ovarium polikistik kebanyakan mengalami obesitas serta kebotakan pada bagian ujung kepala. Sindrom ovarium polikistik juga mampu meningkatkan resiko terserang diabetes, hipertensi serta hiperkolesterol. Menurunkan berat badan merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi kadar insulin serta hormone androgen dalam tubuhnya.

Sindrom ovarium polikistik sebenarnya terjadi karena adanya gangguan pada hormone secara genetika.  Gangguan ini mempengaruhi system endokrin yang bekerja dalam proses pengaturan hormone. Ketidak seimbangan hormone dapat juga menyebabkan jerawat yang sulit sekali disembuhkan.

Bila seorang wanita mengalami sindrom ovarium polikistik, bukan berarti wanita tersebut sama dengan mengalami menopause. Sindrom ini merupakan gangguan hormonal yang masih bisa dicegah serta disembuhkan.

Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh serta mengurangi dampak buruk dari sindrom ovarium polikistik. Beberapa bahan yang bisa digunakan untuk terapi sindrom ovarium polikistik, meliputi:

  • Fenugreek

Fenugreek telah dianggap sebagai obat untuk manajemen diabetes sekaligus baik untuk mencegah sindrom ovarium polikistik. Fenugreek mampu mengoptimalkan metabolism glukosa dalam tubuh serta memasikan bahwa insulin dapat bekerja dengan baik, sehingga mencegah seseorang yang mengidap syndrome ovarium polikistik mengalami diabetes tipe 2. Dengan mengatur metabolism glukosa, maka akan mencegah penambahan berat badan.

  • Biji rami

Biji rami mampu mengurangi kadar hormone serta merangsang produksi globulin yang nantinya akan mengikat hormone testosterone dalam aliran darah. Dengan kondisi seperti ini nantinya akan mencegah berbagai dampak buruk yang disebabkan oleh adanya syndrome ovarium polikistik.

  • Saw Palmetto
saw palmetto

saw palmetto

Saw Palmetto adalah tumbuhan palem kipas yang biasa ditanam untuk hiasan. Ambillah biji dari palem kipas kemudian dikeringkan dan dihaluskan sampai menjadi bubuk. Ekstak saw palmetto mampu menghambat hormone testosterone. Ekstrak saw palmetto dipercaya mampu menyeimbangkan system endokrin.

  • Ikan salmon

Tingginya asam lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan salmon mampu menyehatkan tubuh secara keseluruhan. Asam lemak omega 3 mampu menurunkan kadar hormone testosterone serta kembali ke siklus menstruasi yang normal pada wanita yang mengidap syndrome ovarium polikistik. Asam lemak omega 3 juga mampu mengurangi kadar kolsterol jahat. Resitensi insulin pada pengidap syndrome ovarium polikistik juga mampu mempengaruhi jantung.

  • Bayam

Bayam serta berbagai sayuran berdaun hijau memiliki nutrisi yang sangat unik, karena mengandung vitamin D, magnesium serta kalsium. Semua itu sangat berkaitan dalam pencegahan syndrome ovarium polikistik. Kalsium mampu membuat siklus menstruasi menjadi lebih teratur. Magnesium mampu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Sedangkan vitamin D ikut berperan dalam mencegah penambahan berat badan.

  • Brokoli

Salah satu cara dalam mengendalikan kadar gula dalam darah adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung mineral kromium. Salah satu jenis makanan yang mengandung kromium adalah brokoli. Kandungan kromium dalam brokoli mampu mengendalikan tingkat insulin serta gula dalam darah. Cara seperti ini nantinya akan mencegah terjadinya diabetes sebagai efek samping dari syndrome ovarium polikistik.

  • Kayu manis

Kayu manis mampu membuat siklus menstruasi menjadi lebih teratur serta ikut meningkatkan sensitivitas insulin. Anda bisa menambahkan sedikit bubuk kayu manis dalam teh untuk mendapatkan semua manfaatnya.

  • Licorice
akar licorice

akar licorice

Licore mampu menghambat enzim yang ikut berperan dalam produksi hormone testosterone. Akar licorice juga mampu merangsang menstruasi serta detoksifikasi organ hati yang alami. Organ hati yang bersih dari racun akan membuat hormone menjadi lebih stabil.

  • Spearmint

Teh spearmint mampu mengurangi kadar hormone testosterone dalam tubuh serta menghambat pertumbuhan hormone testosterone. Hal ini nantinya akan membuat system hormonal dalam tubuh anda menjadi lebih stabil.

  • Cuka apel

Cuka apel sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Dalam kasus syndrome ovarium polikistik, cuka apel mampu mengurangi resistensi insulin serta mengendalikan kadar gula dalam darah. kondisi seperti ini tentunya akan sangat baik untuk mencegah terjadinya diabetes, sebagai efek samping dari syndrome ovarium polikistik.