Mengetahui Patokan Berat Badan Yang Ideal

menimbang berat badan

menimbang berat badan

Ada banyak cara untuk mengetahui berat badan yang ideal. Dari mengukur seberapa sempit celana jeans anda serta mengukur berat badan anda dengan menggunakan timbangan. Selain itu cara-cara yang lain yang bisa anda lakukan untuk menilai berat badannya apakah sudah ideal atau belum.

Untuk mengetahui berat badan apakah sudah ideal atau belum, kita bisa menggunakan IMT atau indeks massa tubuh, mengkur lingkar pinggang serta mengukur berat badan. Apakah berat badannya sudah sehat untuk ukuran tubuhnya.

Namun terkadang kita masih sering bertanya-tanya, adakah cara yang paling baik untuk dijadikan parokan berat badan yang ideal?

Berbagai cara seperti mengukur indeks massa tubuh, lingkar pinggang maupun berat badan dapat anda lakukan. ketiga cara tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Dibawah ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari tiga jenis pengukuran yang paling sering dilakukan, yait:

  • Indeks massa tubuh

Indeks massa tubuh atau IMT merupakan rumus standar untuk menentukan rasio tinggi badan seseorang dengan berat badannya. Pengukuran dengan cara ini terbukti dapat memperlihatkan atau menjadi semacam indikator ada tidaknya lemak dalam tubuh yang relatif handal bagi orang-orang yang dewasa. Namun terkadang tidak efektif untuk orang-orang yang lanjut usia. Hitung IMT anda dengan cara mengkuadratkan tinggi badan anda dalam satuan meter, lalu berat badan anda dibagi dengan hasil kuadrat dari tinggi badan anda. IMT sendiri dianggap normal bila masih berada dalam rentang 19 sampai 25.

Dengan metode pengukuran IMT merupakan cara yang paling cepat untuk dapat mengkategorikan seseorang apakah memiliki berat badan yang kurang, normal, kelebihan atau bahkan obesitas.

  • Mengukur lingkar pinggang
tubuh kurus

tubuh kurus

Metode mengukur lingkar pinggang setiap 4 sampai 6 minggu sekali merupakan suatu metode yang tidak masuk akal. Anda bisa melakukan metode mengukur lingkar pinggang setiap 6 bulan atau 1 kali dalam setahun.

Dengan melakukan pengukuran lingkar pinggang dengan benar, baik itu memakai perangkat berteknologi canggih maupun dengan menggunakan pita pengukur  bisa anda lakukan. Ukuran pinggang yang ideal sebaiknya tidak lebih dari setengah dari tinggi badan anda.

Metode mengukur lingkar pinggang sebaiknya digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan sebagai akibat dari modifikasi gaya hidup anda. Misalnya, bagi anda yang rutin fitnes di pusat kebugaran maupun rutin latihan kardio, maka metode mengukur lingkar pinggang merupakan cara yang tepat untuk mengukur kemajuan anda.

  • Mengukur berat badan

Berat badan akan berubah-ubah secara alami sepanjang waktu berdasarkan berbagai macam faktor, meliputi stres,jenis  penyakit, obat-obatan dan bahkan dehidrasi. Maka dari itu, metode mengukur berat badan dengan timbangan setiap hari dianggap hal yang kurang sehat yang nantinya justru akan menimbulkan depresi.

Sebaiknya, lakukan metode mengukur berat badan dengan timbangan dilakukan setiap minggu atau setiap bulan sekali untuk mengetahui ada perubahan atau tidak pada berat badan tubuh anda. Berbagai perubahan yang terjadi bisa menjadi indikasi dari tingkat kesehatan anda secara keseluruhan.

Mengetahui ukuran dalam bentuk angka merupakan hal yang baik untuk mengevaluasi status dari kesehatan tubuh anda sendiri. Namun tidak ada yang sempurna didunia ini. Percayalah pada tubuh anda sendiri untuk menemukan dan menetukan ukuran kesehatannya sendiri dengan cara melakukan gaya hidup sehat, pola makan yang seimbang serta dikombinasikan dengan aktivitas fisik seperti berolahraga.

mengukur lemak berlebih di pinggang

mengukur lemak berlebih di pinggang

Jika anda ukur-ukur terus berat badan anda setiap saat maka nantinya akan menimbulkan kecemasan yang bisa saja menyebabkan depresi berlebihan yang sudah jelas sekali justru sangat tidak baik bagi kesehatan anda sendiri.

Setiap hari, jumlah orang yang mengalami kenaikan berat badan menjadi semakin bertambah banyak. Bahkan jumlah orang yang mengalami kenaikan berat badan menjadi lebih banyak daripada jumlah orang yang sukses menurunkan berat badannya.

WHO sudah menjelaskan bahwa obesitas telah menjadi suatu epidemi tingkat global serta lebih dari 1 miliar orang dewasa yang ada di seluruh dunia mengalami kelebihan berat badan sedangnya jumlah yang mengalami obesitas ada sekitar 300 juta orang di seluruh dunia.

Jelas sekali bahwa ini bukan angka yang kecil. Mengingat obesitas serta kelebihan berat badan merupakan faktor penyebab dari berbagai macam penyakit yang sangat mematikan, seperti penyakit jantung maupun stroke. Sayangnya, tidak banyak orang-orang yang mengalami obesitas yang tahu atau paham tentang hal seperti ini.

Angka hasil dari pengukuran indeks masa tubuh bukanlah patokan yang tepat bahwa anda sudah berada dalam angka yang sehat dan aman dari penyakit. Bila lingkar pinggang anda masih saja tertimbun oleh lemak, maka anda masih bisa beresiko mengalami berbagai penyakit yang berbahaya.

Hasil penelitian telah menunjukkan abhwa dengan cara meningkatkan massa otot khususnya otot yang ada didaerah perut dan sekitarnya akan dapat mengurangi resiko kematian pada seseorang. Semakin tinggi massa otot dalam bagian perut dan sekitarnya, maka akan semakin sedikit ruang untuk menyimpan lemak.

Fakta seperti ini sepertinya sudah cukup untuk menyadarkan banyak orang bahwa kita tidak bisa begitu saja mengandalkan berat badan ideal untuk memprediksi tingkat kesehatan kita sendiri, namun juga diharuskan untuk mempertimbangkan seberapa banyak prosentase lemak dalam tubuh kita.

Menumpuknya lemak pada bagian perut atau yang juga disebut dengan nama obesitas sentral merupakan timbunan lemak yang terkumpul di satu tempat yaitu bagian perut yang merupakan faktopr resiko penyebab terjadinya sindrom metabolik serta menyebabkan resistensi insulin.

  • Resistensi insulin

Resistensi insulin terjadi saat sel-sel dalam tubuh anda menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas yang berfungsi untuk mendapatkan gula dari darah. Tingginya kadar insulin serta gula dalam darah berhubungan dengan tingkat lemak yang tersimpan dalam perut anda.

Jadi, gula yang ada dalam darah anda mempu meningkatkan lemak dalam perut anda. Inilah sebabnya mengapa obesitas sentral dianggap sebagai salah satu faktor resiko tertinggi terjadinya diabetes dalam kaitannya dengan insulin serta fungsi glukosa itu sendiri. Dari fakta ini pula, anda mampu menetukan cara yang tepat untuk mengurangi timbunan lemak dalam perut anda serta mendapatkan bentuk perut yang indah.

  • Indeks glikemik

Bila anda lebih cermat  dalam memilih makanan untuk kesehatan anda, maka anda akan segera memperhatikan indeks glikemik dari semua makanan yang anda konsumsi. Mengurangi lemak berarti anda juga harus menurunkan nilai indeks glikemik dalam tubuh anda dengan cara mengkonsumsi makanan yang rendah indeks glikemik. Cara seperti ini nantinya akan mengendalikan gula darah serta menurunkan hormon-hormon tertentu yang menghambat hilangnya lemak dalam tubuh anda.

Mengurangi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi adalah hal yang paling baik untuk mengurangi timbunan lemak secara menyeluruh. Inilah sebabnya mengapa diet rendah karbohidrat dangat disarankan bila ingin mendapatkan massa otot bebas lemak.

Pola makan seperti mengkonsumsi makanan tinggi serat, protein serta lemak sehat dan makan lebih sering dalam jumlah sedikit mampu membantu tubuh anda mengendalikan gula darah. Bahkan penelitian menyebutkan bahwa dengan cara mengkonsumsi 1 gram asam asetat atau cuka dapat menurunkan kadar gula darah dalam makanan yang dikonsumsi sebesar 31,6%.

1 comment for “Mengetahui Patokan Berat Badan Yang Ideal

  1. Pingback: johnnie

Comments are closed.