Mewaspadai Dan Cara Untuk Terbebas Dari Keracunan Makanan

memasak makanan

memasak makanan

Bagi anda yang gemar melakukan wisata kuliner sebaiknya perlu untuk lebih mewaspadai terjadinya masalah keracunan makanan. Ada sebuah laporan di Amerika yang menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki kegemaran makan di restoran memiliki resiko sebesar dua kali lebih besar terserang masalah keracunan makanan jika dibandingkan dengan orang-orang yang suka makan makanan yang dimasak di rumah.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh CSPI atau Center for Science in the Public Interest, para peneliti menganalisa sekitar 10408 kasus keracunan makanan yang didapat dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit atau CDC di Amerika. Data tersebut meliputi berbagai kasus kejadian keracunan makanan dari tahun 2002 sampai tahun 2011.

Para peneliti menemukan, lebih dari 1610 kasus keracunan makanan terjadi di restoran. Sedangkan kasus keracunan yang terjadi di rumah hanya sekitar 893 kasus saja. Dari kenyataan tersebut, maka para peneliti percaya bahwa jumlah keracunan mungkin sebenarnya jauh lebih tinggi karena terkadang ada juga kasus yang tidak tercatat.

Namun, hasil dari penelitian terhadap keracunan pangan dapat memberikan informasi yang lebih penting bagi para petugs kesehatan masyarakat untuk membuat kebijakan tentang keamanan pangan serta rekomendasi yang berbasis sains untuk para konsumen.

gejala keracunan makanan

gejala keracunan makanan

Dari berbagai kasus yang diteliti, baru 3933 kasus yang berhasil diselesaikan. Dari sini para peneliti telah mengetahui makanan serta patogen yang lebih spesifik yang dapat menyebabkan munculnya keracunan makanan.

Berbicara tentang makanan, sebenarnya hal yang terpenting untuk dibahas bukan hanya tentang apa saja nutrisi sehat yang terkandung dalam suatu jenis makanan. Disamping mengetahui berbagai nutrisinya, kita juga diharuskan untuk mengerti cara mengolah makanan tersebut. Karena ada juga beberapa jenis makanan yang perlu perhatian khusus sebelum dimasak maupun sebelum dikonsumsi.

Itulah mengapa kita perlu mengenali jenis makanan apa saja yang cenderung mudah rusak sehingga membutuhkan cara penyimpanan maupun cara mengolah yang benar. Hal yang perlu kita hindari adalah faktor resiko keracunan makanan dan bukan makanannya.

Para ahli gizi telah menemukan berbagai jenis makanan yang cenderung sensitif yang nantinya dapat menyebabkan munculnya masalah keracunan makanan bila kita tidak dapat mengolahnya dengan baik dan benar.

  • Sayuran berwarna hijau

Ada banyak sekali jenis sayuran yang berwarna hijau, seperti bayam, selada, brokoli, kol dan lain sebagainya. Ada sekitar 13000 lebih kasus gangguan pencernaan setelah mengkonsumsi sayuran berwarna hijau.

Kasus gangguan pencernaan maupun kasus keracunan makanan sebenarnya bukan karena sayurnya, namun karena faktor pengolahan yang tidak benar. Sebelum mengolah sayuran berwarna hijau kita harus membersihkan sayuran tersebut dan juga tidak lupa mencuci tangan kita. Jangan menyimpan sayuran berwarna hijau terlalu dekat dengan daging. Daging dapat menyebarkan bakteri yang nantinya akan menempel pada sayuran.

  • Telur

telur ayamTelur sering sekali dijadikan menu wajib untuk sarapan. Ada sekitar 352 kasus keracunan makanan setelah mengkonsumsi telur. Penyebab utama keracunan makanan setelah mengkonsumsi telur adalah adanya kontaminasi dengan bakteri salmonella yang dapat menyebabkan munculnya diare akut. Bakteri salmonella dapat menembus cangkang telur. Bila kita tidak memasak telur tersebut dangan baik maka bakteri salmonella tersebut masih memiliki peluang untuk hidup.

Para ahli menyarankan untuk mencegah terjadinya keracunan makanan setelah mengkonsumsi telur adalah dengan cara mencuci kulit telur sebelum disimpan dalam lemari es.  Terkadang kotoran yang masih menempel pada bagian cangkang telur bisa saja menyebabkan tumbuhnya bakteri. Dan pastikan untuk mengolah telur sampai benar-benar matang sehingga segala jenis bakteri yang masuk ke dalam telur bisa mati dengan optimal.

  • Ikan tuna

Ikan sangat rentan terkontaminasi scombrotoxin yang nantinya akan menyebabkan kita mengalami pusing serta kram. Umumnya ikan akan mudah terkontaminasi bila setelah ditangkap ikan tersebut tidak disimpan ditempat yang layak. Bahkan setelah ikan tersebut dimasak, bakteri-bakteri yang ada didalamnya masih tertinggal.

Para ahli gizi menyarankan agar membeli ikan dari supplier maupun pasar yang menyediakan ikan-ikan yang masih segar. Ikan yang masih segar bisa kita kenali secara langsung dengan cara melihat sisiknya yang memiliki warna yang cerah serta warna yang cerah pada bagian mata ikan. Selan itu tekan-tekan bagan tubh ikan tersebut untuk merasakan apakah dagingnya masih lembut atau sudah keras. Bila masih lembut berarti ikan itu masih segar

  • Keju

Keju merupakan jenis makanan yang rentan sekali terkontaminasi bakteri seperti Salmonella maupun Listeria. Kedua bakteri ini sangat berbahaya bagia ibu-ibu yang sedang dalam masa kehamilan karena dapat membahayakn kondisi janin dalam kandungannya.

Cara agar tidak terkontaminasi adalah membungkus keju dengan alumunium foil serta disimpan dalam tempat yang kedap udara. Dan usahakan sebelum memotong keju anda harus memastikan agar pisau yang dipakai untuk memotong keju harus bersih dan kering.

  • Tomat

Seperti sayuran yang lain, tomat mudah terkontaminasi setelah dipetik hingga sampai ke tangan para konsumen. Maka dari itu, usahakan untuk selalu mencuci tomat sebelum kita masukkan ke dalam lemari pendingin. Jangan menyatukan tomat yang masih hijau dengan yang lain, karena tomat yang masih hijau akan mengeluarkan gas yang dapat membuat tomat menjadi lebih cepat busuk.